Sarwendah Ogah Koar-koar di Media Lawan Ruben Onsu Soal Hak Asuh Anak

16 jam ago  ·  3 min read
By Joko Wibowo
khrisna-gen-1784181579-08d07a0300

Sarwendah Ogah Koar Koar di Media: Strategi Baru dalam Sengketa Hak Asuh Bersama Ruben Onsu

Sarwendah Ogah Koar Koar di Media – Ibu dari Thalia dan Thania Onsu ini telah mengambil keputusan penting dalam perjalanan hukumnya. Setelah lama menjadi sorotan publik melalui berbagai platform media sosial dan televisi, Sarwendah kini memilih untuk tidak lagi terlibat dalam polemik yang berkepanjangan. Fokus utamanya adalah menyelesaikan sengketa hak asuh perwalian bersama Ruben Onsu melalui jalur hukum yang telah ditetapkan oleh pengadilan.

Keputusan ini disampaikan secara resmi melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, yang mewakili kepentingan Sarwendah dalam proses persidangan. Menurut Chris, ruang pengadilan adalah tempat yang paling tepat untuk kedua belah pihak menyampaikan argumen dan bukti-bukti yang mendukung klaim masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketegangan emosional yang sering muncul ketika perdebatan terjadi di media massa.

“Buat klien kami, ranah pengadilan ini adalah ranah yang paling tepat untuk masing-masing nantinya menyampaikan semua hal yang menurut mereka baik. Sehingga sekarang tidak perlu lagi berbalas pantun di media untuk menyampaikan siapa yang paling benar. Buktikan saja lewat bukti-bukti yang dimiliki,”

Pernyataan tersebut diungkapkan setelah Sidang Perdana gugatan hak asuh perwalian anak yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Langkah Sarwendah Ogah Koar Koar di Media ini mencerminkan kedewasaan dalam menangani konflik keluarga, terutama ketika kepentingan anak-anak menjadi prioritas utama. Dengan demikian, proses hukum dapat berjalan lebih objektif tanpa intervensi opini publik yang berlebihan.

Kesiapan Menghadapi Proses Mediasi

Selain fokus pada proses persidangan, Sarwendah juga menunjukkan sikap terbuka terhadap kemungkinan penyelesaian damai melalui mediasi. Ia siap mengikuti seluruh tahapan mediasi yang akan dipandu oleh hakim mediator yang telah ditunjuk secara resmi oleh pengadilan. Dalam forum tersebut, Sarwendah berencana untuk memberikan kontribusi maksimal guna memastikan hak asuh atas Thalia dan Thania tetap berada di tangannya.

“Pada intinya klien kami siap melakukan mediasi dengan Ruben lewat hakim mediator yang ditunjuk oleh pengadilan. Di situ nanti beliau akan all out (agar hak asuhnya tetap di tangannya), jadi mohon doonya,”

Kata-kata Chris ini menunjukkan bahwa Sarwendah tidak hanya mengandalkan kekuatan hukum semata, tetapi juga mengedepankan pendekatan konsiliasi. Ia berharap proses mediasi dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, khususnya kedua anak yang menjadi pusat perhatian dalam kasus ini. Sarwendah Ogah Koar Koar di Media bukan berarti ia menghindari publik, melainkan memilih waktu dan tempat yang tepat untuk menyampaikan pesan.

Menghindari Penggiringan Opini Publik

Salah satu kekhawatiran utama Sarwendah adalah adanya manipulasi opini di tengah masyarakat yang dapat memengaruhi jalannya proses hukum. Oleh karena itu, ia meminta agar tidak ada lagi upaya penggiringan narasi yang dapat mendistorsi fakta-fakta sebenarnya. Tujuannya adalah agar majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan objektif, dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi Thalia dan Thania.

Sarwendah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas psikologis kedua putrinya selama proses hukum berlangsung. Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari konflik orang tua yang berkepanjangan. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil haruslah mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan mental mereka.

Jika mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, maka proses akan dilanjutkan dengan saling membuktikan klaim masing-masing di depan pengadilan. Sidang berikutnya dijadwalkan pada hari Rabu, tanggal 22 Juli 2026, dengan agenda utama mediasi. Kedua pihak, Ruben Onsu dan Sarwendah, diminta hadir secara langsung sebagai upaya nyata untuk mencapai penyelesaian damai terkait hak asuh Thalia dan Thania Onsu.

MORE FROM THIS CATEGORY