Operasi 7 Jam, AS Bombardir Puluhan Target Militer Iran

14 jam ago  ·  3 min read
By Maya Kurniawan
khrisna-gen-1784102276-67554190a6

Topics Covered: Serangan Militer AS ke Iran dalam Operasi 7 Jam

Topics Covered – Jakarta, Beritasatu.com — Militer Amerika Serikat mengklaim telah mengakhiri serangkaian serangan baru terhadap Iran dengan menargetkan puluhan fasilitas militer di kawasan Selat Hormuz serta wilayah pesisir negara tersebut. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Sputnik, Komando Pusat AS atau Centcom menyampaikan dalam pernyataannya pada hari Rabu, 15 Juli 2026, bahwa seluruh operasi telah selesai dilaksanakan pada Selasa malam, 14 Juli 2026, pukul 22.00 waktu setempat. Dalam konteks Topics Covered, serangan ini menjadi sorotan utama perkembangan geopolitik Timur Tengah.

Menurut pernyataan resmi Centcom, putaran serangan tambahan ini dimulai pada pukul 10 malam waktu Timur Tengah tanggal 14 Juli. Serangan tersebut berhasil menjangkau berbagai titik strategis di sekitar Selat Hormuz dan daerah-daerah pesisir Iran. Centcom secara eksplisit menyatakan bahwa operasi militer ini berlangsung selama tujuh jam penuh dengan intensitas tinggi. Setiap menit dalam Topics Covered ini dimanfaatkan untuk menghantam target-target vital Iran.

“Komando Pusat AS (Centcom) telah merampungkan putaran serangan tambahan terhadap Iran pada pukul 10 malam waktu Timur Tengah, 14 Juli, yang menghantam puluhan target militer di dekat Selat Hormuz dan daerah pesisir Iran,” demikian pernyataan Centcom.

Partisipasi Aset Militer dalam Operasi

Dalam operasi yang berlangsung intensif ini, berbagai jenis aset militer AS terlibat secara aktif. Pesawat tempur, drone, serta kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat bersama-sama menembakkan amunisi berpemandu presisi ke sejumlah lokasi yang menjadi sasaran. Target utama meliputi fasilitas rudal dan drone milik Iran yang tersebar di kawasan tersebut. Selain itu, serangan juga menyasar pasukan angkatan laut Iran serta sistem pertahanan pantai yang berfungsi melindungi wilayah pesisir.

Centcom menjelaskan bahwa tujuan utama dari operasi ini adalah untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial. Keselamatan awak sipil di Selat Hormuz juga menjadi prioritas dalam misi ini. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, melalui mana sebagian besar pasokan minyak global mengalir. Dalam Topics Covered, aspek keamanan jalur pelayaran ini menjadi fokus utama analisis para ahli.

Sebelumnya, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC dilaporkan terlibat dalam baku tembak dengan pasukan Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Rabu, 15 Juli 2026. Peristiwa ini menandai kembali memanasnya ketegangan antara kedua negara di jalur pelayaran yang sangat vital tersebut. Mengutip Anadolu, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa bentrokan terjadi di perairan Selat Hormuz. Ketegangan ini menjadi bagian dari Topics Covered yang terus berkembang.

Sementara itu, kantor berita semi resmi Tasnim yang mengutip otoritas Provinsi Hormozgan menyebut bahwa ledakan terdengar di Bandar Abbas, sejumlah kota pesisir, dan beberapa pulau di Iran akibat bentrokan tersebut. Kantor berita Mehr juga melaporkan ledakan terdengar di wilayah timur Sirik yang dikaitkan dengan baku tembak di perairan Teluk di sekitarnya. Informasi-informasi ini menjadi bagian penting dari Topics Covered yang disajikan kepada publik.

Laporan-laporan tersebut muncul di tengah gelombang ledakan baru di sejumlah lokasi di Iran selatan seiring meningkatnya konfrontasi militer antara Iran dan AS. Centcom menyatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Centcom juga menyebut pasukan AS melanjutkan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Selain itu, AS mengerahkan lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut serta ratusan pesawat militer untuk beroperasi di kawasan Timur Tengah. Militer AS menegaskan pasukannya tetap waspada, mematikan, dan siap menghadapi setiap perkembangan. Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Iran dan AS terus saling melancarkan serangan meski sebelumnya telah tercapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan mendorong tercapainya kesepakatan damai yang berkelanjutan. Semua perkembangan ini menjadi Topics Covered yang terus dipantau oleh komunitas internasional.

MORE FROM THIS CATEGORY