Program Terbaru: Mentan ungkap sembilan strategi pemerintah wujudkan swasembada pangan

Mentan Sebut Pemerintah Terapkan Sembilan Strategi untuk Capai Swasembada Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkap bahwa pemerintah telah merumuskan sembilan strategi utama sebagai dasar untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. Strategi ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi dan stabilitas pasokan bahan pangan di Indonesia. “Aspirasi swasembada pangan yang semula direncanakan dalam empat tahun kini dikejar dalam waktu satu tahun berkat transformasi besar-besaran yang dilakukan Kementerian Pertanian,” jelasnya dalam pernyataan di Jakarta, Rabu.

Reformasi Kebijakan dan Regulasi

Salah satu langkah utama adalah menyederhanakan aturan dan menerbitkan 16 regulasi strategis berupa Peraturan Presiden (Perpres) serta Instruksi Presiden (Inpres). Kebijakan ini bertujuan mempercepat proses produksi, distribusi, serta koordinasi antar sektor. “Kita telah mengeluarkan 16 Perpres-Inpres untuk mendukung sektor pertanian secara lebih efisien,” tambahnya.

“Perpres-Inpres sampai hari ini telah dikeluarkan, sehingga proses distribusi pupuk lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Optimasi Pengelolaan Pupuk

Reformasi tata kelola pupuk mencakup peningkatan alokasi hingga 9,55 juta ton, penurunan harga sebesar 20 persen, dan perluasan akses petani melalui penggunaan KTP. “Pupuk berharga lebih murah dan volume pasokan meningkat, ini langkah pertama yang luar biasa,” kata Andi Amran Sulaiman.

“Pupuk turun 20 persen, hal ini belum pernah terjadi sejak kemerdekaan Republik,” tambahnya.

Refocusing Anggaran

Realokasi dana sebesar Rp3,8 triliun dilakukan dari belanja non-prioritas ke sektor produktif, seperti irigasi, benih unggul, dan alat pertanian. “Dana digunakan untuk memperkuat sistem irigasi, meningkatkan kualitas benih, serta mengoptimalkan produksi,” jelasnya.

“Kita mengurangi pengeluaran tidak penting seperti biaya hotel dan perjalanan dinas, lalu dialokasikan ke sektor yang lebih strategis,” katanya.

Intensifikasi Produksi Pertanian

Intensifikasi pertanian dilakukan dengan penerapan benih unggul, pemupukan tepat waktu, serta pompanisasi di sekitar 500 ribu hektare lahan tadah hujan. “Dengan benih unggul, produktivitas petani bisa mencapai 9–10 ton per hektare,” ujarnya.

“Proses ini meningkatkan indeks tanam hingga dua atau tiga kali lipat,” tambahnya.

Ekstensifikasi dan Pengembangan Lahan

Ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah baru seluas 200 ribu hektare. Selain itu, lahan rawa dikelola optimal pada 800 ribu hektare, sehingga total peningkatan luas tanam mencapai 1,3 juta hektare.

Perbaikan Infrastruktur Sumber Daya Air

Penguatan infrastruktur air melibatkan pembangunan serta revitalisasi 61 bendungan dengan kapasitas layanan irigasi sebesar 400 ribu hektare. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier juga menjadi bagian dari strategi ini.

Modernisasi Teknologi Pertanian

Modernisasi dilakukan melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, drone, serta teknologi presisi. “Penerapan teknologi ini menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil panen hingga 100 persen,” tuturnya.

Reformasi Struktur Organisasi

Reformasi kelembagaan melibatkan evaluasi dan rotasi 248 pejabat, serta penertiban izin distribusi pupuk. Ribuan izin dicabut untuk memastikan program berjalan secara efektif dan efisien.

Intervensi Pasar dan Stabilisasi Harga

Intervensi pasar dilakukan melalui peran Perum Bulog dalam menyerap gabah petani dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan menambah cadangan beras pemerintah.

“Program ini menjaga harga gabah di tingkat petani serta meningkatkan persediaan beras,” ujarnya.

Kinerja Strategi

Menteri Pertanian menegaskan bahwa sembilan strategi tersebut telah berdampak nyata. Produksi beras nasional meningkat 13,29 persen, atau 4,07 juta ton pada 2025, melebihi kebutuhan bulanan sekitar 2,5–2,6 juta ton.

“Dengan menggabungkan semua langkah, tambahan luas tanam sekitar 1,5 juta hektare memungkinkan kenaikan produksi 4 juta ton,” katanya.