Mahathir Mohamad Dirawat untuk Observasi Usai Kepergian Siti Hasmah
Amalzakat.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menjalani perawatan di Institut Jantung Nasional (IJN), Kuala Lumpur, pada Selasa malam, 29 September 2026. Perawatan itu dilakukan sehari setelah istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali, wafat dan dimakamkan secara kenegaraan di Putrajaya.
Keluarga membawa Mahathir ke rumah sakit agar kesehatannya dapat diawasi secara langsung. Pada usia 101 tahun, kondisi fisik dan emosional Mahathir menjadi perhatian setelah rangkaian peristiwa berat yang menyertai meninggalnya Hasmah, pasangan hidupnya selama puluhan tahun.
Putra keduanya, Mokhzani Mahathir, menyampaikan bahwa keadaan sang ayah stabil. Ia menegaskan perawatan di IJN dilakukan sebagai langkah observasi, bukan karena kondisi yang dinilai mengkhawatirkan.
“Beliau dirawat di IJN untuk observasi karena 2 hari terakhir cukup menegangkan bagi beliau, tetapi untuk saat ini, beliau baik-baik saja,” kata Mokhzani.
Kelelahan dan Kurang Istirahat
Sekretaris pers Mahathir, Sufi Yusoff, menjelaskan bahwa mantan pemimpin Malaysia tersebut mengalami kelelahan setelah melalui masa duka. Perubahan emosi, cuaca panas, serta waktu istirahat yang terbatas disebut menjadi faktor yang membebani kondisi Mahathir.
“Beliau kelelahan karena naik turun emosi, cuaca panas, dan kurang istirahat. Semua itu bukan kombinasi yang baik untuk seseorang yang berusia 101 tahun,” kata Sufi.
Keluarga masih menunggu penilaian lengkap dari tim dokter. Pemantauan di rumah sakit dinilai penting untuk memastikan Mahathir memperoleh waktu pemulihan yang cukup setelah beberapa hari penuh aktivitas dan suasana berkabung.
Keputusan merawat Mahathir juga berkaitan dengan riwayat kesehatannya. Ia diketahui pernah mengalami gangguan jantung dan pernah menjalani operasi bypass. Dalam beberapa tahun terakhir, Mahathir beberapa kali mendapat perawatan medis, sehingga setiap perubahan kondisi fisik pada dirinya menjadi perhatian serius.
Perawatan sebelumnya berlangsung pada Januari 2026. Saat itu, Mahathir dirawat setelah mengalami patah tulang pinggul akibat terjatuh. Riwayat tersebut menambah alasan bagi keluarga untuk memilih pengawasan medis langsung ketika ia mengalami kelelahan setelah kehilangan istrinya.
Kepergian Siti Hasmah
Siti Hasmah Mohd Ali meninggal dunia pada Senin, 28 September 2026, dalam usia 100 tahun. Pada hari yang sama, ia dimakamkan secara kenegaraan di Mausoleum Nasional, Putrajaya. Prosesi itu menjadi momen duka besar bagi keluarga Mahathir dan masyarakat Malaysia yang mengenal Hasmah sebagai figur publik penting selama perjalanan panjang suaminya di pemerintahan.
Hasmah selama bertahun-tahun hadir di sisi Mahathir, termasuk ketika ia memimpin Malaysia dalam berbagai periode politik. Kehilangannya tentu memiliki arti mendalam bagi Mahathir, yang kini telah memasuki usia lebih dari satu abad.
Dalam situasi seperti ini, observasi medis tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan fisik. Dokter juga perlu memastikan pasien lanjut usia tetap memperoleh istirahat, asupan, dan pengawasan yang memadai ketika mengalami tekanan emosional. Kelelahan setelah masa duka dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama bagi seseorang dengan riwayat kesehatan yang perlu dijaga secara ketat.
Perawatan di IJN memberi ruang bagi tenaga medis untuk memantau kondisi Mahathir secara berkelanjutan. Rumah sakit tersebut merupakan pusat layanan jantung nasional Malaysia, sehingga relevan dengan riwayat gangguan jantung yang pernah dialami mantan perdana menteri itu.
Keluarga Prioritaskan Pemulihan
Pesan keluarga menekankan bahwa Mahathir berada dalam keadaan baik dan menjalani perawatan sebagai tindakan kehati-hatian. Fokus utama saat ini adalah memberinya kesempatan untuk beristirahat dan pulih setelah hari-hari yang sangat berat secara pribadi.
Bagi publik, kabar perawatan Mahathir menjadi pengingat bahwa usia lanjut dan riwayat penyakit membutuhkan perhatian khusus, terlebih ketika seseorang menghadapi kehilangan besar. Stabilnya kondisi Mahathir menjadi kabar menenangkan, meski hasil pemeriksaan dokter tetap dinantikan keluarga.
Mahathir merupakan salah satu tokoh politik paling dikenal di Malaysia. Karena itu, kondisi kesehatannya sering mendapat perhatian luas. Namun, di balik perannya sebagai negarawan, masa ini juga memperlihatkan sisi pribadi seorang suami yang baru saja kehilangan pendamping hidupnya.
Untuk sementara, keluarga memilih memastikan Mahathir tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan. Langkah tersebut diharapkan membantu menjaga kondisinya tetap stabil serta memberinya waktu yang diperlukan untuk menghadapi masa berkabung setelah kepergian Siti Hasmah Mohd Ali.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit Sehari?
Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit Sehari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit Sehari matter?
Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit Sehari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
