Historic Moment: Kaltara bidik investor asing lewat Kaltara Investment Forum 2026
Kaltara Bidik Investor Asing Lewat Kaltara Investment Forum 2026
Historic Moment – Kaltara kembali menjadi sorotan dalam upaya menarik perhatian investor asing melalui penyelenggaraan Kaltara Investment Forum (KIF) 2026. Forum ini diadakan di Kantor Gubernur Kalimantan Utara dan dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Malaysia, serta Singapura. Selain itu, beberapa investor dari Australia juga turut hadir meski tidak dapat mengikuti acara secara langsung karena harus kembali ke Tarakan. Acara ini dianggap sebagai langkah strategis dalam memperkuat keterlibatan sektor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, dalam pembangunan daerah.
Tema dan Tujuan Kaltara Investment Forum 2026
KIF 2026 mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Investasi Berkelanjutan di Kaltara melalui Pariwisata dan Pengembangan Sektor Hilir.” Tema tersebut mencerminkan fokus pemerintah provinsi dalam memperkenalkan potensi ekonomi daerah yang beragam kepada para investor. Dalam forum ini, Pemerintah Kalimantan Utara berharap dapat menggali minat para pemodal untuk menanamkan dana di bidang-bidang yang memiliki peluang tumbuh tinggi. Kaltara, dengan sumber daya alam yang melimpah, dianggap sebagai destinasi investasi yang menjanjikan, terutama dalam sektor pertambangan, industri, dan sektor layanan lainnya.
Menurut Ferry Ferdinan Bohoh, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Utara, forum ini menjadi platform untuk membangun hubungan antara pemerintah daerah dan investor. Ia menjelaskan bahwa kehadiran peserta internasional menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap peluang Kaltara. “Kehadiran investor dari luar negeri membuktikan bahwa Kaltara tidak hanya menjadi tujuan investasi lokal, tetapi juga menarik minat dari para pemodal global,” ujarnya. Meski Australia tidak mengirimkan delegasi langsung ke forum, kehadiran investor dari sana tetap dianggap sebagai dukungan untuk keberlanjutan proyek-proyek yang dijajakan.
Potensi Investasi Kalimantan Utara
Kalimantan Utara, dengan sumber daya alam yang beragam, memiliki potensi besar untuk menjadi sentral ekonomi yang berkelanjutan. Ferry Ferdinan Bohoh menegaskan bahwa daerah ini mirip dengan Kalimantan Timur yang dikenal dengan industri tambang dan manufaktur. Namun, Kaltara memiliki keunikan tersendiri dalam pengembangan sektor-sektor yang lebih beragam. “Selain tambang dan industri, Kaltara juga menawarkan peluang di bidang pertanian, pariwisata, serta hilirisasi yang bisa menarik berbagai jenis investor,” kata Ferry. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Daerah sengaja memaparkan berbagai keunggulan wilayah, seperti infrastruktur yang sedang ditingkatkan dan sumber daya manusia yang kompeten.
Salah satu strategi utama dalam KIF 2026 adalah menyoroti pengembangan food estate sebagai bagian dari persiapan lumbung pangan untuk mendukung Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Pemimpin program ini menyatakan bahwa food estate bukan hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan investasi dalam sektor pertanian. “Peluang ini bisa menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih lengkap, terutama di tengah tuntutan pasar global terhadap produk pertanian berkualitas,” imbuh Ferry. Ia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan industri kecil dan menengah (UMKM) lokal akan didorong melalui akses permodalan dan pelatihan keterampilan yang diberikan dalam forum tersebut.
Pengembangan Pariwisata dan Hilirisasi
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menekankan bahwa KIF 2026 bertujuan meningkatkan investasi dalam sektor pariwisata dan hilirisasi. Menurutnya, kedua bidang tersebut sangat penting untuk menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. “Pariwisata dan hilirisasi memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltara, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan memperluas pasar ekspor,” ujar Zainal. Ia juga menggarisbawahi bahwa investasi di sektor hilir akan memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional dan internasional.
Kaltara, sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan keindahan alam yang tak terbantahkan, dianggap sebagai destinasi yang ideal untuk pengembangan pariwisata. Pemerintah Daerah berupaya membangun infrastruktur seperti akses jalan raya, bandara, dan fasilitas hotel untuk mendorong kunjungan wisatawan. Selain itu, hilirisasi yang ditekankan dalam KIF 2026 mencakup pengembangan industri kecil dan menengah serta peningkatan nilai tambah dari bahan baku alam. Zainal menyatakan bahwa investasi di sektor hilir akan memperkuat ketergantungan ekonomi daerah dari sumber daya alam yang berkelanjutan.
Kepentingan UMKM dan Dukungan Pemerintah
Dalam pidatonya, Zainal A. Paliwang juga menyoroti pentingnya UMKM lokal dalam pembangunan ekonomi Kaltara. Ia mengatakan bahwa investasi di sektor-sektor yang dijajakan dalam forum ini tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka akses permodalan dan peluang usaha bagi pelaku UMKM. “Pemodal yang masuk ke Kaltara tidak hanya menjanjikan pertumbuhan, tetapi juga mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Zainal. Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi wadah untuk menyerap saran dan masukan dari investor dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif.
Pemerintah Kalimantan Utara berkomitmen untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif. Dalam KIF 2026, berbagai insentif dan kebijakan yang mendukung pemberdayaan usaha dijelaskan secara rinci. Ferry Ferdinan Bohoh menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk layanan pelayanan satu pintu, untuk memudahkan para investor dalam beroperasi. “Kaltara memiliki sistem yang sudah terstruktur, termasuk layanan pengurusan izin yang lebih cepat,” kata Ferry. Ia menegaskan bahwa forum ini juga menjadi ajang untuk membangun kepercayaan antara pemerintah dan sektor swasta, sekaligus memperkuat jaringan kemitraan yang strategis.
Sebagai bagian dari upaya menarik investasi, Kaltara juga fokus pada pembangunan ekosistem bisnis yang lebih solid. Ferry Ferdinan Bohoh menekankan bahwa pengembangan pariwisata dan sektor hilir akan menjadi pilar utama dalam ekonomi daerah. “Kaltara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi yang beragam, terutama dengan sumber daya alam dan kekayaan budaya yang melimpah,” ujar Ferry. Ia menambahkan bahwa pemerintah berharap forum ini menjadi momentum untuk menar