Lifestyle

Arie Untung Gagal Pulang ke Jakarta Akibat Abu Vulkanis Anak Krakatau

khrisna-gen-1788690799-24e0557df9

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menahan Ratusan Penerbangan, Selebritas Terjebak di Bali

Amalzakat.com – Langit di atas Banten dan Lampung kembali diselimuti kabut kelabu pada akhir pekan awal September 2026. Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang semakin intensif memaksa otoritas penerbangan menghentikan seluruh aktivitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penumpang biasa, tetapi juga oleh publik figur yang tengah berada di luar kota. Salah satu yang terdampak langsung adalah penyanyi Arie Untung beserta istrinya, Fenita Jayanti, yang terpaksa tertahan di Pulau Dewata.

Terjebak di Bali, Mencari Jalur Pulang yang Aman

Arie Untung dan Fenita Jayanti semula dijadwalkan terbang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menuju Bandara Soekarno-Hatta. Namun, penutupan operasional di bandara tujuan membuat rencana kepulangan mereka terhenti total. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (6/9/2026), Arie mengakui bahwa dirinya dan keluarga sedang mencari alternatif perjalanan paling aman untuk kembali ke ibu kota.

“Guys enggakdisarankan kemana-mana dahulu. Berkumpul bersama keluarga lebih baik, kami juga sedang cari cara bisa pulang.”

Ia menambahkan bahwa tim mereka tengah mempertimbangkan rute darat sebagai pengganti penerbangan langsung. Rencana yang sedang dievaluasi adalah terbang dari Bali ke Daerah Istimewa Yogyakarta terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta api.

“Dari Yogyakarta kita nantinya akan naik kereta,”

Strategi ini dipilih karena jalur kereta antarkota relatif tidak terpengaruh oleh sebaran abu vulkanik yang melayang di ketinggian. Selama musim erupsi aktif, moda transportasi darat kerap menjadi opsi paling andal bagi warga yang terdampak pembatalan penerbangan massal.

Soekarno-Hatta Tutup Total, Penumpang Diminta Cek Jadwal

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghentikan seluruh operasional penerbangan pada Minggu (6/9/2026) hingga pukul 13.30 WIB. Keputusan itu diambil setelah aktivitas erupsi GAK menunjukkan peningkatan signifikan. Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, bandara tersebut sudah lebih dulu menutup operasional sementara hingga pukul 09.30 WIB sebelum memperpanjang durasi penutupan.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan sampai pukul 13.30 WIB.”

Pihak bandara mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memverifikasi ulang status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke terminal. Bagi penumpang yang membutuhkan informasi kebandarudaraan, Contact Center InJourney Airports dapat dihubungi melalui nomor 172.

33 Penerbangan Terdampak dalam Satu Malam

Data pemantauan yang tercatat hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB menunjukkan skala gangguan yang cukup luas. Sebanyak 33 penerbangan mengalami dampak langsung akibat sebaran abu vulkanik dari GAK. Rinciannya sebagai berikut:

Untuk penerbangan internasional, 16 rute dibatalkan sepenuhnya, tujuh penerbangan mengalami keterlambatan, dan lima lainnya dijadwalkan ulang ke waktu berbeda. Rute internasional yang terdampak mencakup tujuan Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur. Pada segmen domestik, empat penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan dialihkan ke bandara alternatif. Kota-kota yang terdampak di rute domestik antara lain Tanjungkarang, Denpasar, dan Surabaya.

Konteks Erupsi dan Dampak Kesehatan

Gunung Anak Krakatau, yang terletak di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, secara historis dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memuntahkan kolom abu setinggi ribuan meter, menyebar ke arah barat daya dan tenggara mengikuti arah angin. Otoritas vulkanologi telah menetapkan larangan berada dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif sebagai langkah pencegahan terhadap lontaran material pijah dan gas beracun.

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Banten dan Lampung, sebaran abu vulkanik membawa risiko kesehatan nyata. Partikel halus (PM2.5) yang terkandung dalam abu dapat mengiritasi saluran pernapasan, memperburuk asma, serta memicu infeksi sekunder pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru kronis. Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengidentifikasi tiga dampak utama abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, yakni gangguan pernapasan, iritasi mata, serta peningkatan risiko infeksi kulit akibat partikel abrasif.

Bagi penumpang yang terjebak di bandara atau di kota transit, situasi seperti ini menuntut kesabaran dan perencanaan ulang. Maskapai penerbangan umumnya membuka opsi pengembalian tiket (refund) atau penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan selama status penerbangan berlabel “disruption akibat faktor alam.” Penumpang disarankan menyimpan bukti pemesanan dan menghubungi call center maskapai sedini mungkin untuk menghindari antrean panjang di loket layanan penumpang.

Sementara itu, bagi warga yang berdomisili di wilayah sekitar GAK, anjuran untuk tetap berada di dalam rumah dan meminimalkan aktivitas luar ruangan menjadi langkah paling praktis. Menutup jendela, menggunakan masker N95 saat terpaksa keluar, serta memantau pembaruan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan protokol standar yang berlaku selama fase erupsi aktif berlangsung.

Frequently Asked Questions

What is Arie Untung Gagal Pulang ke Jakarta?

Arie Untung Gagal Pulang ke Jakarta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Arie Untung Gagal Pulang ke Jakarta matter?

Arie Untung Gagal Pulang ke Jakarta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *