New Policy: BI Malang dorong digitalisasi transaksi di kawasan wisata Kayutangan
BI Malang Dorong Digitalisasi Transaksi di Kawasan Wisata Kayutangan
New Policy – Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang mengambil langkah strategis dengan menggelar acara QRISMA Fest pada Senin (4/5) di Kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang. Acara ini bertujuan untuk mempercepat adopsi transaksi digital di sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat umum, terutama di daerah wisata yang menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal.
Langkah untuk Membangun Ekosistem Digital
Kayutangan Heritage, yang dikenal sebagai lokasi wisata sejarah dan budaya, menjadi tempat yang ideal untuk menguji coba inisiatif digitalisasi. Dengan meluncurkan QRISMA Fest, BI Malang berupaya memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha dan pengelola tempat wisata guna memudahkan pembayaran melalui metode non-tunai. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan tren pembayaran digital.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Bank Indonesia memberikan dukungan berupa fasilitas pembayaran QRISMA, sistem yang telah disesuaikan dengan standar nasional dan mampu diakses oleh berbagai merchant. Kehadiran QRISMA di kawasan wisata diperkirakan akan mengurangi ketergantungan pada uang tunai, sekaligus membuka akses bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Adopsi Pembayaran Non-Tunai yang Mengalami Peningkatan
Kota Malang telah menunjukkan kecenderungan kuat terhadap penggunaan pembayaran digital, baik di sektor ritel maupun jasa. Berbagai platform seperti QRIS, dompet digital, dan aplikasi perbankan online semakin populer, terutama di kalangan pengunjung wisata. Hal ini didukung oleh keberadaan infrastruktur teknologi yang terus berkembang, termasuk penggunaan mesin pemindai QR code yang terpasang di berbagai tempat usaha.
QRISMA Fest, yang merupakan perpanjangan dari program QRIS (Quick Response Indonesia Standard for Merchant Acceptance), bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan pembayaran non-tunai. Dengan menempatkan sentuhan digital di area wisata, BI Malang berharap bisa menumbuhkan kebiasaan transaksi digital secara alami, tanpa mengorbankan kepraktisan bagi pengguna. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh sistem pembayaran digital, seperti kecepatan, transparansi, dan kemudahan pengelolaan keuangan.
Kerja Sama dengan Pihak Terkait
Dalam pelaksanaan QRISMA Fest, BI Malang bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah daerah, pengusaha lokal, dan organisasi pemasyarakatan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung adopsi teknologi digital secara menyeluruh. Selain itu, BI juga memberikan pelatihan kepada pelaku usaha kecil, terutama mereka yang berada di kawasan wisata, untuk memahami cara mengintegrasikan QRIS ke dalam operasional bisnis mereka.
Akhirnya, acara ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BI untuk mendorong ekonomi digital Indonesia. Dengan memfokuskan pada daerah wisata, Bank Indonesia ingin menunjukkan bahwa digitalisasi transaksi bukan hanya berdampak pada segmen bisnis besar, tetapi juga sangat bermanfaat bagi pengusaha lokal yang sering kali kesulitan mengakses teknologi canggih. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, membuat mereka lebih nyaman dan puas selama berkunjung ke Kota Malang.
QRISMA Fest tidak hanya menjadi wadah untuk menyebarkan informasi tentang pembayaran digital, tetapi juga menjadi ajang diskusi antara para pelaku usaha, pengunjung, dan pihak berwenang. Berbagai sesi edukasi dan demonstrasi diadakan guna memastikan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pelaku UMKM, pengelola kawasan wisata, serta pemangku kepentingan lainnya yang turut berperan dalam mendorong transformasi digital.
Sebagai langkah konkrit, Bank Indonesia juga menyediakan layanan bantuan teknis bagi pelaku usaha yang ingin menerapkan QRIS di usaha mereka. Dukungan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan awal dalam mengadopsi sistem pembayaran digital, terutama bagi usaha kecil yang mungkin merasa kewalahan dengan teknologi baru. Selain itu, BI Malang juga memberikan insentif berupa pengurangan biaya transaksi untuk merchant yang mendaftarkan usaha mereka ke dalam program QRIS.
Dengan adanya QRISMA Fest, kawasan Kayutangan Heritage kini menjadi contoh nyata bagaimana digitalisasi bisa memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Pengunjung wisata, baik dari dalam maupun luar negeri, bisa lebih mudah melakukan pembayaran dengan menggunakan aplikasi ponsel, sedangkan pelaku usaha pun bisa mengoptimalkan pemasukan mereka melalui sistem yang lebih modern. Harapan BI adalah bahwa langkah ini akan menjadi awal dari transformasi digital yang lebih luas di Kota Malang dan daerah-daerah lainnya.
Kegiatan QRISMA Fest juga diharapkan mampu menjadi pemicu untuk meningkatkan daya saing kawasan wisata Kayutangan. Dengan menerapkan teknologi pembayaran digital, tempat-tempat wisata tersebut bisa lebih menarik minat pengunjung yang memprioritaskan kenyamanan dan kecepatan dalam bertransaksi. Selain itu, penggunaan QRIS di area wisata juga diperkirakan akan mempercepat integrasi keuangan digital di kalangan masyarakat luas.
Sebagai bagian dari inisiatif nasional, QRISMA Fest di Malang menjadi salah satu dari beberapa lokasi yang menjadi fokus pengembangan ekosistem pembayaran digital. Bank Indonesia berharap melalui program ini, masyarakat kota wisata dapat lebih cepat mengadopsi metode pembayaran non-tunai, yang selaras dengan kebutuhan ekonomi modern. Dengan dukungan yang tepat, transaksi digital di kawasan Kayutangan diperkirakan akan terus tumbuh, seiring makin banyaknya pengguna yang terbiasa dengan teknologi tersebut.
Akhirnya, acara ini menegaskan komitmen BI Malang dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan bagi masyarakat. Dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam aktivitas ekonomi lokal, Bank Indonesia berupaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan efisien. Harapan besar pun ditempatkan pada QRISMA Fest untuk menjadi salah satu langkah pilar dalam mendorong transaksi digital yang lebih berkualitas dan merata di Kota Malang.