Bolehkah Zakat Penghasilan Diberikan ke Masjid? Yuk, Pahami!
Bolehkah zakat penghasilan diberikan ke masjid? Panduan lengkap dan perspektif ulama mengenai zakat penghasilan untuk masjid dalam Islam.
Zakat adalah salah satu kewajiban dalam Islam, yang tidak hanya melibatkan pengelolaan finansial, tetapi juga pemahaman tentang penyaluran yang benar.
Banyak umat Muslim bertanya, “Bolehkah zakat penghasilan diberikan ke masjid?” karena ingin memastikan bahwa zakat mereka tepat sasaran dan sesuai syariat.
Artikel ini akan membahas secara mendalam aturan dan pandangan mengenai zakat penghasilan untuk masjid, sehingga Anda bisa menyalurkan zakat dengan bijak.
Bolehkah Zakat Penghasilan Diberikan ke Masjid?
Zakat penghasilan adalah zakat yang diambil dari pendapatan yang diterima seseorang. Menghitung zakat penghasilan penting dilakukan agar jumlah yang disalurkan sesuai syariat. Umumnya, zakat penghasilan diambil sebesar 2.5% dari pendapatan bersih setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
Meski masjid bukan penerima zakat langsung, ada beberapa alasan dan kondisi tertentu yang membuatnya bisa menerima zakat, khususnya untuk pemeliharaan atau pembangunan fasilitas.
Tentang Zakat Penghasilan
Zakat Penghasilan adalah zakat yang dikenakan pada pendapatan atau penghasilan seseorang, seperti gaji, honorarium, komisi, keuntungan usaha, atau hasil profesi lainnya.
Berbeda dengan zakat fitrah yang wajib pada bulan Ramadan, zakat penghasilan dikeluarkan secara berkala (bulanan atau tahunan) berdasarkan penghasilan yang diterima.
Prinsip Dasar Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan didasari pada prinsip bahwa harta yang diperoleh merupakan amanah, sehingga sebagian dari harta tersebut wajib disalurkan kepada yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan agama.
Ini mencakup membersihkan harta dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tergolong dalam delapan golongan penerima zakat (asnaf), seperti fakir, miskin, dan ibnu sabil.
Perhitungan Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan umumnya ditentukan sebesar 2,5% dari total penghasilan bruto atau bersih, tergantung pada mazhab atau lembaga zakat yang dianut.
Seseorang wajib menunaikan zakat penghasilan jika pendapatannya mencapai nishab (batas minimum) yang biasanya disetarakan dengan nilai 85 gram emas.
Tujuan Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan tidak hanya bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan sosial, mengurangi kesenjangan, dan mengajarkan rasa tanggung jawab sosial bagi para pemberi zakat.
Hukum Zakat Penghasilan
Hukum Zakat Penghasilan dalam Islam umumnya dianggap wajib oleh sebagian besar ulama kontemporer, meskipun tidak semua sepakat.
Pandangan ini berlandaskan pada konsep harta yang bertumbuh dan adanya kewajiban membantu sesama yang membutuhkan.
Dasar Hukum Zakat Penghasilan
Meskipun zakat penghasilan tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan Hadis, para ulama mengqiyaskan (menyamakannya) dengan zakat perdagangan atau zakat pertanian, mengingat kesamaan prinsip yaitu zakat dikenakan pada harta yang dihasilkan dari usaha atau pekerjaan.
Oleh karena itu, banyak ulama yang menganggap zakat penghasilan sebagai bentuk modern yang relevan untuk menyesuaikan kondisi zaman.
Pendapat Ulama tentang Zakat Penghasilan
- Pendapat Mayoritas Ulama Kontemporer: Mereka berpendapat zakat penghasilan wajib ditunaikan, terutama jika penghasilan tersebut mencapai nishab. Ini karena tujuan zakat tetap sama, yakni membersihkan harta dan membantu yang membutuhkan.
