Kebijakan Baru: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran raih TOP Pembina BUMD 2026
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2026
Di Palangka Raya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meraih penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 dalam acara nasional yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business, Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), dan beberapa lembaga independen. Komisaris Utama Bank Kalteng Rahmat Nasution Hamka, dalam wawancara di Palangka Raya pada Senin (13/4) malam, menyampaikan bahwa institusi perbankan tersebut juga mendapatkan penghargaan TOP BUMD Awards 2026 dengan predikat Bintang 5 (Excellent), sementara Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah dianugerahi TOP CEO BUMD 2026.
Sinergi Manajemen dan Pemegang Saham
“Hasil yang dicapai kali ini berasal dari kerja sama yang baik antara tim manajemen dan pemegang saham, khususnya Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hamka.
Hamka menekankan bahwa sebagai perusahaan perbankan, Bank Kalteng berkomitmen pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik dalam semua aktivitas bisnis. Ia menambahkan, dukungan strategis dari Gubernur Kalimantan Tengah sebagai pemegang saham utama, bersama seluruh pemilik saham, menjadi kunci dalam menjaga konsistensi kinerja.
Kinerja dan Kontribusi Nyata
Penghargaan ini diberikan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek seperti kinerja bisnis, inovasi, tata kelola, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. Dari total lebih dari 1.170 BUMD, Bank Kalteng masuk dalam kategori terbaik.
“Predikat Bintang 5 (Excellent) mencerminkan kinerja luar biasa, kepemimpinan kuat, inovasi yang berkelanjutan berbasis teknologi, serta peran signifikan dalam mendukung perekonomian daerah,” jelas Maslipansyah.
Pertumbuhan Finansial yang Kuat
Dalam laporan keuangan yang telah diverifikasi, Bank Kalteng mencatatkan total aset mencapai Rp20,4 triliun, meningkat dari Rp16,8 triliun pada tahun buku 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan menjadi Rp13,8 triliun, sementara penyaluran kredit naik ke Rp11,7 triliun. Laba bersih mencapai Rp368,5 miliar, menunjukkan penguatan fondasi bisnis, pengelolaan risiko yang bijaksana, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.


