Info Terbaru: Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
Jakarta – Nama Sari Yuliati kini mendapat perhatian publik setelah ditunjuk sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia mengisi posisi tersebut untuk menggantikan Mukhtarudin, yang terlebih dahulu dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada bulan September lalu.
Karier Politik
Sari Yuliati memulai perjalanan politiknya sejak bergabung dengan Partai Golkar pada 2004 sebagai Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Sebelum memasuki dunia legislatif, ia menjabat sejumlah posisi strategis di partai, termasuk Bendahara AMPG, Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, hingga Wakil Bendahara Umum.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) II, Sari pernah menangani tugas kepemimpinan di tingkat provinsi, seperti Ketua Koordinator Wilayah NTB DPP Partai Golkar. Ia juga terlibat dalam pengarahan pemenangan pemilu di Bali, NTB, dan NTT. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI untuk periode 2024–2029.
Pendidikan
Sari lahir di Jakarta pada 6 Juni 1976 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota tersebut. Setelah menyelesaikan studi sarjana di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, pada tahun 2000, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada 2003. Pada 2020, ia memulai studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran (Unpad), yang masih dalam proses.
Keahlian dan Peran
Di DPR, Sari aktif dalam bidang penegakan hukum sebagai anggota Komisi III. Pada periode 2019–2024, ia menjabat sebagai Bendahara Fraksi Partai Golkar. Tahun lalu, Sari dianugerahi jabatan Bendahara Umum DPP Partai Golkar selama 2024–2029, yang diumumkan oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
Dalam alat kelengkapan dewan, Sari menjadi satu-satunya perempuan di antara empat legislator laki-laki yang memegang posisi kepemimpinan. Ia juga dikenal sebagai ibu dari dua orang anak, serta menikah dengan Arie Wiryawan, putra keempat dari Harun Al Rasyid.
Latar Belakang Keluarga
Harun Al Rasyid, ayah Sari, memiliki perjalanan karier politik yang luas. Ia pernah menjabat Gubernur NTB pada 1998–2003, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan pada 1989–1993, serta anggota DPR-RI pada 2009–2014. Pernikahan Sari dengan Arie Wiryawan memberikan hubungan politik yang kuat antara keluarga dan Partai Golkar.


