Kategori: Sport

  • Begal Tewas Diamuk Massa di Legok, Polisi Buru Rekan Pelaku yang Kabur

    Begal Tewas Diamuk Massa di Legok, Polisi Buru Rekan Pelaku yang Kabur

    Kasus Begal di Legok: Satu Pelaku Tewas, Polisi Kejar Rekan yang Kabur

    Amalzakat.com – Kepolisian Sektor Legok yang berada di bawah naungan Polres Tangerang Selatan saat ini sedang dalam proses mengejar seorang pelaku pencurian sepeda motor yang berhasil melarikan diri. Peristiwa ini bermula dari aksi begal yang terjadi di wilayah Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Sementara itu, salah satu pelaku yang sempat ditahan oleh warga setempat dilaporkan meninggal dunia. Korban jiwa ini diduga menjadi sasaran amukan massa sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian.

    Kronologi peristiwa ini tercatat terjadi pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026. Lokasi tepatnya berada di Jalan Kampung Wareng, tepatnya di wilayah RT 003 dan RW 003, Desa Babat. Dua siswi yang sedang mengendarai sepeda motor menjadi target ketika mereka diadang oleh dua pelaku. Aksi perampasan dimulai dengan perebutan kunci kontak kendaraan. Terjadi tarik-menarik yang cukup sengit antara korban dan pelaku dalam upaya merebut kendali atas sepeda motor tersebut.

    Kedua siswi korban tidak tinggal diam. Mereka melakukan perlawanan aktif sambil terus berteriak meminta bantuan kepada siapa saja yang mendengar. Suara teriakan mereka berhasil menarik perhatian warga sekitar yang kemudian segera berdatangan untuk membantu. Keberanian kedua korban dalam melawan pelaku menjadi kunci utama dalam proses penahanan salah satu pelaku oleh warga.

    Wakapolsek Legok, Iptu Galih, memberikan konfirmasi resmi mengenai peristiwa pencurian dengan kekerasan ini. Ia menjelaskan detail kejadian kepada media pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Berikut adalah pernyataan lengkapnya:

    “Dapat kami jelaskan, telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Desa Babat, Kecamatan Legok. Saat itu, dua orang siswi yang sedang mengendarai sepeda motor diadang oleh dua pelaku yang berusaha merebut kendaraan korban hingga terjadi tarik-menarik kunci motor,” ujar Galih.

    Menurut keterangan Iptu Galih, respons warga yang cepat datang memberikan bantuan sangat menentukan jalannya peristiwa. Salah satu pelaku berhasil ditangkap dan diamankan oleh warga setempat. Namun, pelaku kedua justru melarikan diri dengan membawa serta sepeda motor milik para siswi korban. Kecepatan pelaku dalam melarikan diri membuat proses penahanan tidak dapat dilakukan secara tuntas pada saat itu juga.

    Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim piket Opsnal Reskrim Polsek Legok segera bergerak menuju lokasi kejadian. Tim ini bertugas untuk melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pelaku yang telah diamankan warga. Sayangnya, pelaku yang sempat ditahan warga tersebut meninggal dunia. Diduga kuat, ia menjadi korban aksi main hakim sendiri yang dilakukan massa sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian.

    Polisi saat ini telah berhasil mengidentifikasi identitas pelaku yang berhasil kabur. Tim Opsnal Reskrim Polsek Legok terus melakukan operasi pengejaran untuk menangkap pelaku sekaligus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini. Iptu Galih kembali menegaskan komitmen polisi dalam menyelesaikan kasus ini:

    “Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku yang kabur tim opsnal Reskrim Polsek Legok sudah mendapati identitas nya dan akan dilakukan pengejaran untuk menangkap pelaku,” ujar Galih.

    Di sisi lain, kepolisian juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Warga diminta untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menghadapi pelaku kejahatan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan setiap tindak kejahatan kepada aparat kepolisian terdekat. Seluruh proses penegakan hukum sebaiknya diserahkan kepada pihak berwenang agar berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

    Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh warga bahwa meskipun keberanian masyarakat dalam menangkap pelaku patut diapresiasi, namun proses hukum tetap harus berjalan melalui jalur yang benar. Kehilangan nyawa seorang pelaku akibat amukan massa bukan solusi yang ideal. Polisi terus bekerja keras untuk memastikan pelaku yang masih bebas dapat segera ditangkap dan dibawa ke proses hukum yang seharusnya.

    Dengan identitas pelaku yang sudah diketahui, operasi pengejaran diperkirakan akan semakin intensif. Warga sekitar diharapkan tetap waspada dan melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan pelaku kabur ini. Proses penyelidikan juga akan mencakup pengembangan informasi terkait modus operandi dan jaringan pelaku begal di wilayah Legok dan sekitarnya.

  • Persita Datangkan Luquinhas untuk Pertajam Lini Depan

    Persita Datangkan Luquinhas untuk Pertajam Lini Depan

    Luquinhas Resmi Meluncur ke Persita Tangerang untuk Musim BRI Super League 2026/2027

    Amalzakat.com – Persita Datangkan Luquinhas untuk Pertajam lini depan tim. Klub sepak bola asal Tangerang, Persita, telah resmi mengumumkan kedatangan seorang penyerang sayap berkebangsaan Brasil yang diharapkan mampu memperkuat serangan mereka. Pemain berusia 28 tahun ini, yang dikenal dengan nama panggilan Luquinhas, telah menandatangani kontrak untuk menghadapi kompetisi BRI Super League pada musim 2026/2027. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan kualitas tim yang saat ini dipimpin oleh pelatih Carlos Pena.

    Perjalanan Karier Internasional yang Memadai

    Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Persita, Luquinhas telah menempuh perjalanan karier yang cukup panjang di berbagai negara. Nama aslinya, Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos, mungkin terdengar familiar bagi para penggemar sepak bola yang mengikuti perkembangan pemain asing di Indonesia. Ia memulai debut profesionalnya bersama Tigres do Brasil pada tahun 2017, dan setahun kemudian memutuskan untuk mencari tantangan baru di Norwegia dengan bergabung bersama Kongsvinger.

