New Policy: Pemkab Lebak verifikasi pendataan 200 siswa Sekolah Rakyat
Pemkab Lebak Verifikasi Pendataan 200 Siswa Sekolah Rakyat
Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, sedang melakukan pemeriksaan data siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan ini mencakup tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Plt Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan bahwa jumlah peserta Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 200 orang menjadi target utama.
“Kita menargetkan jumlah siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 itu sebanyak 200 siswa,” kata Lela Gifty Cleria di Lebak, Minggu.
Pemerintah melakukan verifikasi ini agar siswa yang masuk program benar-benar berasal dari keluarga miskin. Hasil evaluasi peserta akan disampaikan ke Bupati untuk ditetapkan sebagai siswa dari keluarga miskin rentan dan ekstrem Desil 1 serta 2. Tujuannya adalah memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Menurut Lela, seluruh hasil asesmen akan diberikan ke Bupati untuk diterbitkan surat keputusan (SK) peserta didik. Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak tahun ajaran 2025/2026 berjalan lancar, meskipun lokasi tempat belajarnya masih di Gedung BPMP Kemendikdasmen. Sementara Sekolah Rakyat Terpadu berada di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkab Lebak.
“Kami berharap pendataan siswa baru selesai sebelum Mei 2026,” katanya.
Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Dengan demikian, rekrutmen siswa baru sedang dilakukan melalui verifikasi pendataan. Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lebak terlibat dalam proses ini.
Sekolah Rakyat kini memiliki gedung baru permanen yang dibangun Kementerian PUPR di Panggarangan, Lebak. Gedung tersebut dilengkapi sarana pendukung seperti asrama, ruang belajar, ruang dapur, ruang makan, lapangan sepak bola, fasilitas kesenian, dan lainnya. Kegiatan KBM di tempat ini dipastikan berjalan optimal.
“Kita meyakini dengan pendidikan yang baik itu dipastikan dapat menghapuskan kemiskinan,” kata Lela.
Sekolah Rakyat, yang diprogramkan oleh Presiden Prabowo Subianto, bertujuan mencetak generasi muda dari keluarga miskin yang memiliki kompetensi dan keterampilan. Siswa yang berprestasi akademik nantinya bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sementara yang tidak melanjutkan kuliah akan dipekerjakan di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam program ini, jumlah siswa untuk tahun ajaran 2026/2027 terbagi atas 25 orang SD, 75 orang SMP, dan 100 orang SMA. Verifikasi pendataan yang dilakukan menjaga keakuratan data untuk memastikan penerimaan siswa yang tepat.