Tepis Isu Indonesia Kolaps, Prabowo Tegaskan Ekonomi Indonesia Baik

3 jam ago  ·  3 min read
By Rizki Maulana
khrisna-gen-1784323151-783ad457e3

Prabowo Menolak Narasi Kolaps Ekonomi, Yakin Indonesia Berjalan Lancar

Tepis Isu Indonesia Kolaps Prabowo Tegaskan – Kabupaten Malang menjadi tempat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa fondasi perekonomian negara masih kokoh. Dalam pidatonya yang disampaikan pada Jumat, 17 Juli 2026, sang presiden menegaskan bahwa berbagai pihak yang menyebut Indonesia berada di ambang keruntuhan telah keliru. Ia menjelaskan bahwa data dan indikator makroekonomi menunjukkan tren positif, meskipun tantangan global terus menghantam berbagai negara.

Acara panen raya yang dipimpin oleh Prabowo di Lanud Abdulrachman Saleh ini bukan sekadar seremoni biasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi wadah bagi presiden untuk mengajak seluruh rakyat Indonesia agar tidak mudah terjerumus dalam pesimisme. Ia mengingatkan bahwa pandangan negatif terhadap masa depan bangsa sering kali muncul tanpa dasar yang kuat.

“Jangan membebek kepada kekuatan asing terus. Indonesia jelek, Indonesia apa? Indonesia gelap. Kalau pakai kacamata gelap ya gelap terus. Tiap bulan Indonesia (dikatakan) akan kolaps. Juni kolaps, Juli kolaps. Mikirnya, mikir kolaps. Biar saja,” ujar Prabowo dengan tegas.

Fokus pada Aksi Nyata, Bukan Reaksi Terhadap Isu

Menurut kepala negara, pemerintah telah mengambil pendekatan strategis untuk tidak terdistraksi oleh narasi-narasi negatif yang berkembang di masyarakat. Ia menggunakan analogi dari dunia militer untuk menggambarkan sikap yang harus diambil. Dalam tentara, ketika ada hal yang tidak perlu dipedulikan, maka cukup diberi tanda dan dilalui begitu saja.

Prabowo menekankan bahwa semangat kerja harus tetap tinggi. Ia percaya bahwa keberanian sejati selalu disertai dengan kegembiraan dan optimisme. Sebaliknya, orang yang sedih cenderung hanya berdiam diri di kamar tanpa melakukan apa-apa. Sikap ini harus menjadi cerminan bagi seluruh aparatur negara dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Kalau di tentara ada istilah, tinggalkan, beri tanda. Kita jalan terus. Kita bekerja dengan semangat, gembira, semangat optimistis. Orang berani itu gembira. Orang berani itu optimistis. Orang sedih duduk di kamar aja,” tuturnya.

Indikator Ekonomi yang Menunjukkan Perbaikan

Optimisme yang disampaikan Prabowo tidak datang dari kekosongan. Ia merujuk pada laporan resmi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengonfirmasi bahwa kondisi ekonomi nasional masih terjaga. Di tengah ketidakpastian global yang melanda banyak negara, Indonesia berhasil mempertahankan stabilitas.

Prabowo menyebutkan bahwa hasil-hasil kebijakan mulai terlihat jelas. Menteri keuangan telah melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kategori bagus. Pernyataan ini menjadi penguat bagi keyakinan presiden bahwa langkah-langkah yang diambil selama ini telah memberikan dampak positif.

Proyek Strategis dan Inovasi Energi

Selain stabilitas makroekonomi, sejumlah proyek strategis nasional juga mulai menunjukkan kemajuan. Salah satu yang paling signifikan adalah pembangunan proyek strategis nasional LNG abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek yang sempat tertunda selama 28 tahun ini akhirnya mulai dikerjakan, menandai babak baru dalam pengembangan sumber daya energi Indonesia.

Dalam sektor energi terbarukan, Indonesia telah mencatatkan sejarah dengan penerapan biodiesel B50. Kebijakan ini menggunakan campuran 50 persen minyak sawit sebagai bahan bakar. Prabowo menjelaskan bahwa implementasi biodiesel B50 memiliki dampak ganda. Pertama, Indonesia dapat menghentikan impor solar dari luar negeri. Kedua, anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian bahan bakar fosil dapat digunakan untuk memperkuat ekonomi domestik.

“Jadi mulai Juli ini kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri. Lebih baik uang itu beredar di Indonesia, dinikmati petani-petani seluruh Indonesia,” ucapnya.

Pengembangan bioetanol juga menjadi prioritas pemerintah. Saat ini Indonesia sedang mempersiapkan implementasi E10, yaitu campuran 10 persen etanol dalam bensin. Target selanjutnya adalah peningkatan ke E20. Untuk mendukung ambisi tersebut, pemerintah berencana membangun hingga 50 pabrik etanol baru di berbagai wilayah di Indonesia.

Prabowo meyakini bahwa kombinasi antara pengembangan bioetanol, peningkatan produksi energi terbarukan, dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional akan menciptakan ketahanan energi yang kuat. Hal ini pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Semua langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah tantangan global.

MORE FROM THIS CATEGORY