Zakat

Cara menghitung zakat pertanian yang benar

Zakat pertanian diambil dari hasil pertanian. Ini wajib bayar bagi orang atau kelompok dengan lahan pertanian yang menghasilkan cukup sesuai nisab. Nisab ini setara dengan 5 wasaq atau sekitar 653 kg beras1.

Jika hasil panen mencapai nisab, zakat yang dibayar adalah 5% atau 1/20 dari jumlah panen. Hitungan ini setelah pengurangan biaya produksi.

Memahami Zakat Pertanian

Zakat pertanian adalah bagian dari sistem perzakatan Islam. Diberikan atas hasil panen lahan pertanian2. Tujuannya utama adalah melestarikan kekayaan dan ekonomi masyarakat2.

Zakat ini wajib bayar, sesuai firman Allah di surat Al-An’am ayat 141 dan lainnya. Juga dirumuskan dalam hadits, dimana Para Nabi memungut zakat untuk fakir miskin.

Pengertian Zakat Pertanian

Zakat pertanian adalah kewajiban bagi para muslim yang punya lahan pertanian. Aplikasi zakat ini membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi2.

Landasan Hukum Zakat Pertanian

Firman Allah tentang membayar zakat pertanian tertera di Surat Al-An’am ayat 141. Ada juga dalam Surat Al-Baqarah ayat 267. Disebutkan bahwa harus dibayar oleh orang kaya untuk diberikan kepada yang membutuhkan; begini isi haditsnya2.

Sumber Hukum Penjelasan
Surat Al-An’am ayat 141 Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
Surat Al-Baqarah ayat 267 Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Hadits Rasulullah SAW Rasulullah SAW memerintahkan Mu’adz bin Jabal untuk memungut zakat dari orang-orang kaya dan menyalurkannya kepada fakir miskin.

Dari ayat-ayat dan hadits tersebut, tergambar jelas. Zakat pertanian itu penting untuk ekonomi masyarakat2. Ini menunjukkan bahwa zakat pertanian adalah kewajiban bagi muslim dengan lahan yang cukup2.

Ketentuan Nisab Zakat Pertanian

Nisab zakat pertanian adalah sejumlah 5 wasaq. Ini sama dengan 653 kg beras3. Jika panen mencapai atau lebih dari nisab, zakat pertanian harus dibayar. Jika panen kurang dari nisab, zakat tidak perlu dibayar3.

Ketentuan ini membantu petani, khususnya yang berkebun kecil. Mereka tidak terlalu berat membayar zakat pertanian4. Nisab juga menciptakan keseimbangan ekonomi dan sosial4.

Nisab untuk tanaman lain selain padi sama, yaitu 653 kg beras. Pembayaran dilakukan sesuai panen, 5% untuk irigasi buatan, 10% untuk irigasi alami31.

Misalnya, petani menghasilkan 10 ton beras. Zakt yang harus dibayar 500 kg beras. Ini setara dengan Rp5.000.000,- jika harga jual Rp10.000,- per kg3.

Agar perhitungan zakat benar, konsultasikan dengan BAZNAS atau lembaga zakat lain yang terpercaya4.

Menghitung Zakat Pertanian

Hitung zakat pertanian bisa jadi rumit. Tapi, jika kita tahu langkah-langkahnya, bayar zakat jadi lebih mudah dan dirasa adil. Yuk, kita coba pelajari bersama cara menghitung zakat yang benar.

Langkah-langkah Menghitung Zakat Pertanian

  1. Pertama, kenali tanaman dan apa yang dihasilkannya. Zakat pertanian wajib diberikan pada hasil berbagai macam tanaman. Misalnya, seperti padi, jagung, dan buah-buahan.
  2. Tentukan sistem irigasi yang dipakai. Cara penyiraman ini memengaruhi jumlah zakat yang dibayar1.
  3. Hitung banyaknya hasil panen. Jumlah ini nanti jadi dasar perhitungan zakat yang wajib dikeluarkan.
  4. Tentukan apakah jumlah panen sudah memenuhi nisab. Nisab zakat pertanian adalah 5 wasaq. Ini setara dengan 653 kg gabah atau 524 kg beras1.
  5. Lalu, hitung seberapa banyak zakat yang perlu dibayarkan. Besarnya zakat bisa 5% hingga 10%. Itu tergantung dari sistem irigasi yang dipergunakan1.

Dengan langkah-langkah ini, zakat pertanian bisa dihitung sesuai hukum agama. Penting juga, zakat ini harus kita berikan ketika tanaman sudah matang atau keras1.

Zakat pertanian itu bermanfaat lho. Misalnya, bisa membersihkan harta yang kita punya. Dan, menolak sifat sombong dari diri kita1. BAZNAS membantu kaum muslim untuk bayar zakat, infak, atau sedekah secara online1.

