5 Cara Mengeluarkan Zakat Penghasilan dengan Benar
Panduan lengkap cara mengeluarkan zakat penghasilan dengan mudah. Hitung nisab, kadar zakat, waktu membayar, dan contoh perhitungan yang praktis.
Sebagai umat Muslim, membayar zakat adalah kewajiban yang tidak boleh dilupakan. Namun, bagaimana jika penghasilan Anda berasal dari gaji bulanan atau penghasilan lainnya?
Apakah ada cara khusus untuk menghitungnya? Banyak orang masih bingung tentang cara mengeluarkan zakat penghasilan yang benar.
Menunaikan zakat penghasilan tidak hanya berarti menunaikan kewajiban agama, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar.
Dengan membayar zakat, kita ikut membantu mereka yang membutuhkan, sekaligus menyucikan harta yang kita miliki. Inilah alasan pentingnya memahami proses zakat penghasilan.
Bagi Anda yang masih ragu atau belum tahu langkah-langkah menghitung zakat, jangan khawatir. Artikel ini akan membahas cara mengeluarkan zakat penghasilan secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami.
Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!
Cara Mengeluarkan Zakat Penghasilan
Zakat penghasilan menjadi salah satu kewajiban penting yang harus dipenuhi oleh umat Muslim. Namun, masih banyak yang bingung tentang bagaimana cara mengeluarkan zakat penghasilan dengan benar. Tidak hanya soal angka, tapi juga langkah-langkah yang harus diikuti agar zakat tersebut sah dan tepat sasaran.
Mengeluarkan zakat penghasilan bukanlah hal rumit jika Anda memahami tahapan-tahapannya. Mulai dari menentukan nisab, menghitung penghasilan bersih, hingga menyalurkannya kepada golongan yang berhak, semua harus dilakukan secara sistematis.
Dengan memahami proses ini, Anda bisa menunaikan kewajiban agama sekaligus membantu sesama yang membutuhkan.
Di bawah ini adalah panduan lengkap tentang cara mengeluarkan zakat penghasilan yang bisa Anda ikuti dengan mudah dan praktis. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Tentukan Nisab Zakat Penghasilan
Langkah pertama dalam cara mengeluarkan zakat penghasilan adalah menentukan apakah penghasilan Anda sudah mencapai nisab atau belum. Nisab adalah batas minimum penghasilan seseorang yang membuatnya wajib mengeluarkan zakat.
Nisab zakat penghasilan setara dengan 85 gram emas dalam setahun. Jika harga emas saat ini adalah Rp1.000.000 per gram, maka nisabnya adalah:
85 × Rp1.000.000 = Rp85.000.000 per tahun.
Artinya, jika penghasilan Anda dalam setahun mencapai Rp85.000.000 atau lebih, Anda wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Namun, bagaimana jika ingin menghitungnya per bulan?
Untuk menghitung nisab bulanan, Anda bisa membagi jumlah tersebut dengan 12:
Rp85.000.000 ÷ 12 = Rp7.083.000 per bulan.
Jadi, jika penghasilan bulanan Anda melebihi Rp7.083.000, maka zakat wajib dikeluarkan.
Bagaimana dengan penghasilan tidak tetap?
Jika penghasilan Anda tidak rutin atau berasal dari sumber lain seperti bisnis dan profesi, jumlahkan seluruh penghasilan dalam satu tahun. Selama total penghasilan melebihi nisab tahunan, zakat tetap harus dibayarkan.
Dengan mengetahui nisab, Anda bisa memastikan apakah penghasilan Anda sudah memenuhi syarat wajib zakat atau belum. Ini adalah langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan.
2. Hitung Penghasilan Bersih

Setelah menentukan nisab, langkah berikutnya dalam cara mengeluarkan zakat penghasilan adalah menghitung penghasilan bersih. Penghasilan bersih adalah penghasilan yang sudah dikurangi kebutuhan dasar atau pengeluaran wajib lainnya, seperti:
- Biaya hidup bulanan
- Utang pokok
- Biaya operasional (bagi yang memiliki usaha)
Mengapa harus penghasilan bersih?
Tujuannya adalah agar zakat dihitung secara adil, tanpa membebani seseorang yang masih memiliki kewajiban mendesak lainnya.