- Pendapat Minoritas: Sebagian ulama berpandangan bahwa zakat penghasilan tidak wajib, namun hanya dianjurkan sebagai bentuk sedekah atau amal karena tidak ada dalil spesifik yang menyebutkannya.
Syarat Wajibnya Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan menjadi wajib bagi seorang Muslim yang memenuhi syarat berikut:
- Beragama Islam – Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim.
- Mencapai Nishab – Jumlah penghasilan harus mencapai batas minimum (nishab) yang setara dengan nilai 85 gram emas.
- Melampaui Kebutuhan Pokok – Penghasilan tersebut bukanlah seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi ada kelebihan yang bisa diambil zakatnya.
Waktu dan Jumlah Zakat Penghasilan
- Waktu Pembayaran: Zakat penghasilan bisa dibayarkan setiap kali menerima penghasilan atau dikumpulkan dan dibayarkan secara bulanan atau tahunan.
- Persentase: Besaran zakat penghasilan adalah 2,5% dari penghasilan bersih atau bruto, tergantung metode yang digunakan.
Kriteria Penerima Zakat yang Ditetapkan Syariat
Golongan Asnaf
Al-Qur’an mengidentifikasi delapan golongan penerima zakat, dikenal sebagai “asnaf”. Ini meliputi fakir, miskin, amil zakat, mu’allaf, riqab, gharim, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Masing-masing asnaf ini memiliki karakteristik khusus yang memenuhi syarat penerima zakat.
Apakah Masjid Termasuk Asnaf?
Apakah masjid termasuk dalam delapan asnaf ini? Menurut pendapat umum, masjid tidak termasuk kategori asnaf penerima zakat. Namun, pengecualian kadang dapat diterapkan, terutama untuk mendukung asnaf yang terlibat dalam kegiatan masjid.
Pandangan Ulama Tentang Zakat untuk Masjid
Banyak ulama memiliki pandangan berbeda tentang apakah masjid boleh menerima zakat. Beberapa menyatakan bahwa zakat sebaiknya diberikan kepada individu yang memenuhi syarat asnaf, sementara yang lain berpendapat masjid dapat menerima zakat untuk tujuan tertentu.
Dalam kasus tertentu, seperti jika ada fakir atau miskin yang terlibat di masjid, maka zakat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka melalui program masjid. Ini adalah pengecualian yang diizinkan oleh sebagian ulama.
Alternatif Pemanfaatan Zakat Penghasilan
Bagi mereka yang ingin membantu masjid tanpa mengganggu aturan zakat, mendonasikan untuk kegiatan sosial atau pendidikan masjid adalah pilihan yang tepat.
Selain zakat, sedekah dan wakaf adalah cara lain untuk mendukung masjid. Sedekah tidak memiliki batasan penerima yang sama dengan zakat, sehingga lebih fleksibel untuk disalurkan ke masjid.
Kesimpulan
Aturan zakat penghasilan menekankan penyaluran kepada asnaf yang berhak, namun ada kondisi khusus di mana masjid dapat menjadi penerima.
Penting bagi umat Muslim untuk berkonsultasi dengan ulama atau lembaga zakat terpercaya sebelum memutuskan.
Ingin tahu lebih lanjut tentang tata cara dan alternatif penyaluran zakat? Kunjungi amalzakat.com sebagai sumber informasi yang tepercaya.
FAQ
1. Apa itu zakat penghasilan?
Zakat penghasilan adalah zakat yang dikeluarkan dari pendapatan atau gaji bersih yang diterima seseorang setelah kebutuhan dasar terpenuhi.
2. Bolehkah zakat penghasilan diberikan ke masjid?
Umumnya, zakat penghasilan disalurkan ke asnaf yang telah ditetapkan. Namun, pengecualian dapat terjadi dalam kondisi tertentu.
3. Apakah ada alternatif lain selain zakat untuk mendukung masjid?
Ya, sedekah dan wakaf adalah alternatif yang dapat digunakan untuk membantu masjid tanpa melanggar aturan zakat.