Seleb

Latest Program: Rayakan Idul Adha di Rumah Orang Tua, Fuji Kurban Sapi dengan Berat 700 Kilogram

Rayakan Idul Adha di Rumah Orang Tua, Fuji Kurban Sapi dengan Berat 700 Kilogram

Latest Program – Selebgram Fuji anti Utami Putri, yang akrab disapa Fuji, memutuskan untuk merayakan hari raya Idul Adha 2026 bersama keluarga besar. Meski tengah menjalani proses hukum terkait kasus dugaan penggelapan uang, ia tetap menunjukkan antusiasme dalam menyambut momen ibadah tersebut. Dalam wawancara dengan media di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026), Fuji menyampaikan persiapan khusus untuk hari besar ini. Ia mengungkapkan telah menyiapkan hewan kurban yang akan disembelih, sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan dengan keluarga.

Kurban dengan Bobot Besar

Kurban tahun ini, Fuji memilih seekor sapi yang memiliki berat sekitar 700 kilogram. Menurutnya, hewan yang dipilih cukup besar dan cocok untuk dilakukan ibadah kurban. “Sapi tersebut memiliki berat sekitar 700 kilogram,” kata Fuji, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment pada hari yang sama. Sapi yang dibeli ini menjadi satu-satunya hewan kurban yang ia siapkan, sebagai bagian dari tradisi yang ia jaga meskipun dalam situasi yang sedang menantikan keputusan hukum.

Dalam menjalankan ibadah, Fuji merencanakan untuk melaksanakan salat Idul Adha di masjid yang berdekatan dengan kediaman orang tuanya. “Hewan kurban itu akan ditempatkan di dekat rumah mama, di masjid sana,” terangnya. Ia juga menjelaskan bahwa keputusan untuk merayakan Idul Adha di rumah orang tua terkait dengan tradisi keluarga yang ia terapkan. “Karena aku lebarannya di sana. Biasanya aku jarang di rumah kalau lagi lebaran,” tambahnya. Ini menunjukkan komitmen Fuji untuk tetap merayakan kebersamaan meski aktivitasnya sempat terganggu karena kasus hukum.

Persiapan dan Pemilihan Hewan Kurban

Menurut Fuji, ia sendiri melakukan pencarian dan pemilihan hewan kurban secara pribadi. Meski memiliki kemudahan akses ke berbagai penjual, ia memilih membeli sapi dari temannya. “Nyari sendiri beli sama teman aku di Raja Kurban ya,” ujarnya. Pemilihan hewan dari teman menunjukkan bahwa Fuji ingin memastikan kualitas dan keaslian hewan yang dibelinya, serta mempererat hubungan sosial sekaligus membagi kebahagiaan bersama.

Kurban tersebut ditempatkan di dekat rumah orang tuanya, sehingga mudah diakses oleh seluruh keluarga yang akan berkumpul. Fuji menekankan bahwa lokasi ini dipilih agar semua orang dapat melibatkan diri dalam ibadah dan ritual kurban. Dalam penyampaian, ia menyebutkan bahwa sapi yang dibeli menjadi simbol keberkahan dan kepedulian terhadap tradisi agama. “Saya ingin berbagi kebahagiaan ini dengan keluarga yang saya cintai,” tambahnya, menegaskan rasa gembira meski masih menghadapi situasi hukum yang sedang berlangsung.

Keluarga dan Tradisi

Idul Adha memang menjadi momen penting bagi Fuji dan keluarga. Ia berharap melalui acara ini, semua anggota keluarga dapat berkumpul dan merasakan kehangatan kebersamaan. Dalam wawancara, ia juga membagikan tentang kebiasaan keluarganya dalam menyambut hari raya. “Biasanya saat lebaran, kita lebih banyak berkumpul di rumah,” katanya. Ini menunjukkan bahwa Idul Adha tidak hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang nilai-nilai kekeluargaan yang terus dipertahankan.

Sebagai selebgram yang dikenal oleh publik, Fuji memilih untuk tetap menjalani rutinitas hari raya dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Meski dalam proses hukum, ia tetap semangat dalam menjalani kegiatan yang bersifat keagamaan. “Saya merasa lega karena kasus yang saya hadapi semakin jelas,” katanya. Keterbukaan Fuji dalam mengungkapkan persiapan kurban dan harapan ke depan menunjukkan sikapnya yang tenang dan optimis.

Kasus dugaan penggelapan yang menimpa Fuji memang menjadi sorotan publik, tetapi ia tetap berusaha menjaga semangat dalam menghadapinya. Dengan memilih untuk merayakan Idul Adha di rumah orang tua, ia menegaskan bahwa ia tidak ingin mengorbankan tradisi dan kebersamaan keluarga. Selain itu, langkah ini juga sebagai bentuk penyampaian pesan kehidupan yang tetap positif, meski dalam ujian.

Profil Fuji dan Karirnya

Nama Fuji anti Utami Putri, yang lebih dikenal dengan panggilan Fuji Utami atau Uti, mulai terkenal di masyarakat Indonesia sejak tahun 2021. Karirnya melonjak tajam ketika ia menjadi pengasuh Gala Sky, anak mendiang Vanessa Angel, dan Bibi. Dalam peran tersebut, Fuji menjadi sorotan karena kepeduliannya terhadap kedua anak tersebut, sekaligus memperkenalkan dirinya ke dunia hiburan.

Dengan menghadapi proses hukum, Fuji tetap mempertahankan sikapnya yang komunikatif dan jujur. Ia tidak hanya membagikan persiapan kurban, tetapi juga menjelaskan bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-hari. “Saya tetap berusaha menghadapi semua hal dengan baik,” kata Fuji. Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya dikenal sebagai selebgram, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki kepribadian tangguh dan penuh rasa tanggung jawab.

Kurban 700 kilogram ini menjadi bukti bahwa Fuji masih mempertahankan nilai-nilai keagamaan yang dipegang oleh keluarganya. Dengan mengambil peran aktif dalam memilih dan mengurus hewan kurban, ia menunjukkan komitmen terhadap tradisi, sekaligus memberikan kesan bahwa kehidupan sehari-hari tidak selalu terhenti karena adanya masalah hukum. Fuji berharap melalui Idul Adha, ia bisa memberikan semangat dan kehangatan bagi orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga.

Sebagai seseorang yang secara rutin terlibat dalam media sosial, Fuji juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman dan harapan. “Saya ingin semua orang merasakan kebahagiaan Idul Adha,” katanya, menegaskan bahwa momen ini menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Dengan menggabungkan kehidupan profesional dan keagamaan, Fuji menunjukkan keseimbangan yang ia pertahankan meski dalam situasi yang dinamis.

Idul Adha tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi, tetapi juga sebagai wujud kepercayaan diri dan semangat untuk terus melangkah. Fuji berharap keputusan hukum yang sedang menanti bisa segera terang, sehingga ia bisa fokus sepenuhnya pada kegiatan-kegiatan yang lebih berkualitas. “Saya ingin semua pihak mendapatkan keadilan,” pungkasnya, sebagai bagian dari pernyataan keharmonisan dalam memperkuat kepercayaan diri dan kekeluargaan.