Iran Melancarkan Serangan Balas Setelah Lima Hari Berturut-turut Dikenai Serangan Militer AS
Digempur AS 5 Hari Beruntun Iran – Ketegangan antara Teheran dan Washington kembali memuncak setelah kedua belah pihak melakukan aksi militer baru dalam kurun waktu satu malam. Amerika Serikat memperluas jangkauan operasinya dengan menghantam berbagai fasilitas strategis milik Iran, sementara Iran membalas melalui serangan gabungan rudal dan drone yang menyasar pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah konflik yang semakin memanas di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang menjadi pusat perhatian kedua negara.
Situasi ini berkembang meskipun sebelumnya terdapat nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan untuk mendorong penyelesaian konflik secara damai. Dikutip dari Anadolu Agency, Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang terbaru serangan presisi terhadap berbagai sasaran militer Iran pada Rabu malam, 15 Juli 2026 waktu setempat atau pukul 21.00 ET.
Detail Serangan Militer AS terhadap Iran
Menurut Centcom, operasi tersebut menargetkan pusat komando militer, sistem pertahanan udara, fasilitas rudal, kemampuan drone, hingga lokasi pengawasan pantai yang dinilai digunakan Iran untuk mengancam kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Militer AS menyebut seluruh serangan dilakukan menggunakan amunisi berpemandu presisi untuk meminimalkan dampak di luar sasaran.
Sejumlah lokasi menjadi target operasi, termasuk kawasan strategis Bandar Abbas yang selama ini dikenal sebagai salah satu pangkalan utama Angkatan Laut Iran. Sebelumnya pada hari yang sama, pasukan Amerika juga melancarkan operasi selama sekitar 90 menit terhadap sistem pertahanan pantai dan lokasi rudal jelajah Iran di Pulau Tunb Besar, salah satu titik penting di Selat Hormuz.
Centcom menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran dalam mengancam kebebasan pelayaran internasional di jalur tersebut. Militer Amerika juga menyatakan seluruh tindakan dilakukan berdasarkan arahan panglima tertinggi AS. Serangan terbaru menjadi hari kelima berturut-turut operasi militer AS terhadap Iran sekaligus gelombang kedua dalam satu hari.
Selain menghantam fasilitas militer, pasukan AS juga melepaskan tembakan ke sebuah kapal yang disebut berusaha melanggar blokade pelabuhan Iran. Militer Amerika juga mengalihkan dua kapal komersial lain selama operasi berlangsung. Laporan dari media Iran menyebut ledakan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Bandar Abbas dan Ahvaz.
Respons Iran dan Aktivasi Sistem Pertahanan Udara
Penyiaran Republik Islam Iran atau IRIB melaporkan Rumah Sakit Shahid Baghaei di Ahvaz, yang merawat anak-anak penderita kanker, mengevakuasi pasien beserta keluarga setelah sebuah proyektil Amerika dilaporkan jatuh di dekat fasilitas tersebut. Sebagai respons atas serangan terbaru, Iran mengaktifkan sistem pertahanan udara di berbagai wilayah Teheran pada Kamis pagi, 16 Juli 2026.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan sistem pertahanan udara mulai beroperasi di sejumlah kawasan, termasuk wilayah timur dan barat ibu kota. Media tersebut juga melaporkan adanya ledakan awal di sekitar Parchin dan Pakdasht yang berada di tenggara Teheran. Gubernur Pakdasht kemudian mengonfirmasi sistem pertahanan udara memang telah diaktifkan di wilayahnya dan membenarkan adanya suara ledakan yang terdengar.
Serangan Balas Iran ke Pangkalan AS di Timur Tengah
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah meluncurkan serangan gabungan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Selain itu, Iran menyatakan telah menyerang sejumlah sasaran militer AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain sebagai balasan atas operasi militer Washington.
Serangan balasan tersebut menjadi bagian dari eskalasi yang terus berlangsung antara kedua negara, yang kini saling melancarkan operasi militer hampir setiap hari. Di tengah meningkatnya konflik, Presiden AS Donald Trump menyatakan para pemimpin Iran mulai menunjukkan perubahan sikap.
Saat berbicara kepada wartawan dalam sebuah pertemuan puncak pertahanan pada Rabu malam, Trump mengatakan para pemimpin Iran kini berperilaku lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik di Iran apabila Teheran menolak kembali ke meja perundingan.
“Mereka sangat ingin menyelesaikan masalah ini. Mereka tidak menyukai apa yang kami lakukan. Kita akan melihat apakah kita ingin mencapai penyelesaian de”
Aktivasi pertahanan udara dilakukan ketika AS terus meningkatkan tekanan militernya terhadap Iran di tengah konflik yang semakin memanas di sekitar Selat Hormuz. Kedua negara kini berada dalam posisi saling mengancam dengan berbagai opsi militer yang tersedia.

