Kemkomdigi: Label IGRS muncul di Steam akibat miskomunikasi internal
Kemkomdigi: Label IGRS Muncul di Steam Akibat Kesalahan Komunikasi Internal
Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkomdigi) menjelaskan bahwa sistem penilaian Indonesia Game Rating System (IGRS) sempat terlihat di platform Steam karena kesalahan komunikasi dalam proses internal. “Pagi tadi, tim Steam mengirimkan surat permintaan maaf terkait kesalahan komunikasi internal,” ujar Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, dalam wawancara di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Senin.
Dalam penjelasannya, Sonny menyebutkan bahwa ada satu tahap yang terlewat. Prosesnya seharusnya dimulai dengan pengiriman laporan klasifikasi game ke pihak Kemkomdigi, baru kemudian diperbolehkan untuk menerapkan uji coba label tersebut di Steam.
“Jadi, mereka (Steam) tidak mengirimkan laporan ke kita terlebih dahulu. Seharusnya kita memberi izin setelah mereka melaporkan hasil penilaian mandiri,” tambah Sonny.
Menurut Sonny, label klasifikasi usia yang ditampilkan di Steam pada awalnya merupakan penilaian mandiri oleh pihak platform, tanpa dikonfirmasi oleh pemerintah. Saat ini, Steam telah menghapus label IGRS dari game-game yang beredar di platformnya dan kembali menggunakan sistem penilaian internasional.
Proses Sinkronisasi Standar Rating
Sonny menegaskan bahwa penerapan klasifikasi game di Indonesia masih memerlukan sinkronisasi standar rating antara platform dan Kemkomdigi. “Di negara lain, sistem mereka sudah matang, bisa langsung diterapkan. Tapi di sini, ada proses logika yang harus disinkronisasikan terlebih dahulu,” jelasnya.
Saat ini, tidak ada nota kesepahaman maupun integrasi sistem API antara Kemkomdigi dengan Steam. Ini menyebabkan munculnya label IGRS di platform tersebut, yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam diskusi di media sosial, pengguna Steam mengeluhkan ketidaksesuaian label rating pada sejumlah game. Contohnya, game dengan konten dewasa mendapat nilai 3+ sedangkan game yang lebih ramah anak justru diberi label 18+.



