Program Terbaru: Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bantuan
Isu Bantuan Bibit Ikan Gratis yang Viral di Media Sosial
Berita tentang bantuan bibit ikan gratis akhirnya membanjiri beranda media sosial seorang warga desa di Jakarta. Suatu hari, di tengah ramainya informasi di dunia maya, sebuah postingan menyebar yang mengklaim ada program khusus untuk masyarakat yang ingin berkembang. Pasangan suami-isteri yang bekerja keras di bidang pertanian dan perikanan pun tergoda, memikirkan bagaimana mereka bisa memperoleh bantuan ini tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan.
Klaim yang Menarik Perhatian
Postingan yang dibagikan pada 17 Desember 2025 menampilkan poster dengan tulisan mencolok: “GRATIS UNTUK MASYARAKAT” dan “Dapatkan Bibit Ikan Gratis Untuk Budidaya & Ketahanan Pangan!” Layar ponsel terasa memancarkan harapan. Selain itu, link dalam postingan mengarah pada situs web yang menampilkan formulir digital yang meminta data pribadi, seperti nama provinsi dan nomor Telegram. Semuanya terasa sungguh-sungguh, sampai muncul pertanyaan di kepala: “Benar-benar program resmi KKP, atau hanya trik agar masyarakat berbondong-bondong mendaftar?”
“Waspada Penipuan dan Hoax Mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Hai #SahabatBahari, yuk lebih cermat dan cerdas dalam memilih dan memilah informasi!! Dengan maraknya penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kamu harus lebih waspada lagi yaa. Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP 😉”
Pesan tersebut sebenarnya mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terjebak. Namun, apakah itu cukup untuk memastikan bahwa program bantuan bibit ikan gratis tersebut benar-benar resmi? Cek Fakta Liputan6.com pun mulai menyelidiki, menggali informasi dari sumber terpercaya. Dalam penelusuran, mereka menemukan akun Instagram resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan, @kkpgoid, yang membagikan klarifikasi pada Jumat 19 Desember 2025. Munculnya pernyataan ini membuat kisah cerita makin menarik, karena kini ada dua pihak yang saling bersuara.
Benarkah Bantuan Ini Resmi?
Klaim bantuan bibit ikan gratis ternyata tidak benar, menurut hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com. Meski tidak menyebutkan secara langsung bahwa program ini palsu, KKP RI memberikan peringatan agar masyarakat tidak terjebak oleh hoaks.
“Segala bentuk informasi resmi bisa kamu akses melalui website dan media sosial KKP”
adalah kalimat yang terasa sengaja ditujukan untuk menjawab kecurigaan. Tapi, apakah orang awam bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tiruan?
“Klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan bibit ikan gratis, tidak benar.”
Kata-kata tersebut memastikan bahwa program ini bukanlah inisiatif pemerintah, meski disampaikan dengan nama lembaga yang terdengar tepercaya. Namun, bukan berarti semua klaim yang memakai nama KKP pasti palsu. Justru, ini menjadi bukti bahwa hoaks bisa berpura-pura menjadi sesuatu yang bermakna. Dalam dunia digital, setiap klik bisa memicu perubahan, baik itu positif maupun negatif.
Perjalanan Cek Fakta: Membangun Literasi Media
Dari kejadian ini, muncul pertanyaan yang lebih luas: Bagaimana masyarakat bisa terhindar dari informasi yang menipu? Cek Fakta Liputan6.com sejak 2018 berkomitmen untuk menjadi pelopor literasi media. Mereka aktif memberikan edukasi, seperti melalui kemitraan dengan International Fact Checking Network (IFCN) sejak 7 Juli 2018. Bekerja sama dengan pihak lain pun tidak membuat mereka kehilangan independensi, justru memperkuat kredibilitasnya.
Dalam era di mana informasi mengalir cepat dan mudah disebarkan, peran Cek Fakta semakin penting. Mereka seperti pahlawan kecil yang mengambil alih tugas membongkar kebohongan, satu per satu. Jika Anda masih ragu atau ingin mengetahui lebih lanjut, selalu bisa menghubungi tim Cek Fakta melalui email atau chatbot WhatsApp. Itu adalah langkah kecil yang bisa membuat perbedaan besar.
Sebuah kisah singkat tentang kepercayaan, hoaks, dan upaya membangun kesadaran. Dari sebuah klaim yang menyebar, kita belajar bahwa setiap informasi harus diverifikasi, karena di balik berita yang menggiurkan, bisa saja tersembunyi kebenaran yang berbeda. Yang terpenting, kita tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga kualitas informasi yang kita terima. Sekarang, jangan sampai tertipu lagi, ya! 😊