Dengan cara yang benar, kita jadi bisa berbakti lebih baik pada agama. Kitapun turut serta membangun masyarakat yang lebih baik.

Jenis Tanaman Pertanian

Dalam dunia pertanian, banyak jenis tanaman butuh zakat. Tanaman yang butuh zakat dibagi jadi dua: tanaman makanan pokok dan tanaman perkebunan5.

Tanaman Makanan Pokok

Tanaman padi, gandum, dan jagung termasuk tanaman makanan pokok. Mereka perlu diberi zakat.
Nisab zakat untuk tanaman ini adalah 5 wasaq, atau 653 kg5.
Jika ditanami pakai air hujan, harus bayar 5%. Pakai air lain, bayar 10%6.

Tanaman Perkebunan

Tanaman perkebunan seperti durian, mangga, cengkih, kopi, dan kelapa juga kena zakat. Nisab zakat untuk mereka 10 wasaq atau 1.306 kg5.
Dibayarkan 10% untuk zakat, sama semua tanaman, biarpun pakai air hujan atau tidak6.

Tanaman makanan pokok dan perkebunan berbeda di air dan biaya perawatan. Tanaman makanan pokok butuh biaya air lebih sedikit.
Ini membuat zakatnya lebih murah daripada tanaman perkebunan6.

Jenis Tanaman Nisab Zakat Kadar Zakat
Tanaman Makanan Pokok (Padi, Gandum, Jagung) 653 kg 5% (jika diberi air hujan)
10% (jika pakai air lain)
Tanaman Perkebunan (Durian, Mangga, Cengkih, Kopi, Kelapa) 1.306 kg 10% (untuk semua, pakai air hujan atau tidak)

Sistem Irigasi dan Pengaruhnya pada Zakat

Sistem irigasi di lahan pertanian mempengaruhi zakat yang harus dibayar4. Ada irigasi alami dan irigasi buatan4. Keduanya memengaruhi kadar zakat petani.

Jika tanaman ditanam dengan air hujan atau mata air, kadar zakatnya 10%4. Jika menggunakan air disiram, kadar zakatnya turun menjadi 5%4.

Nisab zakat pertanian itu sendiri tersedia dalam banyak pilihan lingkungan dan tanaman4. Di sumber terpercaya, nisab zakat pertanian sama dengan 5 wasaq. Itu setara dengan 653 kg gabah atau 520 kg produk pokok7. Penting untuk tahu tanaman apa dan cara penyiraman untuk hitung zakat4.

Setelah memilih jenis penyiraman, petani bisa menghitung zakat. Gunakan persentase yang sesuai untuk irigasi alami dan buatan4. Zakat ditujukan pada 8 kelompok penerima zakat4.

Lebih baik konsultasi ke BAZNAS atau lembaga zakat terdekat untuk pastiin penghitungan benar4.

sistem irigasi pertanian

Jenis Irigasi Kadar Zakat
Irigasi Alami (Gharibah) 10%
Irigasi Buatan (Basah) 5%

Petani yang punya irigasi campuran bayar zakat sebanyak 7,5%8. Zakat dibayarkan dari makanan utama yang bisa disimpan, bukan dari hasil lainnya8.

Memahami ikatan antara irigasi dan zakat penting. Ini untuk pastikan zakat sesuai syariat dan bermanfaat untuk yang membutuhkan4.

cara menghitung zakat pertanian

Contoh Perhitungan Zakat Pertanian

Bagi para petani, penting tahu cara menghitung zakat pertanian. Contohnya, Bapak H. Sutik punya sawah 2 hektar. Dia tanam padi dan setelah panen, hasilnya 10 ton beras.

Biaya produksinya Rp 5.000.000. Dijual dengan harga Rp 10.000 per kilogram. Maka, zakatnya sebesar 500 kg beras or senilai Rp 5.000.0009.

Dalam perhitungan zakat pertanian, kita perlu tahu beberapa aturan:3

  • Nisab zakat pertanian adalah 653 kg beras3.
  • 5% dari hasil panen adalah zakatnya3.
  • Bila pakai irigasi yang berbiaya, zakatnya 5%. Jika irigasi alami atau air hujan, zakatnya 10%3.
  • Harus membayar zakat saat panen3.

Ada juga aturan lain tentang zakat pertanian:1

  1. Setiap petani wajib bayar zakat, itu hukum dalam Islam1.
  2. Bijian, buah, sayur, dll., harus dizakati1.
  3. 10% zakat kalau pakai irigasi alami, 5% kalau berbayar1.
  4. Bayar zakatnya saat panen, tidak harus menunggu periode haul1.

Mengetahui ketentuan dan cara menghitung zakat pertanian sangat penting. Semoga, para petani berdaya dan benar dalam membayar zakat mereka931.

