Nasional

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan, Perkuat Pengawasan Pengolahan Beras di Cirebon

codex-3c83a4c11c0245a3849c1d5d44ba2481

Bulog Tingkatkan Pengawasan Bantuan Beras di Cirebon

Amalzakat.com – Perum Bulog memperketat pengawasan dalam penyiapan hingga penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kabupaten Cirebon. Penguatan ini diarahkan agar beras yang disalurkan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) memenuhi ketentuan mutu dan jumlah, sejak tahap pengolahan sampai diterima warga.

Rangkaian pengawasan mencakup pengolahan komoditas, pemeriksaan kualitas dan kuantitas, pengemasan, penyimpanan, hingga distribusi ke titik pembagian. Bulog juga menekankan pentingnya respons cepat atas masukan masyarakat agar setiap persoalan dapat ditangani tanpa menunda layanan kepada penerima manfaat.

Langkah tersebut menjadi perhatian setelah muncul masukan dari warga terkait penyaluran bantuan di Desa Ujung Semi dan Desa Guwa, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Kantor Cabang Bulog Cirebon bersama Kantor Wilayah Jawa Barat kemudian mengirimkan tim ke dua desa itu pada 15 September 2026.

Pengecekan Langsung dan Penggantian Beras

Tim lapangan melakukan pemeriksaan, berkoordinasi dengan pelaksana di desa, serta menyerap keterangan langsung dari PBP. Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan prosedur penyaluran diterapkan secara utuh dan kebutuhan warga dapat ditindaklanjuti dengan tepat.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan segera setelah informasi diterima. Pada penelusuran awal, belum ada pengaduan yang masuk saat monitoring dan evaluasi sebelumnya, baik kepada Bulog Kancab Cirebon maupun pelaksana penyaluran di tingkat desa.

“Begitu menerima informasi, kami segera menurunkan tim ke kedua desa untuk melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Berdasarkan penelusuran awal, pada saat monitoring dan evaluasi sebelumnya belum terdapat laporan yang disampaikan kepada Bulog Kancab Cirebon maupun pelaksana di tingkat desa. Sebelum penyaluran, pemeriksaan terhadap kualitas dan kuantitas bantuan pangan juga telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Nurman.

Pada hari pengecekan, Bulog mengganti 64 sak beras dengan total 640 kilogram sebagai tindak lanjut atas masukan dari sejumlah penerima bantuan. Penggantian ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya menjaga agar bantuan yang diterima sesuai standar yang ditetapkan.

Bulog juga menyiapkan posko layanan dan pengaduan di Desa Ujung Semi dan Desa Guwa. Keberadaan posko dimaksudkan sebagai saluran yang mudah dijangkau warga apabila memerlukan penanganan terkait bantuan pangan yang telah diterima.

“Kami ingin memastikan setiap PBP mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, apabila terdapat masukan terkait Bantuan Pangan yang diterima, kami persilakan masyarakat menyampaikannya kepada petugas agar dapat segera kami tindak lanjuti,” tambah Nurman.

Pemeriksaan Dilakukan dari Hulu hingga Titik Bagi

Pengawasan yang diperkuat Bulog tidak hanya berfokus pada saat beras diserahkan kepada warga. Perhatian juga diberikan pada proses di tingkat pengolahan, tempat komoditas disiapkan sebelum melalui tahapan pemeriksaan, pengemasan, dan penyimpanan.

Pemeriksaan berlapis penting karena penyaluran bantuan pangan melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan. Kondisi beras pada titik pembagian perlu tetap diperhatikan, meskipun pengecekan telah dijalankan sebelum distribusi. Dengan pemantauan menyeluruh, setiap bagian dalam proses penyaluran diharapkan dapat berjalan sesuai standar.

Kantor Cabang Bulog Cirebon dan Kanwil Jawa Barat akan meningkatkan monitoring di seluruh tahapan tersebut. Koordinasi dengan pemerintah daerah serta petugas pelaksana di lapangan menjadi bagian dari penguatan pelaksanaan program.

Di tingkat desa, tim pelaksana kembali diberikan edukasi mengenai pemeriksaan secara sampling ketika beras tiba di titik pembagian. Pemeriksaan sampel sebelum penyerahan kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mengenali hal-hal yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Apabila ditemukan kondisi yang perlu ditangani, pelaksana desa diminta segera menghubungi Bulog. Mekanisme itu akan diperkuat melalui bimbingan teknis bersama pemerintah desa dan petugas penyaluran, sehingga jalur koordinasi dapat berjalan jelas dari lokasi pembagian hingga pihak yang bertanggung jawab menindaklanjuti.

Menjaga Kepercayaan dan Manfaat Program

Sebagai badan usaha milik negara yang mendapat amanah pemerintah untuk mendukung program pangan nasional, Bulog menempatkan mutu layanan sebagai bagian penting dari pelaksanaan Bantuan Pangan Beras. Kecepatan merespons masukan warga, ketelitian dalam pengawasan, dan koordinasi antarpetugas menjadi unsur yang diperlukan agar bantuan dapat diterima secara layak.

Bagi PBP, kepastian kualitas dan jumlah beras merupakan bagian utama dari manfaat program. Karena itu, ketersediaan kanal pengaduan di desa membantu masyarakat menyampaikan persoalan kepada petugas yang dapat melakukan tindak lanjut. Keterlibatan pelaksana lokal juga membuat pemeriksaan di titik bagi dapat dilakukan lebih dekat dengan penerima bantuan.

Bulog menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas serta kuantitas bantuan melalui pengawasan dari hulu hingga hilir. Penguatan pemantauan, perbaikan koordinasi, dan layanan yang tanggap diharapkan memastikan amanah pemerintah berjalan sesuai ketentuan serta manfaat bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Frequently Asked Questions

What is Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan Perkuat?

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan Perkuat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan Perkuat matter?

Bulog Jamin Mutu Bantuan Pangan Perkuat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *