Facing Challenges: Cukur Persipal 8-3, Barito Putera tetap gagal promosi ke Super League
Cukur Persipal 8-3, Barito Putera tetap gagal promosi ke Super League
Facing Challenges – Di Banjarmasin, PS Barito Putera mengalami kegagalan dalam mencapai promosi ke Super League, meski sukses meraih kemenangan dramatis 8-3 atas Persipal FC dalam pertandingan Grup B/Timur Liga Championship pekan ke-27 di Stadion 17 Mei, Kalimantan Selatan, pada hari Minggu, 3 Mei. Meskipun hasil ini menunjukkan dominasi tim, kemenangan tersebut tidak cukup untuk memastikan tiket ke liga utama, karena PSS Sleman menang telak 3-0 melawan PSIS, yang memperkuat posisi mereka sebagai pemenang grup.
Persipura juga berhasil mengamankan tiket ke babak playoff dengan mengalahkan Persiku 2-0, sehingga menghadapi Adhyaksa FC dari Grup 1/Barat. Sementara itu, Barito Putera tercatat sebagai tim peringkat ketiga dalam klasemen grup. Hasil ini memicu penasaran bagi penggemar sepak bola, karena Barito Putera tampaknya memiliki potensi besar untuk naik ke level lebih tinggi.
Awal Pertandingan yang Mengesankan
Barito Putera langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Menit ketiga menjadi momen penting, setelah Ferdiyansyah menciptakan peluang yang berujung pada umpan silang kepada Erwin Gerard. Sang striker mengambil kesempatan dengan baik, melepaskan tendangan ke pojok kiri gawang lawan. Meski Persipal FC berusaha menutupi keunggulan Barito, pertahanan tim tamu sempat menghalangi upaya mereka untuk menyamakan skor pada menit keenam.
Kemenangan yang Memperkuat Dominasi
Menit ketujuh dan kesembilan menjadi pembukaan lebih lanjut untuk Barito Putera. M. Wildan dan Alexsandro masing-masing mencatatkan namanya di papan skor, memberi tekanan besar pada Persipal. Tidak butuh waktu lama, Barito kembali menambah keunggulan pada menit ke-30 melalui gol Fabiano Beltrame, yang mengubah skor menjadi 2-0. Alexsandro menggandakan keunggulan dengan gol ketiga pada menit ke-35, disusul Erwin Gerard pada menit ke-37.
Persipal FC tidak berdiam begitu saja. Mereka mencoba bangkit melalui sejumlah serangan, salah satunya dari tendangan bebas Kenzo Nambu pada menit ke-39. Namun, upaya mereka belum cukup mengancam. Di babak pertama, Barito Putera memperbesar keunggulan pada menit 45+2, saat Alexsandro mencetak gol keempat, membuat skor menjadi 4-0.
Momen Penting dan Perubahan Arus
Di babak kedua, Persipal FC berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Kenzo Nambu pada menit ke-48, mengubah skor menjadi 1-4. Barito langsung membalas dengan umpan silang yang disambar Alexsandro pada menit ke-53, namun gol ini dianulir setelah VAR memverifikasi bahwa kiper Persipal, Muhammad Alim, sudah memegang bola sebelum terjadi kontak. Di menit ke-66, Ricardo Cristian mencatatkan gol kelima Barito, yang kemudian diubah menjadi skor 6-1 pada menit ke-73 melalui eksekusi penalti.
Keunggulan Barito Putera terus bertahan, tetapi Persipal FC tak menyerah. Kenzo Nambu mencetak gol kedua untuk timnya pada menit ke-70, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-6. Tidak lama kemudian, Meru Kimura mengubah skor menjadi 3-6 dengan tendangan bebas di menit ke-79. Namun, Barito Putera kembali mengukir rekor dengan dua gol tambahan. Lassana Doucoure mencetak gol ke-7 pada menit ke-89, dan Bagus Kahfi menutup pertandingan dengan gol ke-8 melalui sundulan di menit ke-90.
Hasil ini memberi kemenangan dramatis bagi Barito Putera, tetapi tidak cukup untuk meraih tiket promosi ke Super League. Kemenangan PSS Sleman atas PSIS 3-0 menjadi penentu, karena tim tersebut mengunci posisi sebagai juara grup. Meskipun Barito Putera tampil konsisten sepanjang pertandingan, keunggulan skor dari PSS Sleman mengakhiri harapan mereka. Dengan skor 8-3, Barito Putera mengajukan pertanyaan besar tentang konsistensi tim dalam pertandingan-pertandingan kritis.
Banyak analisis yang muncul setelah pertandingan berakhir. Beberapa menyebutkan bahwa Barito Putera mampu menunjukkan kemampuan serangan yang luar biasa, dengan tiga pemain mencetak lebih dari satu gol. Namun, banyak juga yang menyoroti kesalahan di bagian pertahanan, yang dibiarkan terbuka oleh Persipal FC dalam beberapa kesempatan. Meskipun demikian, kemenangan ini dianggap sebagai salah satu dari yang terbaik dalam sejarah klub.
Manajer Barito Putera, atas nama Rizal Djalil, mengakui bahwa timnya bermain dengan baik, tetapi kurang beruntung. “Kami memainkan permainan yang bagus, tetapi kurang keberuntungan di babak kedua,” kata Djalil dalam wawancara usai pertandingan. Di sisi lain, pelatih Persipal FC, yang tidak disebutkan nama lengkapnya, merasa bahwa timnya masih bisa melakukan lebih baik, terutama dalam menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat.
Dengan hasil ini, Barito Putera tetap menjadi sorotan dalam kompetisi. Meski gagal promosi, mereka menunjukkan kemampuan untuk memperlihatkan permainan yang memukau. Pert