Diumumkan: Jepang dan Oman sepakat dorong penurunan ketegangan di Timur Tengah
Jepang dan Oman sepakat dorong penurunan ketegangan di Timur Tengah
Kedua pemimpin, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said, menyetujui kerja sama untuk mendorong pengurangan ketegangan di wilayah Timur Tengah. Fokus utama kemitraan ini adalah menjaga keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur kritis pengiriman energi global. Usai melakukan komunikasi telepon, Takaichi mengungkapkan pandangan pemerintah Jepang dalam wawancara dengan media.
Kerja Sama Jepang dan Oman untuk Deeskalasi
Dalam pernyataan resmi, Takaichi menekankan pentingnya pertahankan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran serta segera meraih kesepakatan yang lebih stabil melalui proses diplomasi. Kesepakatan antara AS dan Iran mengenai gencatan senjata telah diumumkan sejak Rabu (8/4), namun upaya negosiasi yang berlangsung pada akhir pekan lalu gagal mencapai titik temu.
Blokade Angkatan Laut AS
AS juga meluncurkan kebijakan blokade terhadap semua aktivitas maritim di pelabuhan Iran sejak Senin (13/4). Langkah ini dilakukan sebagai respons atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari. Takaichi menyampaikan bahwa pemerintah Jepang akan mengevaluasi tindakan tambahan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak di Oman, salah satu negara penghasil minyak mentah yang menjadi sumber utama bahan bakar Jepang.
Dampak Terhadap Impor Minyak Jepang
Jepang bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah yang mencapai lebih dari 90 persen dari total kebutuhan. Sebagian besar minyak tersebut melalui Selat Hormuz, jalur vital yang kini terancam oleh konflik yang berlangsung. Takaichi menyebutkan bahwa keamanan pada jalur ini menjadi prioritas utama dalam upaya memulihkan stabilitas.
“Kita harus menegaskan komitmen terhadap gencatan senjata antara AS dan Iran, serta mempercepat solusi diplomatik,” kata Takaichi dalam wawancara.