    Kariernya kemudian berlanjut ke Liga Finlandia, di mana ia sempat membela tiga klub berbeda: Gnistan, AC Oulu, dan Lahti. Pengalaman bermain di Skenderbeu, sebuah klub Albania, juga menjadi bagian dari portofolio prestasinya sebelum akhirnya kembali ke Brasil untuk membela Amazonas pada tahun 2024. Kehadirannya di PSBS Biak pada musim sebelumnya menjadi batu loncatan penting menuju Persita Tangerang.

    Optimisme dan Kesiapan untuk Berkontribusi

    Luquinhas mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan yang diberikan oleh Persita untuk bergabung dengan klub yang dijuluki Pendekar Cisadane. Dalam pernyataannya, ia menekankan komitmennya untuk memberikan performa terbaik di setiap kesempatan yang tersedia. Pemain ini juga mengaku telah mengenal beberapa rekan setim potensial di skuad Persita, termasuk Eber Bessa, Rayco Rodriguez, serta Igor Rodrigues.

    “Saya akan memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Saya juga sudah banyak mengenal para pemain di skuad Persita, mulai dari Eber Bessa, Rayco Rodriguez dan juga Igor Rodrigues,” ujar Luquinhas, Rabu (22/7/2026).

    Menurut pemain asal Brasil tersebut, proses adaptasi di lingkungan baru akan berjalan lebih lancar mengingat ia sudah memiliki hubungan baik dengan sebagian pemain Persita. Namun, ia juga menyadari bahwa kesuksesan kolektif tidak dapat dicapai sendiri. Dukungan penuh dari rekan-rekan setim maupun para suporter menjadi kunci penting untuk meraih hasil maksimal dalam setiap laga.

    Nilai Tambah bagi Persita Tangerang

    Manajemen Persita menilai bahwa Luquinhas membawa kualitas individu yang solid serta fleksibilitas dalam bermain di berbagai posisi lini serang. Pengalaman bermain di berbagai kompetisi luar negeri menjadi pertimbangan utama dalam keputusan merekrut pemain ini. Kehadirannya diharapkan mampu menambah variasi serangan Persita, khususnya dari sektor sayap, sekaligus memperkuat daya saing tim pada musim 2026/2027.

    Dengan pengalaman bermain di berbagai kompetisi internasional, Luquinhas diharapkan menjadi salah satu andalan baru Persita Tangerang dalam menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League musim 2026/2027. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru. Para penggemar Persita kini menantikan penampilan pemain ini di lapangan hijau untuk membuktikan bahwa keputusan merekrutnya merupakan langkah yang tepat.

    Persita Tangerang tampaknya telah menyusun strategi yang matang untuk musim mendatang. Dengan penambahan pemain berpengalaman seperti Luquinhas, klub ini berharap dapat bersaing lebih kuat di papan atas klasemen BRI Super League. Proses persiapan akan terus berlanjut, dan semua pihak berharap Luquinhas dapat segera menunjukkan performa terbaiknya saat mengenakan seragam Persita.

  • Spanyol Puncaki Ranking FIFA, Norwegia Melonjak 12 Posisi

    Spanyol Puncaki Ranking FIFA, Norwegia Melonjak 12 Posisi

    Peringkat FIFA Terbaru: Spanyol dan Norwegia Raih Pencapaian Bersejarah

    Amalzakat.com – Dalam pembaruan peringkat FIFA yang diumumkan pada Senin, 20 Juli 2026, terjadi perubahan dramatis pada posisi tim-tim nasional terbaik dunia. Spanyol Puncaki Ranking FIFA Norwegia setelah mengalahkan Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, East Rutherford. Kemenangan 1-0 melalui perpanjangan waktu pada Minggu, 19 Juli 2026 tersebut tidak hanya membawa gelar juara kedua bagi La Roja, tetapi juga mengembalikan mereka ke posisi teratas dalam daftar resmi federasi sepak bola dunia.

    Norwegia Catat Lonjakan Terbesar dalam Sejarah

    Selain pergantian posisi di puncak ranking, Norwegia mencatatkan pencapaian luar biasa dengan melonjak 12 tingkat ke urutan ke-19. Tim asal Skandinavia ini berhasil mencapai perempat final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Perjalanan bersejarah tersebut membawa mereka naik dari posisi ke-31 ke peringkat ke-19, sekaligus menjadi posisi terbaik Norwegia sejak Agustus 2011 ketika mereka pernah berada di urutan ke-12 dunia.

    Erling Haaland dan rekan-rekannya menjadi tim dengan kenaikan peringkat terbesar dalam edisi terbaru pembaruan FIFA. Keberhasilan ini juga menempatkan Norwegia kembali ke jajaran tim-tim papan atas dalam sepak bola dunia.

    Spanyol dan Argentina Saling Tukar Posisi di Puncak

    Spanyol mengumpulkan total 1.995,88 poin dalam perhitungan terbaru, sementara Argentina berada tepat di bawahnya dengan 1.970,37 poin. Kemenangan tersebut menjadi kunci pergantian posisi antara kedua tim yang selama ini bersaing ketat. Argentina tidak hanya kehilangan trofi juara, tetapi juga posisi pertama dalam peringkat sepak bola putra dunia.

    Pasukan Luis de la Fuente berhasil meraih gelar Piala Dunia kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada tahun 2010. Prancis dan Inggris tidak mengalami perubahan posisi dengan tetap menempati urutan ketiga dan keempat secara berurutan. Posisi ini mencerminkan konsistensi kedua tim dalam kompetisi internasional selama periode pemeringkatan terakhir.

