Lifestyle

Key Discussion: Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Kasus Hanania Travel

Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Kasus Hanania Travel Keterlibatan Artis dalam Penyelidikan Dana Umrah yang Disangkakan Penipuan Key Discussion

Desk Lifestyle
Published Juni 11, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Kasus Hanania Travel

Keterlibatan Artis dalam Penyelidikan Dana Umrah yang Disangkakan Penipuan

Key Discussion – Jakarta, Beritasatu.com – Dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group, artis Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid kini menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Keduanya dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (10/6/2026), di Subdit Kamneg Unit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kasus ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana yang dimobilisasi oleh PT Khazanah Tamma International, perusahaan yang dikenal sebagai penyelenggara layanan umrah.

Keterangan Pribadi dan Peran dalam Promosi

Kuasa hukum mereka, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa klien memenuhi undangan penyidik secara kooperatif. Mereka mengklaim hanya terlibat dalam kerja sama promosi dan endorsement, bukan sebagai pengelola dana. “Kami hadir untuk memberikan penjelasan serta memperjelas hubungan klien kami dengan Hanania Group,” kata Sangun saat memberi keterangan kepada wartawan.

Kami memenuhi panggilan penyidik terkait laporan dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP atas nama tersangka ASF selaku Direktur Utama Hanania Group,” ujar Sangun.

Keduanya juga menyampaikan bahwa biaya keberangkatan keluarga mereka bersifat pribadi. Menurut informasi yang disampaikan, total dana yang dikeluarkan mencapai hampir Rp 170 juta. “Nilainya hampir Rp 170 juta, di luar biaya operasional seperti makan dan mutawif selama di Tanah Suci,” jelas Sangun.

Pola Kerja Sama dan Dana yang Dibayarkan

Dalam pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah menjawab sekitar 20 hingga 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Tim kuasa hukum juga menyerahkan berbagai dokumen, termasuk bukti transfer pembayaran, yang kemudian dimasukkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sangun mengungkapkan bahwa kerja sama antara klien dan Hanania Group bermula dari kesepakatan promosi yang ditandatangani pada November 2025.

Berdasarkan perjanjian tersebut, keduanya dan anak mereka mendapatkan fasilitas keberangkatan umrah sebagai bagian dari kompensasi. Namun, mereka membantah bahwa seluruh anggota rombongan berangkat secara gratis. “Total rombongan ada delapan orang. Untuk anggota keluarga lainnya, kami membayar sendiri,” tambah Sangun.

Peran Thariq dan Aaliyah dalam Proses Penyelidikan

Thariq Halilintar mengungkapkan bahwa ia melakukan penelusuran terhadap reputasi Hanania Group sebelum menerima tawaran kerja sama. Menurutnya, perusahaan tersebut memiliki track record yang baik dan telah menjalankan layanan umrah selama beberapa tahun. “Sebelumnya, kami mengenal Hanania Group sebagai perusahaan yang terpercaya,” tutur Thariq.

Sementara itu, Aaliyah Massaid mengaku tidak menyadari adanya masalah hingga kasus tersebut mencuat ke publik. “Kami tidak mengetahui adanya kecurangan hingga beberapa bulan belakangan,” ujarnya. Menurut Aaliyah, mereka sempat menolak beberapa kali tawaran kerja sama karena lebih memilih menggunakan biro perjalanan lain dengan membayar sendiri.

“Kami sangat prihatin kepada para jemaah yang tidak jadi berangkat. Banyak dari mereka menabung bertahun-tahun untuk bisa berangkat umrah,” kata Aaliyah.

Harapan untuk Penyelidikan yang Transparan

Keduanya berharap keterangannya dapat membantu penyidik mengungkap peristiwa tersebut secara utuh. “Kami ingin menjelaskan secara jelas hubungan klien kami dengan Hanania Group agar tidak terkesan mengambil untung secara tidak wajar,” ujar Thariq. Menurutnya, kasus ini tidak hanya menyangkut keuntungan finansial, tetapi juga dampak sosial terhadap para jemaah.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena melibatkan dugaan penggelapan dana yang mengakibatkan sejumlah calon jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci. Penyidik telah menetapkan Ahmad Syah Farhan, Direktur Utama PT Khazanah Tamma International, sebagai tersangka. Pihak penyidik terus mendalami aliran dana serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelidikan tersebut.

Konteks Kasus dan Dampak pada Masyarakat

Kasus Hanania Travel dianggap sebagai bagian dari skema penipuan yang melibatkan biro perjalanan umrah. Para korban dianggap mengalami kerugian karena dana yang telah mereka kumpulkan untuk keberangkatan tidak terpenuhi. Menurut Sangun, klien mereka tidak memiliki kesadaran awal bahwa dana yang mereka bantu bayar bisa terlibat dalam skema penipuan.

Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak kepolisian juga sedang memeriksa sejumlah anggota keluarga yang terlibat dalam keberangkatan tersebut. Selain itu, mereka berharap keterangannya dapat membantu melindungi reputasi mereka sebagai bagian dari industri hiburan. “Kami bersedia memberikan informasi sejauh mungkin,” ujar Sangun.

Perkembangan Penyelidikan dan Rencana Selanjutnya

Saat ini, penyidik sedang memverifikasi alur dana yang terkait dengan perjalanan umrah. Dugaan bahwa dana dari para jemaah digunakan untuk kepentingan pribadi atau bisnis perusahaan menjadi sorotan utama. Sangun menegaskan bahwa kerja sama klien dan Hanania Group dilakukan secara transparan dan sesuai dengan kontrak yang telah disepakati.

Sebagai artis yang terkenal, Thariq dan Aaliyah secara aktif menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan layanan umrah. Namun, mereka menyesal karena kegiatan ini terkait dengan dugaan penipuan. “Kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Kami berharap proses penyelidikan dapat memberikan keadilan,” ujar Thariq.

Penyelidikan ini juga memberikan dampak terhadap masyarakat. Banyak jemaah yang mengalami kekecewaan karena rencana keberangkatan mereka terganggu. Selain itu, kasus ini menjadi peringatan bagi calon jemaah untuk lebih waspada dalam memilih biro perjalanan umrah. “Kami berharap para korban dapat memperoleh pemenuhan dana yang telah mereka bayar,” kata Sangun.

Kontak Media dan Informasi Lebih Lanjut

Untuk informasi lebih lanjut tentang kasus ini, pembaca dapat mengikuti perkembangan terbaru melalui Google News atau WhatsApp Channel Beritasatu. Berita terkait juga menyebutkan bahwa Piala Dunia 2026 akan dimulai pada akhir tahun ini, serta pembahasan mengenai kerja sama antara Meksiko dan China dalam pengembangan mobil listrik harga Rp 120 juta. Sementara itu, IHSG mengalami kenaikan 0,50 persen, dengan sektor teknologi menjadi pendorong utama.

Dalam dunia diplomatik, negara-negara terus berupaya memperkuat hubungan internasional demi kepentingan nasional. Hal ini juga didukung oleh beberapa pihak yang ikut berkurban dalam proses kerja sama tersebut. Sementara itu, harga perak dunia turun nyaris 3 persen karena

Leave a Comment