Special Plan: DPRD Surabaya dukung pelaksanaan revitalisasi pasar
DPRD Surabaya Dukung Revitalisasi Pasar sebagai Upaya Membangun Ekonomi Lokal
Special Plan – Surabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menunjukkan dukungan terhadap program revitalisasi pasar yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memperbaiki tampilan pasar rakyat agar lebih modern dan terstruktur. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mengungkapkan bahwa langkah revitalisasi ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi juga merupakan kesempatan untuk mendorong transformasi dalam cara pengelolaan dan penjualan di pasar tradisional.
Anggaran Revitalisasi Pasar dan Peningkatan Kualitas
Dalam wawancara di Surabaya pada Senin, Arif menyatakan bahwa keberhasilan revitalisasi pasar sangat bergantung pada perubahan pola pikir pengelola serta para pedagang. Ia menekankan bahwa selain penataan fisik, transformasi manajemen dan penerapan pola kerja yang lebih efisien adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, penggunaan anggaran sebesar Rp19,8 miliar yang dialokasikan untuk revitalisasi pasar tahun ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perdagangan.
Arif menilai, anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini adalah bukti bahwa pemerintah berusaha memberikan perhatian lebih terhadap ekonomi kerakyatan. “Revitalisasi pasar bukan hanya tentang tampilan fisik, tetapi juga tentang memberikan kemudahan bagi para pedagang dan meningkatkan daya saing pasar dalam pasar nasional,” kata Arif. Ia menambahkan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan pasar tradisional dalam menghadapi tantangan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Kepuasan dan Persepsi Publik terhadap Pasar Tradisional
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar tradisional sering dikaitkan dengan kesan kumuh dan kurang terorganisir. Arif berpendapat bahwa revitalisasi pasar adalah langkah strategis untuk mengubah persepsi ini. “Revitalisasi ini bisa menjadi momentum bagi pasar tradisional agar tidak lagi dianggap sebagai tempat yang tidak bersih atau tidak modern,” ujarnya. Ia mencontohkan bagaimana pasar besar seperti Pasar Tanah Abang mulai menyesuaikan diri dengan tren digital melalui strategi pemasaran yang inovatif.
“Kami berharap PD Pasar Surya bisa memanfaatkan peluang ini untuk memperbaiki manajemen pengelolaan pasar. Tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga harus mengubah cara berpikir pengelola dan pedagang,” kata Arif.
Menurut Arif, PD Pasar Surya, sebagai badan yang mengelola pasar, perlu menjadikan revitalisasi sebagai titik awal untuk melakukan peremajaan secara menyeluruh. Ia menyoroti bahwa selama ini pengelolaan pasar tradisional masih kurang optimal dalam memanfaatkan teknologi digital, yang seharusnya bisa menjadi alat promosi dan pemasaran yang efektif.
Adopsi Teknologi dan Strategi Pemasaran Inovatif
Dalam rangka menciptakan pasar yang lebih modern, Arif mendorong penggunaan platform digital seperti TikTok atau live streaming untuk memperkenalkan produk pedagang kepada calon konsumen. “Dengan adopsi teknologi ini, pasar tradisional bisa menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan daya tarik mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa para pedagang harus aktif menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang terus berkembang.
Contoh nyata yang bisa diambil adalah Pasar Tanah Abang, yang telah sukses memanfaatkan media sosial untuk menarik perhatian pembeli. “Dengan melakukan langkah serupa, Surabaya bisa membangun pasar rakyat yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bisa bersaing di tingkat nasional,” imbuh Arif. Ia menilai bahwa adaptasi teknologi ini bisa meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat hubungan antara penjual dan pembeli.
Peran Edukasi dan Pembinaan Pedagang
Di samping digitalisasi, Arif juga menekankan pentingnya edukasi terhadap pedagang dalam menjaga kualitas dan kebersihan pasar. “Pedagang harus ditingkatkan kemampuan mereka, baik dalam menyusun kemasan produk maupun menjaga lingkungan pasar agar tetap bersih,” ujarnya. Ia mencontohkan bahwa penataan dagangan dan penerapan standar kebersihan merupakan faktor kunci dalam menarik minat konsumen.
Arif menambahkan bahwa keberhasilan program revitalisasi pasar juga bergantung pada kerja sama antara PD Pasar Surya dengan para pembuat konten digital. “Dengan menggandeng content creator, pasar tradisional Surabaya bisa memperkenalkan keunikan dan kebersihan mereka kepada publik secara lebih efektif,” katanya. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya memperbaiki tampilan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pasar rakyat.
Harapan untuk Revitalisasi yang Berkelanjutan
Kebijakan revitalisasi pasar di Surabaya, menurut Arif, bukan hanya sekadar upaya jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. “Dengan manajemen yang lebih baik dan adaptasi terhadap teknologi, pasar tradisional bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang sehat dan dinamis,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perubahan ini memerlukan komitmen dari semua pihak, termasuk pemerintah, pengelola, dan para pedagang.
Arif juga mengingatkan bahwa revitalisasi pasar harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang lebih kuat. “Pasar rakyat bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan usaha kecil dan menengah,” katanya. Ia berharap dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan, pasar tradisional Surabaya bisa menjadi contoh yang baik dalam transformasi perekonomian lokal.