    Perubahan Posisi Tim-Tim Lainnya

    Brasil dan Maroko masing-masing naik satu posisi ke urutan kelima dan keenam. Maroko juga mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarahnya dengan menempati urutan keenam. Portugal turun dua tingkat ke posisi ketujuh setelah tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Spanyol.

    Belgia juga naik satu posisi ke urutan kedelapan dan melewati Belanda yang turun ke posisi kesembilan. Meksiko melengkapi 10 besar setelah melonjak empat tingkat. Keberhasilan tersebut membawa Meksiko kembali masuk jajaran 10 besar untuk pertama kalinya sejak Maret 2022.

    Kenaikan dan Penurunan Lainnya

    Swiss, yang juga mencapai perempat final, naik lima tingkat ke posisi ke-15. Negara lain yang mencatatkan kenaikan signifikan ialah Gana sebanyak delapan posisi, Paraguai tujuh posisi, serta Afrika Selatan enam posisi. Mesir dan Republik Demokratik Kongo masing-masing naik lima tingkat. Mesir kini berada di posisi ke-24, sedangkan RD Kongo menempati urutan ke-41.

    Tunisia mengalami penurunan posisi terbesar dengan merosot 12 tingkat ke urutan ke-57. Uzbekistan turun 10 posisi ke urutan ke-60 sehingga keduanya keluar dari kelompok 50 besar. Panama juga turun 10 tingkat ke posisi ke-44 dan kehilangan 60,75 poin, pengurangan poin terbesar dalam pembaruan kali ini. Korea Selatan turun tujuh posisi ke urutan ke-32, sedangkan Turki merosot lima tingkat ke posisi ke-27.

    Detail Perhitungan FIFA

    FIFA menghitung hasil 105 pertandingan dalam periode pemeringkatan terakhir. Sebanyak 104 pertandingan di antaranya merupakan laga Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara. Spanyol menjadi tim dengan tambahan poin terbanyak, yakni 121,17 poin. Pembaruan ranking FIFA putra berikutnya dijadwalkan pada 7 Oktober 2026.

  • Bidik Perunggu, Timnas Basket U-18 Putri Siap Bungkam India

    Bidik Perunggu, Timnas Basket U-18 Putri Siap Bungkam India

    Timnas Basket Putri U-18 Siap Hadapi India untuk Rebut Medali Perunggu

    Amalzakat.com – Jakarta – Tim nasional basket putri kategori usia di bawah delapan belas tahun Indonesia kini membawa semangat baru menjelang pertandingan penting untuk menentukan peringkat ketiga dalam ajang FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2026 Division B. Para pemain Garuda Pertiwi telah bersiap melakukan misi balas dendam setelah sebelumnya mengalami kekalahan dari India. Pertemuan kedua antara kedua tim ini dijadwalkan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026 pukul 16.00 waktu Indonesia Barat. Pertandingan tersebut akan ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi federasi basket dunia.

    Acara ini merupakan kesempatan berharga bagi Indonesia untuk menebus kekalahan sebelumnya dengan skor 46-79 yang terjadi pada fase penyisihan grup A tanggal 15 Juli silam. Pelatih kepala timnas U-18 putri, Coach Fredy, menyatakan bahwa para pemainnya tidak merasa takut dan siap memberikan performa terbaik demi meraih medali perunggu. Menurutnya, sejak kedatangan tim ke Thailand, ia telah menyampaikan harapan agar para pemain bisa menyelesaikan turnamen ini dengan posisi terbaik.

    Evaluasi Mendalam dan Strategi Baru

    Coach Fredy menjelaskan bahwa ia telah menganalisis secara menyeluruh rekaman video dari kekalahan sebelumnya melawan India. Evaluasi mendalam juga dilakukan sepanjang perjalanan tim hingga akhirnya menembus babak semifinal. Pelatih tersebut telah menyiapkan berbagai kontra-strategi untuk mengatasi keunggulan yang dimiliki lawan.

    Anak-anak harus menekan bola dan fokus pada box out rebound agar mereka tidak mudah melakukan passing di dekat area ring, ujar Coach Fredy sambil memaparkan instruksi taktisnya kepada para pemain.

    Selain memperkuat pertahanan di area paint, sektor transisi dan penguasaan bola juga menjadi perhatian utama dari para staf pelatih. Tujuannya adalah menjaga stabilitas permainan sepanjang pertandingan. Coach Fredy menambahkan bahwa mereka juga telah mempersiapkan pembawa bola serta berbagai skenario yang akan membantu pemain tersebut menemukan ritme bermain yang optimal.

    Kami juga mempersiapkan pembawa bola dan skenario yang akan membantu pembawa bola agar kita dapat menemukan ritme bermain. Pastinya kita semua staf akan berusaha untuk mengembalikan semangat dan fokus anak-anak karena turnamen ini belum selesai, jelas pelatih tersebut.

    Perjalanan Menuju Perebutan Tempat Ketiga

    Tiket untuk perebutan tempat ketiga harus diambil oleh Indonesia setelah langkah mereka terhenti oleh Lebanon pada babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu sore tanggal 18 Juli 2026. Joanne Giovanni bersama rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Lebanon dengan skor akhir 54-77. Indonesia sebenarnya sempat memberikan perlawanan keras di kuarter pertama melalui tembakan tiga angka dari Joanne Giovanni serta penampilan impresif dari Inez Angelina Welly.

    Namun, Lebanon berhasil membalikkan keadaan dan memimpin dengan skor 25-17 di akhir kuarter pertama. Meskipun sempat memberikan perlawanan sengit pada kuarter kedua dengan sama-sama mencetak 13 angka, Indonesia perlahan mulai kedodoran menghadapi postur tubuh lawan di kuarter berikutnya hingga laga berakhir dengan kemenangan Lebanon.

