Meeting Results: Pelajar Bantul Luka Parah, 4 Remaja Ditangkap
Meeting Results – Kapolres Bantul berhasil menangkap empat remaja yang dituduh melakukan pengeroyokan terhadap seorang pelajar di kawasan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Meeting Results menunjukkan bahwa korban berinisial RSP, berusia 16 tahun dan warga Srigading, mengalami luka bacok serius pada bagian tangan akibat serangan kelompok remaja tersebut.
Meeting Results juga mencatat bahwa petugas kepolisian menyita sejumlah senjata tajam yang diduga menjadi alat utama dalam kekerasan ini. Barang bukti yang diamankan meliputi tiga bilah celurit dan satu buah golok yang digunakan saat penyerangan berlangsung terhadap korban.
Meeting Results: Profil Para Tersangka
Iptu Rita Hidayanto, Kasi Humas Polres Bantul, mengungkap identitas keempat tersangka yang telah diamankan. Meeting Results mengonfirmasi bahwa mereka masing-masing adalah ASA (17 tahun), FNS (17 tahun), DBK atau yang dikenal sebagai D (18 tahun), serta AKPP (17 tahun). Keempat tersangka tersebut telah menjalani proses pemeriksaan di Polsek Sanden.
Meeting Results menunjukkan bahwa dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui keterlibatan mereka dalam peristiwa kekerasan terhadap korban sesuai dengan peran masing-masing, kata Rita dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan Meeting Results, para tersangka mengaku telah berperan sesuai dengan fungsi masing-masing dalam kejadian tersebut. Beberapa di antaranya diduga menggunakan senjata tajam untuk menyerang korban, sementara yang lain terlibat dalam memukul atau menendang korban.
Meeting Results: Rangkaian Kejadian
Kasus ini bermula dari laporan yang diterima oleh Polsek Sanden terkait insiden yang terjadi pada hari Minggu, 12 Juli 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Meeting Results mencatat bahwa saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang mengendarai sepeda motor menuju wilayah Ngepet di Srigading untuk berkumpul bersama teman-teman mereka.
Setelah tiba di lokasi tujuan, mereka mendapatkan kabar bahwa ada rombongan pengendara sepeda motor yang melintas ke arah utara. Meeting Results menjelaskan bahwa korban dan kawan-kawannya kemudian memutuskan untuk mencari rombongan tersebut. Menurut Rita, saat sampai di kawasan perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai kurang lebih 10 sepeda motor.
Salah seorang teman korban memilih untuk berbelok karena merasa takut. Meeting Results menguraikan bahwa korban sempat melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya berbalik arah. Ketika korban kembali menuju arah selatan, rombongan tersangka mulai mengejar dari belakang.
Meeting Results mencatat bahwa korban kemudian disalip oleh rombongan pelaku. Salah seorang pelaku menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh, kata Rita.
Meeting Results: Detail Peran Tersangka
Setelah korban terjatuh dari sepeda motornya, ia diduga diseret menuju tepi sawah oleh beberapa orang. Meeting Results menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan saksi mata, anggota rombongan tersebut membawa senjata tajam berupa celurit dan golok. Selain menganiaya korban, para tersangka juga diduga merusak sepeda motor Honda Vario yang digunakan korban.
Rita menjelaskan secara rinci peran masing-masing tersangka dalam kejadian tersebut. Meeting Results mengonfirmasi bahwa ASA diduga menjadi pelaku utama yang membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. FNS diduga memukul korban menggunakan tangan kosong tanpa senjata. Sementara itu, DBK atau D diduga membacok sepeda motor milik korban. AKPP diduga membawa golok dan menendang bagian belakang sepeda motor hingga korban terjatuh.
Korban mengalami luka bacok pada bagian tangan sehingga mengeluarkan banyak darah. Meeting Results mencatat bahwa barang bukti yang berhasil diamankan meliputi tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta satu unit sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan.
Meeting Results: Evakuasi dan Penyidikan
Anggota kepolisian kemudian tiba di lokasi kejadian. Meeting Results melaporkan bahwa mengetahui kedatangan polisi, rombongan tersangka melarikan diri ke arah selatan. Korban segera dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma di Bambanglipuro. Karena memerlukan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati di Bantul.
Unit Reskrim Polsek Sanden selanjutnya melakukan penyelidikan dengan bantuan tim operasional Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan. Meeting Results menjelaskan bahwa berdasarkan laporan korban, keterangan saksi, dan hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Meeting Results mencatat bahwa saat ini, keempat terduga pelaku telah diamankan. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain, ujarnya.
Polres Bantul, lanjutnya, tidak akan menoleransi tindak kejahatan jalanan yang melibatkan kekerasan dan senjata tajam. Meeting Results mengakhiri dengan pernyataan bahwa Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan kepolisian akan terus meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

