Rosan Buka Peluang Investasi China untuk Tekstil, Energi Bersih, hingga Aspal Buton
Amalzakat.com – Pemerintah Indonesia mendorong realisasi investasi baru dari China di sejumlah bidang strategis, mulai dari industri tekstil, otomotif, kendaraan listrik, energi terbarukan, pengolahan sampah menjadi energi, sampai hilirisasi aspal Buton. Peluang tersebut dibahas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani saat menemui pimpinan sejumlah perusahaan di Shanghai pada 22-23 Oktober 2026.
Agenda tersebut diarahkan untuk mengubah pembicaraan bisnis menjadi proyek yang dapat dijalankan di Indonesia. Fokusnya mencakup penambahan kapasitas produksi, penggunaan teknologi, penguatan rantai industri domestik, serta langkah komersial yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan Danantara Indonesia.
“Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia,” ujar Rosan.
Tekstil dan rantai pasok fesyen
Di sektor tekstil, Rosan berdialog dengan H&M Group dari Swedia bersama sembilan mitra pemasoknya yang berasal dari China dan Hong Kong. Pembahasan menitikberatkan pada penguatan basis manufaktur tekstil nasional, terutama melalui investasi sembilan pabrik baru di Pulau Jawa.
Fasilitas tersebut akan mencakup berbagai tahap produksi, termasuk pencelupan benang, penenunan, perajutan, penyempurnaan bahan, dan pembuatan garmen. Kehadiran pabrik di beberapa tahapan produksi memberi arti penting bagi upaya membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi di dalam negeri.
H&M juga menyatakan kesiapan untuk menjadi contoh penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA bagi merek fesyen Eropa. Sementara itu, para mitra rantai pasok menyampaikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan kemudahan perizinan serta akses terhadap energi hijau.
Masukan tersebut akan dibahas Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan instansi terkait. Bagi pelaku industri, kepastian proses perizinan dan ketersediaan sumber energi yang lebih bersih menjadi faktor yang dapat memengaruhi keputusan investasi dan daya saing produksi untuk pasar global.
Ekosistem kendaraan listrik dan energi
Rosan juga bertemu Geely Auto Group untuk menjajaki pengembangan industri otomotif dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pembicaraan ini menempatkan investasi otomotif tidak hanya dalam konteks perakitan kendaraan, tetapi juga potensi penguatan ekosistem pendukungnya.
Di bidang energi, peluang kerja sama dibicarakan bersama Weiming Environment Protection. Perusahaan ini membahas pengembangan energi terbarukan serta proyek waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi.
Weiming menyampaikan bahwa pekerjaan sipil untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah di Bali atau Denpasar Raya dan Bogor Raya pada umumnya telah selesai. Kedua proyek kemudian memasuki fase pemasangan peralatan, dengan sasaran mulai beroperasi pada 2027.
Selain dua proyek tersebut, Weiming tengah membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Banten. Pabrik itu ditargetkan memasuki masa produksi pada 2027. Keberadaan fasilitas manufaktur peralatan di Indonesia diharapkan dapat memperbesar pemakaian komponen lokal dalam program waste-to-energy nasional.
Perusahaan tersebut juga menyatakan minat investasi sebesar 1 gigawatt dalam program pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW. Minat ini menunjukkan adanya ruang pembahasan lanjutan untuk proyek energi surya dalam skala besar, sejalan dengan kebutuhan pengembangan energi terbarukan.
Kelanjutan investasi industri dan aspal Buton
Pertemuan terpisah dilakukan dengan Chairman Tsingshan Group Xiang Guangda. Keduanya membahas keberlanjutan investasi Tsingshan di Indonesia, termasuk pengembangan Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP di Maluku Utara.
Pembahasan investasi industri tersebut berjalan beriringan dengan agenda hilirisasi sumber daya dalam negeri. Salah satu proyek yang dijajaki datang dari Xi’an Zhongli Asphalt Co Ltd, yang berencana menanamkan investasi sekitar US$60 juta untuk membangun pabrik aspal berbahan aspal Buton.
Pabrik itu direncanakan berada di Pulau Jawa dengan kapasitas akhir 600.000 ton per tahun. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap sampai kapasitas penuh tercapai. Rencana tersebut menempatkan aspal Buton sebagai bahan baku yang dapat dikembangkan melalui proses industri bernilai tambah.
Rangkaian pembicaraan di Shanghai memperlihatkan cakupan investasi yang luas, dari kebutuhan industri padat karya seperti tekstil hingga proyek energi dan manufaktur. Tahap berikutnya akan menentukan seberapa cepat peluang tersebut diterjemahkan menjadi investasi nyata, pembangunan fasilitas, serta aktivitas produksi di Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Rosan Kejar Investasi Tekstil hingga Aspal?
Rosan Kejar Investasi Tekstil hingga Aspal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Rosan Kejar Investasi Tekstil hingga Aspal matter?
Rosan Kejar Investasi Tekstil hingga Aspal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