    Dalam pertandingan tersebut, I Gusti Krisabella tampil sebagai motor serangan Indonesia dengan kontribusi 15 poin, 4 rebound, dan 1 assist. Yemima Agatha juga memberikan sumbangan dengan mengemas 9 poin. Sementara dari kubu Lebanon, Gloria Kamar menjadi pemain paling berbahaya dengan raihan 18 poin.

    Tantangan Fisik dari Lebanon

    Coach Fredy mengakui bahwa keunggulan fisik lawan menjadi faktor pembeda utama yang membuat strategi Indonesia tidak berjalan mulus di semifinal. Lebanon konsisten memberikan tekanan kepada pembawa bola Indonesia sehingga tim Garuda Pertiwi kesulitan mengembangkan permainan. Mereka berhasil memanfaatkan ukuran tubuh mereka untuk terus menekan lawan.

    Lebanon konsisten memberikan tekanan kepada pembawa bola kita yang berakibat kita sulit mengembangkan permainan. Mereka berhasil memanfaatkan size mereka untuk terus menekan, pungkas Fredy.

    Para pemain Indonesia kini harus menunjukkan mental yang kuat dan taktik yang tepat untuk menghadapi India. Dengan evaluasi yang telah dilakukan serta persiapan strategi yang matang, timnas basket putri U-18 Indonesia optimis bisa meraih kemenangan dan medali perunggu dalam turnamen bergengsi ini.

  • Meski Panen Kritik, Inggris Lewati Capaian Piala Dunia 1990 dan 2018

    Meski Panen Kritik, Inggris Lewati Capaian Piala Dunia 1990 dan 2018

    Inggris Raih Prestasi Luar Biasa di Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Prancis

    Amalzakat.com – Jakarta, Beritasatu.com – Perjalanan panjang Tim Nasional Inggris di ajang Piala Dunia 2026 akhirnya menemukan titik terang yang memuaskan. The Three Lions berhasil menutup kompetisi dengan meraih posisi ketiga setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti dengan skor agregat 6-4. Pertandingan dramatis tersebut berlangsung di Miami Stadium pada Minggu pagi, 19 Juli 2026, yang merupakan dini hari bagi waktu Indonesia Barat. Kemenangan ini membuktikan bahwa skuad Inggris mampu bangkit dari tekanan dan kritik yang selama ini menghantui mereka.

    Kemenangan ini menandai pencapaian tertinggi bagi skuad Inggris dalam kurun waktu enam dekade terakhir. Pencapaian terbaik sebelumnya tercatat saat mereka menjadi juara dunia pada tahun 1966 di Stadion Wembley. Selain itu, hasil ini juga menjadi prestasi terbaik Inggris dalam ajang Piala Dunia yang diselenggarakan di luar negeri. Sebelumnya, gelar juara tahun 1966 diraih ketika Inggris bertindak sebagai tuan rumah. Dengan finis di posisi ketiga, Inggris berhasil melampaui capaian mereka pada Piala Dunia 1990 dan 2018 yang berakhir dengan kekalahan dalam laga perebutan tempat ketiga.

    Thomas Tuchel Merasa Lega Setelah Kritik Beruntun

    Hasil ini memberikan kelegaan tersendiri bagi pelatih Thomas Tuchel. Sebelumnya, sang pelatih sering menjadi sasaran kritik keras setelah timnya tersingkir oleh Argentina pada babak semifinal. Namun, kali ini Tuchel berhasil membawa Inggris kembali ke jalur kemenangan yang diharapkan. Tuchel mengakui bahwa tekanan dari media dan publik sangat besar selama turnamen berlangsung, namun pemain-pemainnya menunjukkan mental yang kuat.

    Dalam laga melawan Prancis, The Three Lions tampil dominan sejak babak pertama. Declan Rice membuka catatan gol untuk Inggris, kemudian disusul oleh Ezri Konsa. Bukayo Saka menambahkan dua gol yang membuat Inggris unggul telak 4-0 sebelum istirahat. Dominasi Inggris terlihat jelas dari penguasaan permainan dan efisiensi serangan. Tuchel memuji taktik yang diterapkan oleh timnya dalam mengontrol permainan di tengah lapangan.

    Di babak kedua, Prancis bangkit dengan semangat tinggi. Kylian Mbappé menjadi motor penggerak utama dengan mencetak dua gol. Bradley Barcola juga turut berkontribusi dengan satu gol, sehingga Les Bleus berhasil mengejar ketertinggalan menjadi 4-3. Namun, Saka kembali menunjukkan kualitasnya dengan melengkapi hat-trick melalui eksekusi penalti yang presisi. Pertandingan ini menunjukkan bahwa Inggris memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk menghadapi berbagai situasi.

    Bellingham Cetak Sejarah Baru

    Ousmane Dembélé sempat memperkecil selisih menjadi 5-4, tetapi Jude Bellingham memastikan kemenangan dengan gol indah pada masa tambahan waktu akhir babak kedua. Gol tersebut merupakan gol ketujuh Bellingham sepanjang Piala Dunia 2026. Torehan luar biasa ini menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia untuk tim nasional Inggris. Performa Bellingham menjadi salah satu sorotan utama dalam turnamen kali ini.

    Keberhasilan finis di posisi ketiga juga mengakhiri catatan kurang menyenangkan Inggris dalam laga perebutan tempat ketiga. Sebelumnya, Inggris selalu kalah dalam dua kesempatan tampil di pertandingan tersebut. Pada Piala Dunia 1990, tim asuhan Sir Bobby Robson kalah 1-2 dari Italia sebagai tuan rumah. Sementara pada Piala Dunia 2018 di Rusia, skuad besutan Gareth Southgate takluk 0-2 dari Belgia. Dengan kemenangan kali ini, Inggris membuktikan bahwa mereka telah memperbaiki performa dalam laga-laga penting.

    Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penggemar sepak bola Inggris, tetapi juga membuktikan bahwa The Three Lions mampu bersaing di kancah internasional. Dengan pencapaian ini, harapan baru muncul untuk masa depan sepak bola Inggris yang lebih cerah. Para analis menilai bahwa skuad ini memiliki potensi untuk meraih gelar juara di turnamen berikutnya jika konsistensi dapat dipertahankan.

