Solusi untuk: ESDM: Kegempaan Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal

ESDM: Kegempaan Gunung Awu Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal

Manado – Badan Geologi, yang merupakan bagian dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaporkan bahwa selama periode 16 hingga 31 Maret 2026, aktivitas seismik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tetap stabil. Dalam laporan yang diterima ANTARA di Manado, Rabu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa kejadian gempa yang tercatat terutama terdiri dari gempa vulkanik dangkal (VB) dan gempa tektonik jauh (TJ).

“Terekam 281 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata-rata 17 kejadian per hari, 28 kali gempa vulkanik dalam (VA), satu kali gempa tektonik lokal (TL), serta 221 kali gempa tektonik jauh (TJ),”

Aktivitas Gempa dan Fluktuasi RSAM

Analisis energi gempa vulkanik selama periode tersebut menunjukkan variasi nilai amplitudo berdasarkan pengukuran RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement). Fluktuasi ini terjadi secara umum, dipengaruhi oleh faktor cuaca dan dinamika gempa yang terus berubah. Menurut Lana Saria, kejadian gempa dangkal mengalami sedikit kenaikan dibandingkan periode sebelumnya, dengan rata-rata per hari meningkat dari 16 menjadi 17 kejadian.

Aktivitas magma di Gunung Awu masih berlangsung intens. Meski ada variasi dalam frekuensi gempa, jumlah gempa vulkanik dangkal yang tetap di atas rata-rata normal menunjukkan bahwa proses pengumpulan tekanan dan pelepasan energi magmatik masih aktif di kedalaman dangkal. Fenomena ini dapat memicu terbentuknya retakan atau pelepasan tekanan di batuan permukaan, sehingga perlu diawasi.

Potensi Bahaya dan Peringatan

Evaluasi menyeluruh menyebutkan bahwa Gunung Awu berada pada Level II (Waspada). Banyak kemungkinan ancaman yang bisa terjadi, seperti erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan material pijar dan aliran piroklastik, erupsi efusif berupa aliran lava, atau erupsi freatik yang terutama melibatkan uap dan gas.

Dalam skenario tertentu, tekanan yang meningkat di sistem magma dapat memicu pembongkaran kubah lava. Selain itu, hembusan gas vulkanik dalam konsentrasi tinggi berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Kedua ancaman tersebut memerlukan antisipasi yang baik dari masyarakat sekitar.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Masyarakat dianjurkan mematuhi instruksi dari Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Diantaranya, tidak boleh memasuki atau beraktivitas di area radius tiga kilometer dari pusat kawah. Rekomendasi ini bertujuan untuk meminimalkan risiko pada masyarakat dan pengunjung.

Sebagai tambahan, warga diingatkan agar tidak terpengaruh oleh informasi tidak akurat terkait aktivitas Gunung Awu. Maka dari itu, mengikuti arahan dari instansi terkait dan memperhatikan pemantauan secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan.