Special Plan: MHU tekan emisi 41 persen di sektor pertambangan lewat hybrid truck-EV
Special Plan MHU: Teknologi Hybrid Truck-EV Tekan Emisi 41 Persen di Sektor Pertambangan
Special Plan yang diterapkan oleh PT Multi Harapan Utama (MHU), salah satu anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), telah menunjukkan hasil yang membanggakan dalam mengurangi emisi karbon di industri pertambangan. Dalam waktu setahun, yaitu pada 2024, perusahaan ini berhasil menurunkan emisi hingga 41 persen melalui adopsi truk hibrida dan kendaraan listrik (EV). Capaian ini dipaparkan oleh Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin. Ia menegaskan bahwa reduksi emisi ini setara dengan penghapusan jejak karbon lebih dari 130.000 kendaraan penumpang, menegaskan komitmen MHU dalam transformasi keberlanjutan.
Pelaksanaan Special Plan dan Target Jangka Panjang
Dalam wawancara yang sama, Kemal menyatakan bahwa target penurunan emisi scope 1 sebesar 8 persen pada 2030, yang semula berdasarkan baseline tahun 2021, telah tercapai jauh lebih cepat. Emisi total scope 1 dan scope 2 mencapai 275.065,53 ton CO₂e pada 2024, turun 40,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa Special Plan MHU tidak hanya mengejar pencapaian jangka panjang, tetapi juga mampu bergerak dengan efisiensi tinggi dalam menjalankan kebijakan lingkungan.
“Target delapan tahun tercapai hanya dalam tiga tahun,” ujarnya. Kemal menekankan bahwa penurunan emisi ini memiliki dampak lingkungan yang signifikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata, menegaskan bahwa Special Plan menjadi strategi yang relevan untuk masa depan industri pertambangan.
Strategi Inisiatif yang Mendukung Pencapaian
Kemal menjelaskan bahwa tiga inisiatif utama menjadi pilar utama dalam mendorong keberhasilan Special Plan. Pertama, penggunaan teknologi hibrida pada armada dump truck, yang mengubah penggunaan bahan bakar diesel menjadi bahan bakar yang lebih efisien. Dengan efisiensi energi mencapai 46 persen, perubahan ini mengurangi penggunaan bahan bakar dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam. Dalam lima bulan pertama, program ini telah menghemat 1,22 juta liter bahan bakar dan mengirit biaya operasional hingga Rp19,9 miliar.
“Pendekatan ini tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan secara finansial,” tambah Kemal. Ia menambahkan bahwa teknologi hibrida dan EV menjadi bagian integral dari Special Plan untuk mencapai tujuan dekarbonisasi yang lebih cepat.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi dari Special Plan
Terlepas dari efisiensi energi, inisiatif lain seperti sistem pemantauan idle time berbasis data (itimer) dan reklamasi lahan pasca-tambang juga berkontribusi signifikan. Sistem itimer membantu mengoptimalkan penggunaan energi operasional, mengurangi emisi sebesar 82.334 ton CO₂e langsung dari proses produksi. Sementara reklamasi lahan mampu menyerap karbon sebanyak 273.419 ton CO₂e, menjadi kontribusi terbesar dalam Special Plan. Kombinasi tiga pendekatan ini menghasilkan total pengurangan emisi dan penyerapan karbon mencapai 355.753 ton CO₂e pada 2024.
“Special Plan kami membuktikan bahwa transformasi keberlanjutan dapat dilakukan tanpa mengorbankan produktivitas,” kata Kemal. Ia menekankan bahwa penurunan emisi tidak sekadar keharusan lingkungan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan membangun citra perusahaan yang ramah lingkungan.
Komitmen Transparansi dan Pengakuan Internasional
Sebagai bagian dari komitmen transparansi, MHU mengadopsi standar internasional ISO 14064-1 dan menjalankan laporan emisi melalui program Proper yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sistem monitoring berbasis data yang dikembangkan memastikan setiap laporan dapat diverifikasi secara independen, menjadikan MHU contoh yang diakui dalam industri pertambangan nasional. Pencapaian ini telah mendapat apresiasi global, termasuk penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026 di Jakarta.
Pengembangan ESG dan Penguatan Grup MMSGI
Pencapaian Special Plan MHU juga selaras dengan penguatan kinerja ESG di tingkat grup. MMSGI mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global, terutama pada sektor Coal & Consumable Fuels. Dalam konteks industri yang semakin sadar akan keberlanjutan, MHU menjadi salah satu pemain kunci yang menunjukkan bahwa transformasi lingkungan dan pertumbuhan bisnis dapat berjalan sejalan. Penerapan teknologi dan strategi dekarbonisasi ini memperkuat posisi MMSGI sebagai perusahaan yang menjunjung nilai-nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi secara utuh.