  • Revolusi Senyap Scaloni Bawa Argentina Kembali ke Final Piala Dunia

    Revolusi Senyap Scaloni Bawa Argentina Kembali ke Final Piala Dunia

    Perjalanan Scaloni Menuju Final Piala Dunia 2026

    Amalzakat.com – New York, Beritasatu.com – Lionel Scaloni awalnya hanya ditunjuk sebagai pelatih sementara Argentina setelah kegagalan pada Piala Dunia 2018. Delapan tahun kemudian, sosok yang sempat diragukan itu kembali membawa Albiceleste ke final Piala Dunia dan berpeluang mempertahankan gelar juara. Argentina akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026). Scaloni kini selangkah lagi menambah catatan gemilang dalam periode kepelatihan yang dimulai tanpa sambutan besar ataupun pengalaman sebagai pelatih kepala di level senior.

    Federasi Sepak Bola Argentina menunjuk Scaloni dan Pablo Aimar sebagai pelatih sementara setelah Jorge Sampaoli meninggalkan jabatannya pada 2018. Keduanya awalnya hanya dipersiapkan untuk memimpin Argentina dalam sejumlah pertandingan persahabatan. Namun, keputusan sementara itu berubah menjadi salah satu penunjukan paling berhasil dalam sejarah sepak bola Argentina.

    Dari Pelatih Sementara Menjadi Legenda

    Scaloni menjadi salah satu anggota staf Sampaoli yang dipertahankan setelah Argentina tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2018. Ketika itu, tim berada dalam situasi tidak stabil dan membutuhkan pembangunan ulang. Mantan pemain Deportivo La Coruna, Lazio, dan Atalanta tersebut baru pensiun sekitar 3 tahun sebelumnya. Pengalaman kepelatihannya juga masih terbatas karena baru bekerja sebagai asisten Sampaoli di Sevilla dan timnas Argentina.

    Scaloni kemudian membawa sejumlah mantan pemain Argentina ke dalam stafnya. Ia mengajak Pablo Aimar, Roberto Ayala, dan Walter Samuel, yang memahami tekanan membela tim nasional serta memiliki hubungan dekat dengan generasi pemain saat itu. Pendekatan tersebut memberikan suasana baru di dalam skuad. Scaloni tidak datang sebagai pelatih dengan nama besar, tetapi membangun kepercayaan melalui komunikasi, kebersamaan, dan pembagian peran yang jelas.

    Ia juga mengurangi ketergantungan pada figur-figur lama dengan memberi kesempatan kepada pemain muda. Secara perlahan, tim dibentuk di sekitar Lionel Messi tanpa menjadikan sang kapten sebagai satu-satunya sumber kekuatan. Kemampuan Scaloni memimpin kelompok telah terlihat menjelang akhir kariernya sebagai pemain.

    Pemimpin Tenang dengan Kecerdasan Taktik

    Mantan pelatih Atalanta Stefano Colantuono mengingat Scaloni sebagai penghubung penting antara staf pelatih dan para pemain Amerika Selatan. Scaloni membantu menjaga kesatuan ruang ganti yang ketika itu dihuni sejumlah pemain Argentina dan Amerika Selatan, termasuk German Denis, Carlos Carmona, dan Alejandro Gomez.

    Menurut Colantuono, Scaloni tetap memiliki pengaruh besar meskipun tidak lagi menjadi pilihan utama di lapangan. Ia kerap membantu membahas situasi pertandingan dan menjadi sosok yang dihormati oleh para pemain.

    Kecerdasan taktiknya juga telah terlihat dari cara bermain. Scaloni mampu membaca ruang, memilih pergerakan dengan tepat, dan mengatur tenaga selama pertandingan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tenang dan tidak membutuhkan suara keras untuk mendapatkan perhatian. Dalam acara makan bersama pemain, Scaloni sering menjadi pusat percakapan sekaligus tempat rekan-rekannya meminta pandangan.

    Pengalaman Eropa Membentuk Pemahaman Taktik

    Pengalaman panjang di Eropa turut membentuk pemahamannya. Scaloni menjadi bagian dari generasi Deportivo La Coruna yang meraih gelar Liga Spanyol, Copa del Rey, dan dua Piala Super Spanyol di bawah Javier Irureta. Setelah bermain di Inggris, ia melanjutkan karier di Italia bersama Lazio dan Atalanta. Pengalaman di sejumlah kompetisi itu memperkaya pemahamannya mengenai organisasi bertahan, transisi, dan variasi taktik.

    Scaloni tidak mengubah Argentina melalui pernyataan besar. Ia membangun tim secara bertahap dan mengutamakan keseimbangan antara pemain senior dengan generasi baru. Hasil pertama dari proyek tersebut datang pada Copa America 2021. Argentina mengalahkan Brasil di Stadion Maracana untuk mengakhiri penantian gelar selama 28 tahun.

    Argentina kemudian memenangi Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. AFA mencatat Scaloni telah mempersembahkan empat trofi dalam masa kepemimpinannya sebelum Piala Dunia 2026. Keberhasilan itu mengubah status Scaloni. Pelatih sementara yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan darurat berkembang menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Argentina.

    Scaloni juga membuktikan kemampuannya bukan hanya terletak pada pengelolaan pemain. Ia berulang kali menunjukkan keberanian mengubah formasi, mengganti pemain utama, dan menyesuaikan pendekatan dengan karakter lawan. FIFA menilai perubahan taktik Scaloni menjadi salah satu faktor utama kesuksesan Argentina dalam turnamen internasional terbaru.

  • Veda Ega dan Mario Aji Nikmati Jeda Moto2 dan Moto3 di Bali

    Veda Ega dan Mario Aji Nikmati Jeda Moto2 dan Moto3 di Bali

    Perjalanan Istirahat Dua Pebalap Indonesia di Bali

    Amalzakat.com – Veda Ega dan Mario Aji Nikmati momen berharga selama periode jeda tengah musim 2026. Kedua pebalap muda asal Indonesia ini memilih Bali sebagai destinasi pemulihan, memanfaatkan waktu luang untuk menyegarkan pikiran dan tubuh setelah menjalani kompetisi yang intensif. Kehadiran mereka di kawasan wisata Nusa Dua, Kabupaten Badung, memberikan kesempatan untuk menikmati suasana tenang sebelum kembali ke rutinitas persiapan balap dunia.

    Veda Ega Pratama yang berlaga di kelas Moto3 dan Mario Aji dari kelas Moto2 menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pengalaman di Pulau Dewata. Mereka menghabiskan waktu bersama untuk menjelajahi berbagai lokasi menarik, mulai dari pantai-pantai eksotis hingga tempat-tempat bersejarah yang menawarkan nuansa khas Bali. Aktivitas sederhana seperti menikmati sunset dan berjalan santai di sepanjang garis pantai menjadi momen yang sangat berarti bagi kedua pebalap.

    Eksplorasi Budaya dan Kuliner Lokal

    Kunjungan ke Bali tidak hanya sekadar beristirahat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya Indonesia. Veda Ega dan Mario Aji Nikmati berbagai pengalaman kuliner dengan mencicipi bebek goreng khas Bali yang disajikan dengan sambal matah segar. Selain itu, mereka juga mengunjungi kios-kios kerajinan tangan untuk melihat langsung proses pembuatan produk lokal oleh pengrajin setempat.

    Kedua pebalap juga mencoba aktivitas interaktif yang jarang mereka dapatkan selama menjalani jadwal balap yang padat. Membuat sketsa wajah dan memainkan alat musik tradisional rindik dari bambu menjadi hiburan yang menyenangkan. Panorama pesisir Nusa Dua yang memukau menjadi latar belakang sempurna untuk mereka menikmati suasana damai setelah menjalani kompetisi yang penuh tantangan.

    “Kami eksplorasi Nusa Dua, lihat sunset dan pantai,” ujar Veda Ega Pratama saat ditemui di Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (18/7/2026).

    Agenda Pasca Liburan di Bali

    Setelah menyelesaikan masa liburan di Bali, kedua pebalap memiliki agenda yang cukup padat. Mereka dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta guna menyapa para penggemar setia sebelum akhirnya kembali menjalani sesi latihan intensif. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka untuk tetap terhubung dengan masyarakat Indonesia selama periode persiapan.

    Veda dan Mario kemudian akan melanjutkan latihan di Sirkuit Mandalika yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lokasi ini menjadi pusat persiapan penting bagi para pebalap Indonesia yang akan bertanding di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Balapan kandang tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026, dengan Mario Aji tampil di kelas Moto2 sementara Veda Ega Pratama bersaing di kelas Moto3.

    Mario Aji, yang berasal dari Magetan, Jawa Timur, menilai bahwa suasana Bali memberikan kesempatan ideal untuk mengembalikan energi dan menyegarkan pikiran. Selain menikmati waktu berkualitas bersama keluarga, masa jeda kompetisi yang berlangsung selama sekitar tiga pekan ini juga dimanfaatkan secara optimal untuk memulihkan kondisi fisik. Hal ini menjadi sangat penting mengingat Mario sebelumnya pernah mengalami cedera leher akibat kecelakaan yang terjadi di Sirkuit Jerez, Spanyol.

    Masuki babak kedua musim, Mario masih harus menghadapi sebelas seri balapan. Agenda terdekatnya adalah di Sirkuit Silverstone, Inggris, yang akan berlangsung pada tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026. Setelah itu, ia akan tampil di hadapan publik Indonesia di Mandalika. Antusiasme yang luar biasa dari para penggemar Indonesia menjadi sumber motivasi tambahan bagi para pebalap.

    “Kami ingin mengerahkan segalanya di setiap balapan dan karena antusias yang luar biasa sebelum balapan di Mandalika, kami dapat motivasi dan semangat yang berbeda dari balapan lainnya,” tutup Mario.

  • Duh, Presiden Argentina Pakai Ritual Mistis demi Messi Cs Juara Dunia

    Duh, Presiden Argentina Pakai Ritual Mistis demi Messi Cs Juara Dunia

    Milei Pertahankan Ritual Mistis di Rumah, Tak Hadir ke Final Piala Dunia 2026

    Amalzakat.com – Presiden Argentina, Javier Milei, telah mengumumkan keputusannya untuk tidak hadir secara langsung pada laga final Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan antara Argentina dan Spanyol dijadwalkan berlangsung pada Senin dini hari, tanggal 20 Juli 2026, menurut waktu Indonesia Barat. Alasan penundaan kehadirannya bukanlah faktor politik maupun keamanan, melainkan sebuah tradisi mistis yang diyakini mampu memberikan keberuntungan bagi skuad Tim Tango.

    Sebagai gantinya, Milei akan menyaksikan seluruh aksi para pemain dari kediaman resminya yang terletak di kawasan Olivos. Tempat ini juga menjadi lokasi favorit sang presiden saat menonton setiap pertandingan Argentina sepanjang penyelenggaraan turnamen besar tersebut. Milei menyatakan bahwa ia tidak ingin mengubah kebiasaan yang telah dijalaninya sejak awal kompetisi berlangsung.

    Kepercayaan pada Keberuntungan melalui Ritual Sederhana

    Menurut keterangan Milei, Argentina memiliki rekor kemenangan yang konsisten ketika ia menonton dari rumah. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mempertahankan rutinitas tersebut demi mendukung performa tim nasional. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun radio El Observador, Milei menyampaikan pernyataannya dengan tegas.

    “Saya akan terus menonton semua pertandingan dari Olivos,” kata Milei.

    Ketika ditanya apakah keputusannya didasari oleh takhayul, sang presiden mengakui bahwa ia memang mempercayai hal tersebut. Selain tetap berada di rumah, Milei juga berencana mengenakan jaket yang sama persis seperti yang dipakainya pada laga-laga sebelumnya. Ia bahkan membagikan pengalaman menarik saat Argentina bertanding melawan tim Swiss.

    “Karena cuaca dingin dan saya tidak menyalakan pemanas, saya memakai jaket perusahaan minyak. Saat melawan Swiss saya sempat melepasnya karena kepanasan, lalu kami kebobolan. Saya memakainya lagi dan sejak itu tidak pernah melepasnya saat pertandingan Argentina,” jelas Milei.

    Tradisi Cabalas dalam Budaya Sepak Bola Argentina

    Bagi Milei, ritual sederhana tersebut telah menjadi bagian integral dari kebiasaan yang tidak ingin ia ubah hingga turnamen berakhir. Kepercayaan terhadap ritual keberuntungan bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Argentina. Tradisi yang dikenal dengan nama cabalas telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sepak bola di negara tersebut.

    Banyak penggemar dan pendukung tim nasional percaya bahwa kebiasaan tertentu dapat membawa keberuntungan bagi skuad mereka. Argentina akan menghadapi Spanyol dalam final Piala Dunia FIFA 2026 dengan misi penting untuk mempertahankan gelar juara dunia yang berhasil diraih empat tahun sebelumnya. Meski tidak hadir langsung di stadion, Milei berharap ritual yang selama ini dijalaninya kembali membawa keberuntungan bagi Lionel Messi dan rekan-rekannya untuk mengangkat trofi Piala Dunia sekali lagi.

    Keputusan Milei ini menunjukkan sisi lain dari kepemimpinan seorang presiden yang tidak hanya fokus pada urusan kenegaraan, tetapi juga menghargai tradisi dan kepercayaan rakyatnya. Ritual yang tampak sederhana ini memiliki makna mendalam bagi banyak orang Argentina yang melihatnya sebagai simbol harapan dan keberuntungan.

    Dengan tidak hadir di final, Milei tetap bisa memberikan dukungan penuh kepada para pemain melalui cara yang telah ia yakini selama ini. Hal ini juga menunjukkan konsistensi sang presiden dalam menjaga tradisi yang telah ia jalani sejak awal turnamen. Bagi para suporter Argentina, kehadiran Milei di rumah bukanlah kekurangan, melainkan bentuk dukungan yang tulus melalui cara yang unik dan penuh makna.

  • Foto Messi Mandikan Yamal Saat Bayi Hiasi Final Spanyol vs Argentina

    Foto Messi Mandikan Yamal Saat Bayi Hiasi Final Spanyol vs Argentina

    Messi dan Yamal Bertemu di Final Piala Dunia, Mengenang Momen Saat Messi Memandikan Bayi Yamal

    Amalzakat.com – Pertemuan antara Lionel Messi dan Lamine Yamal dalam final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol pada Minggu, 19 Juli 2026, telah menarik perhatian dunia. Laga ini tidak hanya mempertemukan dua generasi pemain sepak bola terbaik, tetapi juga membangkitkan kenangan indah dari 19 tahun lalu ketika Messi menggendong dan memandikan Yamal yang masih berupa bayi. Foto Messi Mandikan Yamal Saat bayi tersebut menjadi simbol persahabatan yang melintasi waktu.

    Final tersebut menandai pertemuan pertama kedua pemain ini sebagai lawan di atas lapangan hijau. Banyak pengamat menyebut pertandingan ini sebagai simbol pergantian era, di mana sang legenda yang dianggap sebagai pemain terbaik sepanjang masa bertemu dengan calon penerusnya. Momen bersejarah ini bermula pada September 2007 ketika keluarga Lamine Yamal berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi foto amal yang diselenggarakan oleh surat kabar Catalan Sport bekerja sama dengan UNICEF.

    Foto Berharga di Camp Nou

    Dalam sesi foto tersebut, Messi yang saat itu berusia 20 tahun terlihat menggendong Yamal yang baru berusia enam bulan di ruang ganti Camp Nou, Barcelona. Fotografer Joan Monfort berhasil mengabadikan momen-momen indah antara kedua pemain ini. Bertahun-tahun kemudian, gambar-gambar tersebut kembali viral setelah Mounir Nasraoui, ayah Yamal, mengunggahnya di Instagram dengan caption “awal dari dua legenda”. Hal ini terjadi menyusul penampilan gemilang putranya bersama tim nasional Spanyol di Euro 2024.

    “Saya merasa sangat senang ketika mengetahuinya. Saya senang foto ini telah dilihat di seluruh dunia,” ujar Joan Monfort kepada Sky Sports pada Jumat, 17 Juli 2026.

    Menjelang final Piala Dunia, foto Messi dan Yamal kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Kini, keduanya tidak lagi berada dalam satu momen simbolis, melainkan akan saling berhadapan memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Lionel Messi datang sebagai kapten Argentina dengan performa impresif setelah mencetak delapan gol dan memberikan dua assist sepanjang turnamen. Sementara itu, Lamine Yamal menjadi motor permainan Spanyol yang sukses melaju hingga partai puncak. Foto Messi Mandikan Yamal Saat bayi tersebut kini menjadi pengingat bahwa sepak bola penuh dengan keajaiban.

    Messi yang Pemalu dan Yamal yang Menggoda

    Monfort masih mengingat dengan jelas bagaimana Messi muda tampak canggung saat pertama kali diminta berinteraksi dengan seorang bayi. “Messi adalah anak yang sangat pemalu, sangat introvert. Butuh waktu baginya untuk berinteraksi dengan bayi berusia enam bulan,” katanya. Namun, suasana akhirnya mencair dengan cepat. “Pada akhirnya mereka berdua menjalani momen yang luar biasa. Lamine adalah anak yang sangat baik. Dia berhasil memikat hati Messi dalam waktu singkat,” tambahnya.

