Key Discussion: China kritik RUU pengendalian ekspor AS
China kritik RUU pengendalian ekspor AS
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR) baru saja menyahkan draf rancangan undang-undang (RUU) tentang pengendalian ekspor, yang mendapat perhatian kritis dari China. RUU ini menargetkan penguatan pengawasan terhadap peralatan produksi chip canggih, menurut laporan Kantor Berita Xinhua. Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa jika RUU tersebut diimplementasikan, akan mengganggu kestabilan ekonomi global dan perdagangan internasional.
Draf RUU dan Proses Legislatif
RUU pengendalian ekspor AS, yang dikenal sebagai MATCH Act, telah disahkan oleh Komite Urusan Luar Negeri DPR pada awal April. Juru bicara China menekankan bahwa langkah ini berpotensi menghambat pertumbuhan industri semikonduktor global serta mengganggu rantai pasokan internasional. Ia juga menyoroti kekhawatiran terhadap ekspansi konsep keamanan nasional yang dianggap berlebihan dalam pengendalian teknologi.
“China akan memantau proses legislatif secara ketat, mengevaluasi dampaknya terhadap kepentingan nasional, dan mengambil tindakan tegas jika diperlukan untuk melindungi hak sah perusahaan-perusahaan dalam negeri,” ujar juru bicara tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengundurkan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping dari akhir Maret ke Mei mendatang, karena konflik dengan Iran. Meski begitu, AS dan China tetap berselisih dalam berbagai isu, seperti perdagangan dan status Taiwan. Kedua negara, sebagai ekonomi terbesar dunia, terus bersaing dalam kebijakan ekonomi dan teknologi global.