Key Strategy: ULM raih akreditasi Unggul untuk Prodi Kedokteran Gigi

ULM Raih Akreditasi Unggul untuk Program Studi Kedokteran Gigi

Key Strategy – Banjarmasin – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil memperoleh pengakuan akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) untuk dua program studi, yaitu Sarjana Pendidikan Dokter Gigi dan Pendidikan Profesi Dokter Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi. Penghargaan ini tercatat dalam Sertifikat Akreditasi yang berlaku selama empat tahun, dengan nomor 0138/LAMPTKes/Akr/Sar/III/2026 untuk program Sarjana Pendidikan Dokter Gigi, serta nomor 0139/LAM-PTKes/Akr/Pro/III/2026 untuk program Pendidikan Profesi Dokter Gigi. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat ULM dalam menjaga standar pendidikan tinggi kesehatan yang tinggi.

Rektor ULM Beri Apresiasi atas Pengakuan Akreditasi

Dalam sebuah pernyataan, Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini. Menurutnya, akreditasi Unggul bukan hanya prestasi yang membanggakan, tetapi juga bukti bahwa seluruh elemen akademik berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Ini merupakan bukti nyata dari upaya yang konsisten dalam memastikan proses pembelajaran dan pengajaran tetap sesuai dengan standar nasional,” katanya. Ia menekankan bahwa pengakuan tersebut memberikan jaminan bahwa program studi ULM mampu memenuhi kriteria yang ketat, termasuk aspek akademik, pelayanan mahasiswa, dan keberlanjutan program.

“Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen seluruh elemen akademik dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi,” ujar Prof Alim. Ia menambahkan, prestasi ini juga membuka peluang baru untuk memperkuat citra ULM sebagai institusi pendidikan kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.

Menurut Prof Alim, selama ini Fakultas Kedokteran Gigi ULM telah memperlihatkan konsistensi dalam menyediakan program studi yang berkualitas. Pencapaian akreditasi Unggul, katanya, menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya memenuhi syarat minimal, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa. “Saya yakin, hasil ini akan memberikan dorongan tambahan untuk terus mengembangkan sumber daya manusia kesehatan yang handal,” lanjutnya.

Strategi FKG ULM untuk Menjaga Mutu Pendidikan

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM, Prof. Dr. drg. Maharani Laillyza Apriasari, menjelaskan bahwa upaya menjaga mutu pendidikan tidak hanya berhenti pada akreditasi, tetapi juga melibatkan berbagai langkah strategis. Ia mengatakan, seluruh tim pengajar dan staf kependidikan di FKG ULM telah berperan aktif dalam memperbaiki kualitas program. “Kita terus berinovasi dalam metode pengajaran, penilaian, dan pengembangan kurikulum agar selaras dengan tuntutan dunia kerja,” tuturnya.

“Bagi para calon mahasiswa baru ini adalah suatu jaminan, bagi para dosen dan tenaga kependidikan ini adalah suatu kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan akreditasi tetap Unggul,” ucap Prof Maharani. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang dihasilkan tidak hanya diukur dari hasil akreditasi, tetapi juga dari tanggung jawab besar yang diembankan kepada seluruh staf.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah pelaksanaan Audit Mutu Internal secara rutin. Proses ini memberikan evaluasi mendalam terhadap seluruh aspek pendidikan, termasuk kurikulum, fasilitas pendukung, dan keterlibatan masyarakat akademik. Selain itu, FKG ULM juga menekankan penguatan tim penjaminan mutu yang terdiri dari dosen, staf, dan profesional kesehatan. “Dengan adanya tim yang handal, kita bisa memastikan bahwa semua kebijakan pendidikan selalu terukur dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” jelasnya.

Meningkatkan sarana dan prasarana kampus juga menjadi prioritas FKG ULM. Fasilitas seperti laboratorium, ruang praktik, serta akses ke teknologi pendidikan terkini dirancang untuk mendukung pengalaman belajar yang optimal. Selain itu, kerja sama strategis dengan rumah sakit jejaring membantu menyediakan peluang magang dan penelitian yang lebih luas bagi mahasiswa. “Kemitraan dengan rumah sakit profesional memberikan keuntungan besar bagi program studi, karena memastikan bahwa mahasiswa terlibat langsung dalam praktik klinis,” imbuh Prof Maharani.

Upaya Berkelanjutan untuk Mencetak Tenaga Kesehatan Berkualitas

Prof Alim Bachri menyoroti bahwa akreditasi Unggul merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa ULM tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa. Ia menegaskan, keberhasilan ini menjadi dasar untuk terus mengoptimalkan pelayanan pendidikan, baik melalui pengembangan kurikulum maupun penggunaan metode pengajaran yang inovatif. “Kita perlu terus bergerak maju untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan, terutama dalam memproduksi tenaga profesional yang mampu bersaing secara global,” katanya.

Menurut Prof Alim, pengakuan dari LAM-PTKes tidak hanya meningkatkan reputasi ULM, tetapi juga menunjukkan bahwa program studi Kedokteran Gigi memiliki daya saing yang kuat. Ia menyebutkan, proses akreditasi melibatkan pengevaluasian yang menyeluruh, termasuk kinerja mahasiswa, keberlanjutan program, dan kesiapan menyambut perubahan di bidang kesehatan. “Dengan akreditasi Unggul, kita memiliki kewajiban untuk terus berinovasi dan memenuhi standar yang semakin tinggi,” tegasnya.

Dekan FKG juga menyampaikan bahwa penguatan kompetensi dosen dan staf kependidikan menjadi fokus utama. “Seluruh elemen akademik diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan workshop secara berkala, sehingga mereka terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan profesional,” katanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas pengajaran tetap terjaga, sejalan dengan visi ULM menjadi institusi pendidikan kesehatan unggul di Indonesia.

Di sisi lain, program studi Kedokteran Gigi ULM berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan institusi kesehatan lain. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas