Kebijakan Baru: Safrizal: Pemerintah pastikan pemulihan Aceh terarah dan berkelanjutan
Safrizal: Pemerintah pastikan pemulihan Aceh terarah dan berkelanjutan
Jakarta – Safrizal Zakaria Ali, yang menjabat sebagai Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memastikan proses pemulihan Aceh dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurutnya, kehadiran pemerintah yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan pembangunan kembali daerah tersebut.
“Pemerintah hadir dan bekerja. Konsistensi ini krusial untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan di Jakarta, Selasa.
Seiring dengan pemulihan infrastruktur, Safrizal juga menyoroti stabilisasi tata kelola pemerintahan di wilayah terdampak. Pelayanan publik kini berjalan normal, sementara aparatur negara kembali ke posisi masing-masing guna memenuhi kebutuhan administratif masyarakat tanpa hambatan.
Pemulihan fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta integrasi transportasi antar wilayah saat ini menjadi fokus utama. Program pembersihan material sisa melalui skema cash for work dinilai memiliki manfaat ganda, tidak hanya mempercepat pemulihan lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada sisi sosial dan ekonomi, kegiatan belajar-mengajar di sejumlah institusi pendidikan telah kembali berjalan lancar. Ini didukung oleh upaya penguatan ekonomi dan distribusi bantuan yang dianggap lebih tepat sasaran. Safrizal menekankan bahwa pembangunan hunian sementara dan tetap terus dipercepat untuk memberikan perlindungan tempat tinggal bagi warga yang terkena dampak bencana.
Dalam konteks kepemimpinan, Safrizal memaparkan perannya sebagai Penjabat Gubernur Aceh serta Ketua Majelis Wali Amanat. Ia menyatakan kemampuan menjaga kekondusifan daerah terbukti, baik dalam mengawal transisi politik selama pemilihan kepala daerah maupun memastikan integritas akademik di Universitas Syiah Kuala.
Kepala PRR itu menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci sukses. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan pemulihan didasarkan pada data yang akurat. Meski tantangan masih besar, ia menganggap kata “berat” lebih sebagai pengingat akan tanggung jawab yang besar, dibandingkan keluhan.
Safrizal menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan bukan hanya soal kecepatan, tetapi bagaimana setiap langkah mampu membawa masyarakat Aceh bangkit dengan lebih kuat dan berkelanjutan.


