Special Plan: Gerakan Satu Jam-Ku implementasikan PP Tunas atasi kecanduan gawai

Special Plan: Gerakan Satu Jam-Ku untuk Atasi Kecanduan Gawai

Special Plan – Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan inisiatif Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (Satu Jam-Ku) sebagai langkah penting untuk mengurangi risiko kecanduan anak terhadap perangkat digital. Gerakan ini dirancang agar masyarakat, khususnya orang tua, lebih aktif dalam memastikan anak-anak memiliki keseimbangan antara waktu bermain gadget dan aktivitas sosial. Dalam konteks ini, Special Plan menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas), yang memperkuat tanggung jawab penyedia platform digital dalam menjaga keberlanjutan penggunaan teknologi oleh anak-anak.

PP Tunas sebagai Pilar Regulasi Digital

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan bahwa PP Tunas memainkan peran strategis dalam menekan dampak negatif penggunaan gadget. Regulasi ini mengatur kewajiban penyedia sistem elektronik, seperti pengelola situs web dan aplikasi, untuk melindungi anak dari paparan berlebihan media digital. “Special Plan berjalan sejalan dengan PP Tunas, karena gerakan ini memperkuat upaya regulasi dari sisi konsumen,” jelas Woro saat diwawancara di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan bahwa keduanya saling melengkapi, dengan PP Tunas menjamin perlindungan di tingkat teknis, sementara Special Plan mengajak masyarakat untuk melibatkan diri secara aktif.

“Special Plan menciptakan kesadaran bahwa satu jam berkualitas bersama keluarga bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Melalui kegiatan positif, anak bisa terhindar dari kecanduan dan lebih berkembang secara holistik,” ujar Woro.

Kolaborasi untuk Membangun Lingkungan Digital Sehat

Gerakan Satu Jam-Ku bertujuan meningkatkan partisipasi orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Woro menjelaskan bahwa Special Plan diluncurkan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat. “Kita harus menggandeng seluruh pihak, mulai dari penyedia teknologi hingga keluarga, agar Special Plan bisa berjalan efektif,” kata Woro. Menurutnya, keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kesinambungan komunikasi dan penguatan kebiasaan baik di tingkat keluarga.

Dalam upaya melibatkan masyarakat, Kemenko PMK menggencarkan sosialisasi Special Plan melalui berbagai kegiatan. Contohnya, pelatihan orang tua dalam mengatur waktu anak di layar, serta kerja sama dengan organisasi lokal untuk menyebarkan ide kegiatan bersama. “Special Plan tidak hanya fokus pada pembatasan waktu, tetapi juga pada pembentukan kebiasaan positif, seperti membaca, bermain tradisional, atau berolahraga bersama,” tambahnya. Ini menjadi bagian dari strategi holistik untuk memastikan anak tumbuh secara seimbang di era digital.

Pengembangan Keberlanjutan Gerakan

PP Tunas dan Special Plan diharapkan menjadi fondasi untuk mengembangkan keberlanjutan penggunaan teknologi. Woro menyatakan bahwa regulasi tersebut memberikan pedoman bagi penyedia layanan digital untuk memastikan konten yang aman bagi anak. “Melalui PP Tunas, pemerintah memberikan jaminan bahwa sistem elektronik tidak hanya memudahkan, tetapi juga melindungi. Sementara Special Plan mengajak masyarakat untuk menyesuaikan pola hidup dengan teknologi,” jelas Woro. Dengan demikian, keduanya membentuk pendekatan dua arah: regulasi dari pihak penyedia dan partisipasi aktif dari pengguna.

Untuk memperkuat dampak Special Plan, Kemenko PMK sedang mendorong inisiatif-inisiatif lokal yang mengadopsi gerakan ini. “Kami berharap masyarakat bisa menjadikan satu jam berkualitas sebagai bagian dari rutinitas harian. Dengan menggabungkan PP Tunas dan Special Plan, kita bisa mengatasi kecanduan gawai secara sistematis,” pungkas Woro. Ia menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya tentang pembatasan, tetapi juga tentang pembentukan nilai dan kesadaran yang lebih dalam.

Perspektif Masa Depan dengan Special Plan

Kecanduan gawai dianggap sebagai ancaman besar terhadap perkembangan anak, terutama dalam aspek kognitif dan sosial. Woro menegaskan bahwa Special Plan menjadi bagian dari solusi jangka panjang. “Kita perlu membangun kebiasaan yang sehat, agar anak tidak terjebak dalam penggunaan gadget berlebihan. Special Plan adalah langkah awal, tetapi harus dilanjutkan dengan kesadaran kolektif,” jelasnya. Dengan implementasi yang tepat, gerakan ini diharapkan bisa membentuk generasi muda yang lebih adaptif dan cerdas dalam menghadapi dunia digital.

Special Plan juga menjadi acuan untuk pengembangan kebijakan masa depan. “Pemerintah terus memperluas program ini, agar seluruh elemen masyarakat bisa berpartisipasi. PP Tunas dan Satu Jam-Ku saling mendukung, sehingga kecanduan gawai bisa diminimalkan secara bertahap,” tambah Woro. Ia optimis bahwa melalui kolaborasi dan kesadaran bersama, Indonesia bisa menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi anak-anaknya.