Langkah Menghitung Penghasilan Bersih
- Catat Semua Pendapatan
Misalnya, pendapatan bulanan Anda berasal dari:- Gaji: Rp10.000.000
- Bonus: Rp2.000.000
- Pendapatan sampingan: Rp3.000.000
Total pendapatan = Rp15.000.000
- Kurangi Kebutuhan Pokok
Anggap biaya hidup bulanan Anda adalah Rp5.000.000, dan ada cicilan utang sebesar Rp2.000.000.Rp15.000.000 – Rp7.000.000 = Rp8.000.000 (penghasilan bersih).
- Pastikan Melebihi Nisab
Jika penghasilan bersih Anda melebihi nisab bulanan (Rp7.083.000), maka Anda wajib membayar zakat.
Dengan menghitung penghasilan bersih, Anda bisa mengetahui berapa jumlah zakat yang wajib dikeluarkan tanpa memberatkan kebutuhan hidup Anda.
3. Kadar Zakat yang Dikeluarkan
Setelah mengetahui penghasilan bersih, langkah berikutnya dalam cara mengeluarkan zakat penghasilan adalah menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan. Berdasarkan ketentuan syariat Islam, kadar zakat penghasilan adalah 2,5% dari penghasilan bersih.
Rumus Perhitungan Zakat Penghasilan
Zakat = Penghasilan Bersih × 2,5%
Contoh Perhitungan:
- Penghasilan bersih: Rp8.000.000
- Kadar zakat: 2,5%
Rp8.000.000 × 2,5% = Rp200.000
Jadi, Anda wajib mengeluarkan zakat sebesar Rp200.000 setiap bulannya. Jumlah ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika dikeluarkan dengan rutin, dampaknya bisa sangat besar bagi mereka yang membutuhkan.
4. Waktu Mengeluarkan Zakat Penghasilan
Menurut para ulama, zakat penghasilan sebaiknya dikeluarkan segera setelah menerima penghasilan. Hal ini dilakukan agar zakat tidak tertunda dan dapat segera disalurkan kepada yang berhak.
Ada dua pilihan waktu yang bisa Anda lakukan:
- Setiap Bulan
Jika Anda menerima penghasilan rutin setiap bulan, keluarkan zakat langsung dari penghasilan tersebut. Ini lebih praktis dan memudahkan Anda. - Setahun Sekali
Jika penghasilan Anda tidak tetap, total penghasilan dalam satu tahun bisa dijumlahkan terlebih dahulu, kemudian zakat dikeluarkan setelah mencapai nisab.
Dengan menentukan waktu yang tepat, Anda bisa memastikan zakat dikeluarkan secara konsisten dan tidak terlupakan.
5. Salurkan Zakat ke Penerima yang Berhak

Langkah terakhir dalam cara mengeluarkan zakat penghasilan adalah menyalurkan zakat kepada orang yang berhak menerima. Dalam Islam, ada 8 golongan penerima zakat yang disebut sebagai asnaf:
- Fakir
- Miskin
- Amil (pengelola zakat)
- Muallaf (baru masuk Islam)
- Riqab (hamba sahaya)
- Gharimin (orang berhutang)
- Fisabilillah (berjuang di jalan Allah)
- Ibnu Sabil (musafir yang kehabisan bekal).
Untuk memudahkan Anda, zakat bisa disalurkan melalui lembaga resmi seperti Amal Zakat. Lembaga ini memastikan zakat Anda tersalurkan dengan tepat sasaran dan sesuai ketentuan syariat.
Baca Juga : 10 Cara Menyalurkan Zakat Secara Online dengan Aman
Contoh Perhitungan Zakat Penghasilan
Untuk memperjelas, berikut contoh perhitungan zakat penghasilan:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Penghasilan Bulanan | Rp12.000.000 |
| Kebutuhan Pokok & Utang | Rp4.000.000 |
| Penghasilan Bersih | Rp8.000.000 |
| Zakat (2,5%) | Rp200.000 |
Dari tabel di atas, Anda wajib mengeluarkan zakat sebesar Rp200.000 setiap bulan.
Baca Juga : Tips Menunaikan Zakat secara Online Aman dan Mudah
Kesimpulan
Itulah panduan lengkap cara mengeluarkan zakat penghasilan yang bisa Anda terapkan. Dengan memahami nisab, perhitungan penghasilan bersih, dan kadar zakat, Anda bisa menunaikan zakat dengan benar.
Bagi Anda yang ingin lebih mudah dalam menyalurkan zakat, kunjungi amalzakat.com. Situs ini menyediakan layanan zakat terpercaya yang akan membantu Anda menunaikan kewajiban dengan aman dan tepat.
Sudah siap membayar zakat penghasilan Anda? Jangan tunda lagi! Harta yang disucikan akan membawa berkah bagi Anda dan orang lain.