Pasokan Tambahan Disiapkan, Bantuan Beras di Manggarai dan Manggarai Timur Tetap Berjalan
Amalzakat.com – Penyaluran bantuan pangan berupa beras bagi warga di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dipastikan tetap dilaksanakan meski persediaan di Gudang Bulog Cabang Ruteng belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan tiga bulan penyaluran.
Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, kebutuhan beras di dua wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3.460 ton. Stok yang tersedia di gudang Bulog Ruteng saat ini berada di kisaran 2.300 ton, sehingga masih diperlukan tambahan kurang lebih 1.160 ton.
Kekurangan tersebut akan ditutup melalui pengiriman beras dari cabang Bulog lain. Dengan langkah itu, distribusi bantuan kepada keluarga penerima bantuan pangan tetap ditargetkan dapat dimulai dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat ada pasokan dari Bulog lain. Jadi, untuk distribusi beras bantuan pangan tetap berjalan,” ujar Kepala Bulog Cabang Ruteng Yermi Ruthando Febriant Djami saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).
Pemeriksaan mutu dan takaran dilakukan sebelum distribusi
Sebelum beras disalurkan kepada masyarakat, pemerintah daerah bersama Bulog melakukan pemeriksaan kualitas sekaligus kuantitas persediaan. Proses tersebut berlangsung di Gudang Bulog Ruteng pada Jumat (18/9/2026).
Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel secara acak dari stok gudang. Beras kemudian ditimbang dan dicek kondisinya untuk memastikan jumlahnya sesuai dengan alokasi yang ditetapkan serta tidak terjadi kekurangan takaran pada bantuan yang diterima warga.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari peluncuran bantuan pangan untuk tiga bulan alokasi. Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu meresmikan peluncuran program tersebut, sebelum bantuan beras diberikan secara simbolis kepada warga yang hadir.
Bantuan pangan dipandang penting bagi masyarakat di Flores yang masih menghadapi dampak gempa bumi. Selain membantu kebutuhan konsumsi sehari-hari, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan rumah tangga pada masa pemulihan.
“Beras ini untuk menanggulangi kemiskinan, menangani kerawanan pangan, penanganan stunting, mengendalikan gejolak harga pangan dan inflasi. Paling utama membantu meringankan beban warga yang baru saja terkena dampak bencana gempa bumi,” kata Fabianus.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Bulog atas keberlanjutan bantuan di tengah kondisi kebencanaan yang turut dirasakan masyarakat setempat.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Manggarai, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.
Alokasi untuk puluhan ribu penerima
Di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan pangan ditujukan bagi penerima pada kelompok desil 1 hingga desil 4. Total alokasi mencapai 1.661.250 kilogram beras untuk 55.375 sasaran penerima bantuan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Manggarai Timur Herman Kodi menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam pemeriksaan gudang bertujuan memastikan bantuan yang akan didistribusikan memenuhi standar mutu dan jumlah yang semestinya.
“Kami datang untuk memastikan jumlah tonase dan mutu beras bantuan pangan ini benar-benar baik sebelum disalurkan ke masyarakat. Jadi, sudah kami cek dan kualitasnya bagus,” ujar Herman.
Ia meminta seluruh pihak, termasuk media, ikut mengawasi penyaluran bantuan. Pengawalan dianggap diperlukan agar beras pemerintah dapat sampai kepada penerima tanpa hambatan, terutama ketika masyarakat masih berada dalam tahap pemulihan pascagempa.
Herman juga mengapresiasi layanan Bulog yang tetap berjalan walaupun terdampak gempa. Untuk Manggarai Timur, ia berharap distribusi dapat dilakukan secara kolektif agar pelaksanaannya lebih efisien dan tidak membebani warga penerima.
Sementara itu, bantuan pangan di Kabupaten Manggarai menjangkau 59.990 penerima. Para penerima tersebar di 171 desa dan kelurahan yang berada dalam 12 kecamatan.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan. Karena bantuan mencakup tiga bulan alokasi, masing-masing warga penerima akan menerima total 30 kilogram beras untuk periode Juli hingga September 2026.
Kabid Ketahanan Pangan dan Usaha Pertanian Dinas Pertanian Manggarai Ami Kristianto Jonthan menyampaikan bahwa kebutuhan bantuan beras untuk Kabupaten Manggarai selama periode tersebut mencapai sekitar 1.799.700 kilogram.
Distribusi ditargetkan mulai pekan depan
Bulog Cabang Ruteng menargetkan penyaluran bantuan pangan bagi Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur dapat mulai berlangsung pada pekan depan. Ketersediaan tambahan pasokan menjadi bagian penting agar seluruh alokasi tiga bulan dapat dipenuhi sesuai rencana.
Distribusi bantuan beras bukan hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan pangan penerima, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat. Ketika kebutuhan pokok tersedia melalui bantuan, beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang, khususnya bagi keluarga yang berada dalam kondisi rentan.
Program ini juga diarahkan untuk membantu penanganan kerawanan pangan, mendukung upaya pencegahan stunting, serta menjaga stabilitas harga pangan dan inflasi. Pemeriksaan stok, mutu, serta ketepatan jumlah bantuan menjadi tahapan penting agar tujuan tersebut dapat tercapai di tingkat masyarakat.
Dengan pasokan antarcabang yang segera disiapkan, kekurangan sekitar 1.160 ton beras di Ruteng diharapkan tidak menghambat pelaksanaan bantuan. Pemerintah daerah dan Bulog tetap menempatkan ketepatan sasaran, kualitas beras, serta kelancaran penyaluran sebagai perhatian utama bagi warga Manggarai dan Manggarai Timur.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Stok Beras Bulog Ruteng Kurang 1 160?
Stok Beras Bulog Ruteng Kurang 1 160 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Stok Beras Bulog Ruteng Kurang 1 160 matter?
Stok Beras Bulog Ruteng Kurang 1 160 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
