New Policy: Menkomdigi ungkap digitalisasi untuk memperbaiki cara kerja koperasi

Menkomdigi: Digitalisasi Perkuat Sistem Koperasi

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan bahwa digitalisasi adalah strategi untuk mengubah cara kerja koperasi secara lebih efektif. Ia menuturkan, langkah ini tidak hanya sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kinerja dan kapasitas organisasi koperasi. “Digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, serta memperkuat usaha koperasi,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Fokus Utama untuk Transformasi

Pemerintah sedang mendorong percepatan digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Tiga aspek utama yang ditekankan antara lain: peningkatan efisiensi produksi, integrasi rantai pasok, dan ekspansi akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal. Meutya menjelaskan, model ini membantu mengelola proses produksi lebih tepat, menjaga kualitas barang, dan mempercepat distribusi ke konsumen.

“Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

Contoh Praktik yang Sukses

Koperasi Al Ittifaq di Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi contoh penerapan digitalisasi yang efektif. Dalam sistemnya, koperasi mengintegrasikan aktivitas dari hulu hingga hilir, mulai produksi hingga distribusi. Hal ini memungkinkan pengelolaan yang lebih terukur, meningkatkan kepercayaan mitra, dan menjaga stabilitas pasokan. Pemerintah mengharapkan model ini dapat diadopsi di berbagai wilayah.

Penguatan Keberlanjutan dan Kolaborasi

Meutya juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dalam digitalisasi. Pemanfaatan limbah produksi sebagai bahan pakan ternak serta penguatan rantai pasok lokal ternyata mampu mengurangi biaya produksi sekaligus menambah nilai ekonomi. Ia menambahkan, kolaborasi antara koperasi berkembang dengan KDMP di berbagai daerah menjadi kunci untuk mempercepat transfer pengetahuan dan memperkuat kelembagaan.

“Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

Keterlibatan Generasi Muda

Dalam rangka mendorong transformasi digital, pemerintah menekankan peran generasi muda. Pelajar, terutama dari sekolah menengah kejuruan, diharapkan aktif dalam pengelolaan teknologi dan inovasi model bisnis koperasi. CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan, menegaskan bahwa pihaknya fokus pada penguatan digitalisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

“Kami membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.