Kunjungan Penting: 2.835 Personel Amankan Operasi Lilin di Banten
Bagaimana Banten Siap Menghadapi Natal dan Tahun Baru 2025?
Setiap tahun, saat musim Natal dan Tahun Baru tiba, Banten selalu menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena keindahan pesisirnya, tapi juga karena keamanan dan kenyamanan masyarakat yang harus dipastikan. Tahun ini, Operasi Lilin Maung 2025 kembali digelar, dan seluruh pihak tampak sudah siap menghadapi momen spesial ini. Dari mana saja pun, rasa aman di sini jadi prioritas utama. Soal personel, capai 2.835 orang? Terdengar besar, tapi ternyata ini jadi bagian dari strategi pengamanan yang lebih matang.
Ribuan Personel Siap Melindungi Wisatawan dan Masyarakat
Pada Jumat (19/12/2025), Polda Banten menggelar apel pasukan yang memperlihatkan kesiapan mereka. Lintas instansi, dari Polri hingga TNI, serta pemerintah daerah, semua mengumpulkan kekuatan untuk menjaga keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Ternyata, jumlah personel yang dikerahkan mencapai 2.835. Angka ini mencerminkan betapa seriusnya pihak berwenang menghadapi masa libur yang biasanya penuh dinamika.
“Tadi kita laksanakan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Provinsi Banten, wilayah hukum Polda Banten. Dalam pengamanan tersebut, kita melibatkan sebanyak 2.835 personel. Dari Polri sebanyak 1.200 personel, sedangkan 1.600 personel lainnya berasal dari instansi terkait, yakni TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BMKG, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, KSOP, serta Pelabuhan Merak,”
ujar Kapolda Banten Irjen Hengki.
Setelah mendengar kutipan Hengki, jelas bahwa operasi ini tidak hanya tentang keamanan fisik, tapi juga layanan dan antisipasi berbagai risiko. Dari sinyal cuaca hingga ketersediaan bantuan, segala sesuatu diatur rapi. Bahkan, puluhan pos pengamanan dan pelayanan disiapkan untuk memastikan masyarakat bisa berlibur tanpa hambatan, baik yang mudik maupun beribadah.
Pos Terpadu di Mercusuar Anyer: Kunci Keberhasilan Operasi
Dari puluhan pos tersebut, satu pos terpadu didirikan di kawasan Mercusuar Anyer, Kabupaten Serang. Lokasi strategis ini menjadi titik fokus untuk mengawasi lalu lintas dan memastikan kebutuhan wisatawan terpenuhi. Ternyata, dalam rangkaian pengamanan ini, ada 44 pos pengamanan, 8 pos pelayanan, dan 1 pos terpadu yang secara terkoordinasi siap menangani segala kemungkinan. Apa yang membuat Mercusuar Anyer menjadi tempat yang paling penting?
“Kita mendirikan beberapa pos, yaitu 44 pos pengamanan, 8 pos pelayanan, serta 1 pos terpadu yang berada di kawasan Mercusuar Anyer,”
katanya.
Pos terpadu di Anyer jelas bukan sekadar simbol, tapi wujud komitmen untuk menjaga kondisi puncak arus libur. Pihak berwenang juga memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama di hotel-hotel dan wilayah pesisir yang selalu ramai saat musim libur. Jadi, bagaimana mungkin masyarakat bisa berlibur dengan nyaman, jika tidak ada titik pengawasan yang lengkap?
Proteksi Harga dan Cuaca: Aspek Tak Terwujud yang Jadi Fokus
Operasi Lilin Maung 2025 juga menargetkan pengaturan harga pasar. Satgas Pangan Polda Banten memastikan pedagang tidak melakukan kenaikan harga secara tidak wajar di momen Nataru. Ini sangat penting, karena tidak semua orang bisa menikmati libur dengan tenang jika harga bahan pokok meledak. Sementara itu, cuaca yang terus mengguyur hujan deras sejak beberapa hari terakhir juga jadi tantangan khusus. Apa jadinya jika hujan mengganggu transportasi atau perayaan?
“Ini semua dalam rangka menyambut Tahun Baru. Kita siap, dan yang tidak kalah penting adalah mengantisipasi kondisi cuaca. Sebagaimana informasi yang kami terima, sejak kemarin hujan cukup lebat dan deras, bahkan berlangsung hingga 1×24 jam, dari subuh kemarin sampai dengan subuh tadi masih terjadi hujan,”
katanya.
Dari semua persiapan ini, jelas bahwa Operasi Lilin Maung 2025 adalah upaya menyeluruh. Tidak hanya mengamankan jalan-jalan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Soal sinergi, Kapolda Hengki menyebut bahwa kolaborasi dengan TNI dan instansi lain jadi faktor kunci. Sementara Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menekankan bahwa komunikasi dengan masyarakat harus terus ditingkatkan. Apakah ini menjadi model baru untuk keamanan libur di Indonesia?