Berita Penting: Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
Profil Sari Yuliati, Pengganti Mukhtarudin di Fraksi Golkar DPR
Jakarta – Sari Yuliati kini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Ia menggantikan posisi Mukhtarudin, yang sebelumnya memimpin fraksi tersebut sebelum dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada September 2023. Sebelumnya, Sari dikenal sebagai Bendahara Fraksi Golkar di DPR serta anggota Komisi III, yang fokus pada urusan hukum.
Karier Politik yang Berkelanjutan
Sari Yuliati diperpanjangkan masa tugasnya sebagai anggota DPR dari periode 2019–2024 ke 2024–2029. Posisi ini diperkuat dengan kepercayaan sebagai Wakil Ketua Komisi III. Sebagai satu-satunya perempuan di antara empat legislator pria yang memimpin alat kelengkapan dewan, Sari menunjukkan perannya yang signifikan dalam kepengurusan Partai Golkar.
Perjalanan Pendidikan dan Kepemimpinan Internal Partai
Sari Yuliati lahir di Jakarta pada 6 Juni 1976. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di ibu kota. Setelah itu, ia meraih gelar sarjana Teknik Sipil dari Universitas Trisakti pada 2000. Pada 2003, ia melanjutkan studi ke tingkat magister di Universitas Indonesia, lalu mengambil sementara gelar doktor di Universitas Padjajaran (Unpad) pada 2025.
Dalam Partai Golkar, Sari pernah menjabat Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi. Karier politiknya juga mencakup peran sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Wakil Bendahara Umum, serta Ketua Tim Pemenangan Pemilu untuk Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keluarga dan Latar Belakang
Sari Yuliati menikah dengan Arie Wiryawan, putra keempat dari Harun Al Rasyid. Harun memiliki sejarah politik yang luas, termasuk pernah menjabat Gubernur NTB dari 1998–2003, Wali Kota Jakarta Selatan 1989–1993, dan anggota DPR-RI 2009–2014. Sari juga memiliki dua anak.
Kepemimpinan Sari di DPR menunjukkan konsistensi dalam layanan publik. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan hukum, ia menggabungkan keahlian akademik dengan pengalaman politik di Partai Golkar, menjadikannya tokoh yang dinilai mampu mengemban tanggung jawab strategis di lembaga legislatif.


