Solving Problems: BPS catat 48.200 rumah tangga di PBD huni rumah tak layak
BPS catat 48.200 rumah tangga di PBD huni rumah tak layak
Dalam laporan terbaru, 48.200 keluarga di wilayah Papua Barat Daya (PBD) masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan. Angka ini mencerminkan 36,35 persen dari seluruh rumah tangga di sana, menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga penduduk yang telah memiliki tempat tinggal belum memiliki kondisi yang memadai. “Mereka memiliki rumah sendiri, tetapi kondisi huniannya belum memenuhi standar kelayakan,” ujarnya di Sorong, Senin.
“Artinya mereka sudah punya rumah, tetapi kondisinya belum layak huni,” kata Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik RI, di Sorong, Senin.
Amalia menjelaskan bahwa masalah perumahan di PBD mencakup dua aspek utama: kepemilikan dan kualitas hunian. Kondisi rumah yang tidak layak huni dianggap sebagai indikator penting dalam menilai tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kesan layak huni tidak hanya tergantung pada kepemilikan rumah, tetapi juga pada kondisi fisik dan fasilitas yang disediakan.