Badan Amil Zakat Pertanian

Zakat pertanian bisa diberikan lewat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau lembaga zakat yang dipercaya10. Penyaluran ini untuk delapan golongan menerima zakat (asnaf) menurut syariat Islam2.

BAZNAS adalah badan yang tugasnya mengumpulkan dan membagi zakat pertanian di Indonesia10. Mereka membantu petani dalam memberi dan menyebarkan zakat pertanian10.

Baznas pastikan dana zakat pertanian diberikan dengan tepat untuk delapan asnaf seperti yang syariatkan Islam telah atur2. Ini untuk zakat bisa maksimal manfaatkannya untuk masyarakat yang butuh.

Jenis Sistem Irigasi Kadar Zakat Pertanian
Irigasi Alami (Gharibah) 10% dari total hasil panen setelah mencapai nisab4
Irigasi Buatan (Basah) 5% dari total hasil panen setelah mencapai nisab4

Penting untuk tahu jenis tanaman yang ditanam dan cara irigasi untuk hitung zakat pertanian4. Sebaiknya, konsultasikan hitungan zakat dengan ulama atau lembaga seperti BAZNAS. Yang penting, pastikan adalah zakat pertanian dihitung dengan benar4.

Penerima Zakat Pertanian

Zakat pertanian yang dikumpulkan harus disalurkan pada delapan kelompok penerima (asnaf). Ini telah ditetapkan dalam Al-Quran11. Mereka termasuk fakir, miskin, amil zakat, muallaf, riqab (budak yang memerdekakan diri), gharimin (yang berhutang), fi sabilillah (yang berjuang di jalan Allah), dan ibnu sabil (yang bepergian).

  1. Fakir: Mereka tidak banyak harta dan pekerjaan.
  2. Miskin: Menjadi miskin meski punya harta atau pekerjaan.
  3. Amil Zakat: Bertugas dalam pengumpulan dan pembagian zakat.
  4. Muallaf: Belum lama masuk Islam dan butuh dukungan.
  5. Riqab (Budak): Berupaya untuk bebas dari perbudakan.
  6. Gharimin (Orang yang Berhutang): Memiliki utang tapi tak bisa bayar.
  7. Fi Sabilillah (Perjuangan di Jalan Allah): Termasuk pejuang dan mujahid.
  8. Ibnu Sabil (Orang dalam Perjalanan): Yang sedang bepergian tapi kekurangan.

Pembagian zakat pertanian harus adil dan merata pada kelompok penerima yang ditentukan11. Ini penting untuk memenuhi kewajiban agama, menyucikan harta, dan memajukan kesejahteraan masyarakat12.

Manfaat Menunaikan Zakat Pertanian

Bagi umat muslim, menunaikan zakat pertanian sungguh penting. Ini tidak hanya kewajiban agama. Zakat pertanian bermanfaat bagi banyak orang13.

Melalui zakat pertanian, kita bisa membersihkan hati dan jiwa. Kita belajar untuk tidak terlalu mencintai harta sendiri. Kita berbagi hasil panen dengan yang membutuhkan13.

Zakat pertanian juga dorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. Terutama golongan fakir dan miskin. Dana zakat menunjang program ekonomi dan sosial bagi mereka13.

Zakat pertanian mengikat tali sosial dan rasa kebersamaan. Saling berbagi melalui zakat memperkuat masyarakat. Ini menjadikan ekonomi lebih merata dan sosial lebih seimbang13.

Link Sumber

  1. https://bmh.or.id/nisab-zakat-pertanian/
  2. https://baznas.go.id/artikel-show/Mengenal-Pengertian-Zakat-Pertanian-dan-Cara-Menghitungnya/244
  3. https://zakatpedia.com/services/zakat-pertanian
  4. https://baznas.go.id/artikel-show/Nisab-dan-Kadar-Zakat-Pertanian/241
  5. https://www.birdsnbees.co.id/perhitungan-zakat-pertanian/
  6. https://www.birdsnbees.co.id/kadar-zakat-pertanian/
  7. https://www.rumahzakat.org/id/bagaimana-cara-membayar-zakat-pertanian
  8. https://yatimmandiri.org/blog/berbagi/zakat-pertanian/
  9. https://lazismu.org/view/bagaimana-cara-hitung-zakat-pertanian-pompanisasi
  10. https://yatimmandiri.org/blog/berbagi/zakat-pertanian-jagung/
  11. https://yatimmandiri.org/blog/berbagi/zakat-pertanian-cabe/
  12. https://info.lazismujatim.org/bagaimana-perhitungan-zakat-pertanian-dan-harta-kekayaan
  13. https://kabsemarang.baznas.org/laman-30-keutamaan-dan-manfaat-zakat.html

Amal Zakat

Melalui situs amalzakat, kita bisa berkontribusi pada kebaikan. Temukan makna dalam berbagi untuk kesejahteraan bersama.