    19 tahun setelah pertemuan pertama mereka, Messi dan Yamal akan bertemu dalam situasi yang sangat berbeda. Jika dahulu mereka dipertemukan dalam sesi foto amal yang penuh kehangatan, kini keduanya akan saling berhadapan di panggung terbesar sepak bola dunia untuk memperebutkan gelar Piala Dunia. Pertemuan ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang warisan dan masa depan sepak bola dunia. Foto Messi Mandikan Yamal Saat bayi menjadi bukti bahwa hubungan indah bisa terjalin di luar lapangan hijau.

    Momen ini menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang prestasi di lapangan, tetapi juga tentang hubungan manusia yang terjalin melintasi waktu. Dari seorang bayi yang digendong oleh Messi hingga menjadi bintang sepak bola yang membawa Spanyol ke final Piala Dunia, perjalanan Lamine Yamal memang luar biasa. Dan Messi, yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, kini melihat penerusnya berkembang dengan pesat.

    Kedua pemain ini mewakili dua era berbeda dalam sepak bola dunia. Messi membawa pengalaman dan kepemimpinan yang telah teruji selama lebih dari satu dekade, sementara Yamal membawa energi muda dan bakat alami yang telah memukau dunia. Final ini akan menjadi babak baru dalam sejarah sepak bola, di mana masa lalu dan masa depan bertemu dalam satu laga bersejarah. Foto Messi Mandikan Yamal Saat bayi menjadi simbol persahabatan yang tak terlupakan.

    Simak berita dan artikel lainnya di Google News. Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu.

  • Mbappe Bidik Sepatu Emas, Prancis Siapkan Rotasi Lawan Inggris

    Mbappe Bidik Sepatu Emas, Prancis Siapkan Rotasi Lawan Inggris

    Prancis Siapkan Rotasi Pemain untuk Laga Perebutan Tempat Ketiga vs Inggris

    Amalzakat.com – Miami – Tim nasional Prancis diperkirakan akan melakukan sejumlah perubahan pada skuad mereka saat menghadapi Inggris dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe hampir dipastikan akan tetap menjadi pemain starter karena masih memiliki peluang besar untuk meraih gelar golden boot atau sepatu emas turnamen ini. Pertandingan antara Prancis dan Inggris dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026, dimulai pukul 04.00 WIB.

    Mbappe Berburu Sepatu Emas dan Rekor Pencetak Gol Terbanyak

    Saat ini, Mbappe telah mengumpulkan delapan gol, jumlah yang sama persis dengan kapten Argentina, Lionel Messi. Namun, Messi untuk sementara waktu masih berada di puncak daftar pencetak gol terbanyak karena unggul dalam jumlah assist, yaitu empat assist, sedangkan Mbappe mencatatkan tiga assist. Agar mampu merebut sepatu emas sebelum final berlangsung, penyerang Real Madrid tersebut membutuhkan setidaknya dua kontribusi gol, baik berupa gol maupun assist, saat menghadapi Inggris.

    Selain memburu sepatu emas, Mbappe juga memiliki motivasi lain yang cukup besar. Jika ia berhasil mencetak dua gol ke gawang Inggris, penyerang berusia 27 tahun itu akan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Meskipun demikian, rekor tersebut masih berpotensi berubah karena Messi baru akan tampil pada final melawan Spanyol sehari setelah pertandingan Prancis versus Inggris.

    “Mbappe memiliki peluang besar untuk meraih sepatu emas jika ia bisa memberikan kontribusi minimal dua gol atau assist dalam laga melawan Inggris,” ujar seorang analis timnas Prancis.

    Empat tahun lalu di Qatar, Mbappe sukses meraih Golden Boot setelah mencetak hattrick pada final melawan Argentina. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaiknya dalam kompetisi internasional dan menambah motivasi untuk mengulanginya di turnamen kali ini.

    Perubahan di Lini Belakang dan Tengah

    Pelatih Didier Deschamps diperkirakan akan merotasi sejumlah pemain setelah Prancis gagal melaju ke final usai dikalahkan oleh Spanyol. Perubahan terbesar kemungkinan terjadi di lini belakang menyusul absennya William Saliba. Bek Arsenal tersebut mengalami cedera punggung saat semifinal dan dilaporkan harus menjalani operasi sehingga diperkirakan akan menepi hingga lima bulan.

    Posisi Saliba kemungkinan akan kembali diisi oleh Maxence Lacroix, yang sebelumnya sudah dua kali menggantikan Saliba sepanjang turnamen. Sementara itu, Theo Hernandez berpeluang menggantikan Lucas Digne di sektor bek kiri setelah Digne kesulitan meredam pergerakan Lamine Yamal pada laga semifinal.

    Di lini tengah, N’Golo Kante juga berpeluang menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 setelah menjadi satu dari dua pemain lapangan Prancis yang belum tampil sepanjang turnamen. Hal ini memberikan kesempatan bagi Kante untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung dunia.

    Susunan Pemain yang Diharapkan

    Didier Deschamps diperkirakan tetap menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan susunan pemain sebagai berikut: Prancis (4-2-3-1): Maignan; Gusto, Upamecano, Lacroix, Theo Hernandez; Kante, Manu Kone; Dembele, Olise, Doue; Mbappe. Absen karena cedera: William Saliba.

    Perubahan-perubahan ini diharapkan dapat memberikan energi baru bagi tim Prancis untuk meraih hasil terbaik dalam laga perebutan tempat ketiga. Dengan Mbappe yang tetap menjadi andalan di lini depan, Prancis memiliki peluang besar untuk mencatatkan kemenangan atas Inggris dan memastikan posisi mereka di papan atas klasemen akhir turnamen.