Hasil Pertemuan: IEA, IMF, Bank Dunia: Harga energi, pupuk mungkin akan tetap tinggi
IEA, IMF, Bank Dunia: Harga Energi dan Pupuk Mungkin Tetap Tinggi
Istanbul, Senin (13/4) – Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia mengeluarkan peringatan bahwa harga energi serta pupuk mungkin akan terus tinggi dalam waktu yang lama. Mereka menegaskan bahwa kenaikan harga ini bisa berlangsung meski arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali stabil, akibat dari gangguan rantai pasokan dan penundaan pemulihan global komoditas.
Perang di Timur Tengah Berdampak Global
Peringatan tersebut menyebutkan bahwa dampak perang di Timur Tengah bersifat “substansial, global, dan sangat tidak merata,” yang secara spesifik berdampak lebih besar pada negara-negara importir energi, terutama negara berpenghasilan rendah.
“Kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami,” kata pernyataan itu.
Kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk telah memperparah kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan penurunan jumlah pekerja, sementara beberapa produsen di kawasan Timur Tengah mengalami penurunan signifikansi pendapatan ekspor.
Dalam pernyataan, disampaikan bahwa distribusi komoditas melalui Selat Hormuz belum kembali normal dan bahwa pemulihan pasokan global bahan bakar mungkin membutuhkan waktu meski arus komoditas stabil.
Ditambahkan pula bahwa kekurangan input kritis yang dipicu oleh gangguan pasokan bisa menyebar ke sektor energi, pangan, dan bidang lainnya. Selain itu, konsekuensi seperti pengungsian warga, penurunan lapangan kerja, serta penurunan aktivitas pariwisata dan perjalanan mungkin membutuhkan periode pemulihan yang panjang.
Koordinasi dan Monitoring Terus Dilakukan
Lembaga internasional tersebut menegaskan komitmen untuk terus mengoordinasikan bantuan kepada negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi serta ekonomi global.
Dalam upaya mencapai pemulihan yang kuat, stabilitas, pertumbuhan, serta peningkatan kesempatan kerja, mereka bekerja sama dengan organisasi internasional lain untuk merespons situasi yang terjadi.


