Lifestyle

Sentil Sarwendah, Pengacara Ruben: Tak Sedarah Apa Minta Tes Juga?

codex-cabf322527264a86b34ed78cc09d954f

Kuasa Hukum Ruben Onsu Persoalkan Syarat Tes Kesehatan untuk Bertemu Anak

Amalzakat.com – Perselisihan mengenai pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anaknya kembali menjadi sorotan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mempertanyakan persyaratan tes kesehatan yang disebut diminta Sarwendah sebelum Ruben dapat bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak mereka.

Minola menilai ketentuan itu patut dipertanyakan karena Ruben merupakan ayah kandung. Ia menyoroti adanya perbedaan perlakuan apabila orang lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan anak-anak tersebut dapat berinteraksi tanpa syarat kesehatan yang sama.

“Kalau ibu mengatakan berusaha memastikan kesehatan anak-anak, pertanyaan dari klien kami, apakah itu juga berlaku bagi Ruben Onsu sebagai ayah kandung? Bagaimana dengan pihak lain yang tidak memiliki hubungan darah, seperti Giorgio Antonio, tetapi tidak diberlakukan hal yang sama?” ujar Minola Sebayang melalui media sosialnya, Jumat (18/9/2026).

Akta 39 Disebut Tidak Mengatur Kewajiban Tes

Dalam penjelasannya, Minola menyatakan permintaan hasil tes kesehatan yang valid tidak tercantum dalam kesepakatan perceraian yang dikenal sebagai Akta 39. Karena tidak menjadi bagian dari kesepakatan tersebut, ia memandang syarat itu bukan kewajiban yang dapat diterapkan secara sepihak.

“Hal ini tidak pernah diatur dalam Akta 39 dan bukan merupakan kewajiban. Jika ingin diterapkan, harus melalui keputusan dan kesepakatan di ruang mediasi,” tegasnya.

Keberadaan kesepakatan pascaperceraian menjadi penting dalam sengketa keluarga karena menjadi rujukan bagi kedua pihak dalam menjalankan hak dan tanggung jawab masing-masing. Jika muncul aturan baru yang belum tertulis dalam kesepakatan, mediasi dapat menjadi ruang untuk membahas alasan, batasan, serta cara penerapannya tanpa memperuncing konflik di hadapan publik.

Dalam perkara yang menyangkut anak, komunikasi antara orang tua tetap memiliki peran besar. Kesepakatan yang jelas mengenai waktu bertemu, pola komunikasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan anak dapat membantu mencegah perbedaan penafsiran di kemudian hari.

Ruben Disebut Meminta Waktu Bersama Anak Sesuai Perjanjian

Minola juga menjelaskan bahwa sejak awal Ruben hanya ingin menjalankan hak untuk berkumpul dengan anak-anaknya selama dua hingga tiga hari setiap pekan. Permintaan itu, kata dia, mengacu pada pengaturan yang telah disepakati setelah perceraian.

“Sejak awal, Ruben hanya ingin meminta haknya untuk bertemu dan berkumpul sesuai perjanjian Akta 39. Namun itu tidak pernah terealisasi, bahkan dihalang-halangi. Padahal, kewajiban memberikan nafkah anak hingga ratusan juta rupiah per bulan selalu dipenuhi,” ungkap Minola.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa isu yang dipersoalkan bukan hanya mengenai tes kesehatan, melainkan juga pelaksanaan jadwal pertemuan antara ayah dan anak. Bagi keluarga yang telah berpisah, pelaksanaan pengasuhan dan waktu kebersamaan sering membutuhkan koordinasi yang konsisten agar anak tetap memiliki akses yang sehat kepada kedua orang tuanya.

Minola membantah anggapan bahwa pihak Ruben melakukan aksi framing atau membentuk opini negatif. Ia justru menyayangkan narasi yang berkembang di ruang publik karena dinilai berpotensi memberi gambaran yang tidak menguntungkan bagi Ruben di hadapan anak-anaknya.

Perselisihan keluarga yang dibicarakan melalui media sosial dapat membawa dampak luas, terutama ketika anak-anak ikut menjadi bagian dari isu yang diperdebatkan. Karena itu, penyelesaian yang berfokus pada kebutuhan anak dinilai lebih penting daripada memperpanjang saling respons di ruang publik.

Mediasi Dinilai Menjadi Jalan yang Lebih Baik

Pihak Ruben berharap persoalan tersebut tidak terus berkembang menjadi polemik melalui unggahan atau tanggapan di media sosial. Minola mendorong agar perbedaan pandangan diselesaikan secara damai lewat mediasi.

Mediasi dapat membuka kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan kepentingan masing-masing secara langsung, termasuk mengenai kondisi kesehatan anak, jadwal pertemuan, serta pelaksanaan isi Akta 39. Dalam proses seperti ini, fokus utamanya bukan semata-mata memenangkan perdebatan, melainkan menemukan pengaturan yang dapat dijalankan secara adil dan stabil.

Dengan adanya dialog yang terukur, syarat tambahan apa pun dapat dibahas bersama dan dituangkan secara jelas apabila disetujui. Langkah tersebut juga dapat mengurangi risiko munculnya kesalahpahaman yang berulang mengenai hak bertemu maupun kewajiban pengasuhan setelah perceraian.

Hingga saat ini, Minola menegaskan posisi kliennya adalah menjalankan hak berkumpul bersama anak-anak sesuai kesepakatan yang telah ada. Ia berharap semua pihak mengutamakan penyelesaian yang menjaga kepentingan terbaik anak-anak.

Frequently Asked Questions

What is Sentil Sarwendah Pengacara Ruben?

Sentil Sarwendah Pengacara Ruben is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sentil Sarwendah Pengacara Ruben matter?

Sentil Sarwendah Pengacara Ruben matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *