IEAEU FTA Buka Peluang Ekspor Sawit hingga Tekstil ke Pasar Eurasia

16 jam ago  ·  3 min read
By Fajar Hakim - amalzakat.com
khrisna-gen-1784682968-d93b6a6a73

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasia Hadirkan Peluang Ekspor Luas

Amalzakat.com – IEAEU FTA Buka Peluang Ekspor ke berbagai sektor industri nasional. Pengesahan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan membuka peluang lebih luas bagi berbagai komoditas ekspor unggulan Indonesia untuk menembus pasar regional yang memiliki potensi besar. Produk-produk seperti minyak sawit, kopi, tekstil dan produk tekstil, serta alas kaki menjadi salah satu受益 utama dari perjanjian ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI yang berlangsung secara daring di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Mendag Budi menjelaskan pencapaian penting yang berhasil diraih Indonesia melalui negosiasi intensif. Indonesia berhasil mendapatkan komitmen dari negara-negara anggota EAEU untuk menghapuskan dan menurunkan tarif terhadap 11.882 pos tarif. Angka ini mewakili sekitar 90,5 persen dari total pos tarif yang berlaku di kawasan tersebut.

Komposisi Negara Anggota dan Potensi Pasar

Uni Ekonomi Eurasia terdiri dari lima negara anggota, yaitu Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan. Kawasan ini memiliki populasi mencapai 183,7 juta jiwa dengan nilai produk domestik bruto sebesar US$ 3,04 triliun pada tahun 2025. Perjanjian yang ditandatangani di St Petersburg, Rusia, pada 21 Desember 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar ekspor Indonesia ke wilayah yang semakin berkembang.

“Produk ekspor unggulan Indonesia yang memperoleh manfaat antara lain sawit dan produk turunannya, karet alam, kopi, produk perikanan, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, mesin dan peralatan listrik, kayu, dan produk kayu,” ujar Budi Santoso.

Selain memperkuat daya saing produk nasional, kesepakatan ini juga membuka peluang bagi Indonesia menjadikan kawasan Eurasia sebagai pintu masuk menuju pasar Asia Tengah, Asia Barat, hingga Eropa Timur. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu pihak yang diuntungkan dari perjanjian ini. Mereka diharapkan dapat memanfaatkan akses pasar yang lebih luas untuk meningkatkan volume penjualan.

Komitmen Timbal Balik dan Proyeksi Pertumbuhan

Sebagai bagian dari implementasi perjanjian, Indonesia juga memberikan penurunan tarif terhadap 10.257 pos tarif atau sekitar 89,9 persen dari total pos tarif nasional. Kebijakan ini terutama berlaku bagi produk yang mendukung kebutuhan industri dalam negeri. Komoditas yang memperoleh penurunan tarif meliputi gandum, pupuk, produk farmasi, mesin dan peralatan listrik, bahan kimia dasar, produk olahan susu, serta kertas dan pulp.

Menteri Perdagangan Budi Santoso memproyeksikan bahwa implementasi perjanjian perdagangan ini mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke kawasan Eurasia menjadi sekitar US$ 2,87 miliar hingga US$ 2,89 miliar. Selain itu, perjanjian tersebut diperkirakan mampu meningkatkan kesejahteraan Indonesia hingga US$ 69,98 juta serta mendorong pertumbuhan produk domestik bruto riil sebesar 0,0059 persen.

“Perjanjian dagang ini penting karena akan membuka lebih luas akses pasar ekspor di Indonesia, meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional, khususnya UMKM, membuka rantai masuk global melalui EAEU sebagai hub produk ekspor Indonesia,” jelas Budi Santoso.

Dengan demikian, perjanjian perdagangan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi sektor ekspor, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional secara keseluruhan. Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan posisi strategisnya sebagai gateway menuju pasar Eurasia dan kawasan sekitarnya. Hal ini akan menciptakan momentum positif bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

MORE FROM THIS CATEGORY