Orang yang Berhak Menerima Zakat Disebut Apa?
Orang yang Berhak Menerima Zakat Disebut Apa? Temukan siapa orang yang berhak menerima zakat dan bagaimana zakat membantu meringankan beban mereka. Artikel lengkap tentang mustahiq dan manfaat zakat untuk masyarakat.
Dalam membahas tentang zakat, pertanyaan yang sering muncul di kalangan masyarakat adalah “Orang yang Berhak Menerima Zakat Disebut Apa?”.
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang penting, berfungsi sebagai alat pembersih harta dan jiwa, serta sebagai cara untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Dalam artikel amalzakat.com kali ini, kita akan menjelaskan secara mendalam tentang penerima zakat, kriteria mereka, dan bagaimana zakat dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.
Orang yang Berhak Menerima Zakat Disebut
Dalam Islam, orang yang berhak menerima zakat disebut dengan “Mustahiq”. Mustahiq adalah individu atau kelompok yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan syariat Islam, sehingga mereka berhak untuk menerima zakat dari mereka yang mampu atau disebut “Muzakki”.
Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana ditetapkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yaitu:
- Fakir – Orang yang tidak memiliki harta atau pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
- Miskin – Orang yang memiliki harta atau pendapatan namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
- Amil – Orang yang ditugaskan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
- Muallaf – Orang yang baru masuk Islam dan memerlukan bantuan untuk menguatkan imannya atau membutuhkan bantuan untuk kesejahteraan hidupnya.
- Riqab – Budak yang ingin membebaskan diri dari perbudakan.
- Gharimin – Orang yang berhutang untuk kebutuhan pokok atau kepentingan umum, dan tidak mampu membayar hutang tersebut.
- Fi Sabilillah – Orang yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam menyebarkan agama Islam atau berjuang untuk kesejahteraan umat Islam.
- Ibnus Sabil – Musafir yang kehabisan biaya dalam perjalanannya dan memerlukan bantuan untuk melanjutkan perjalanan atau kembali ke tanah air.

Manfaat Zakat bagi Penerima dan Masyarakat
Pembagian zakat kepada mustahiq memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya bagi penerima zakat itu sendiri tetapi juga bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.
Zakat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, serta membantu mereka yang berada dalam kondisi sulit untuk mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan.
FAQs tentang Penerima Zakat
Q: Bagaimana cara menentukan seseorang berhak menerima zakat?
A: Penentuan mustahiq dilakukan dengan memeriksa kondisi ekonomi dan sosial individu tersebut sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.
Q: Apakah penerima zakat bisa berubah statusnya?
A: Ya, jika kondisi ekonomi seseorang sudah membaik dan ia sudah mampu memenuhi kebutuhan sendiri, maka ia tidak lagi berhak menerima zakat.
Q: Dapatkah zakat diberikan kepada non-Muslim?
A: Secara umum, zakat ditujukan untuk umat Islam. Namun, untuk kategori tertentu seperti muallaf, zakat dapat digunakan sebagai sarana untuk membantu mereka yang baru masuk Islam.
Melalui pemahaman yang mendalam tentang “Orang yang Berhak Menerima Zakat Disebut Apa”, kita dapat lebih mengaplikasikan zakat secara tepat guna.
Dengan memberikan zakat kepada yang berhak, kita tidak hanya memenuhi kewajiban sebagai umat Muslim, tapi juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan kesenjangan sosial dalam masyarakat.
Mari kita bersama-sama memperkaya pengetahuan kita tentang zakat dan meningkatkan kesadaran untuk membantu sesama.