Main Agenda: Indonesia-Yaman perkuat kerja sama bilateral jaminan produk halal
Indonesia-Yaman perkuat kerja sama bilateral jaminan produk halal
Main Agenda – Jakarta – Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pemerintah Indonesia melakukan penguatan kerja sama bilateral dengan Yaman terkait pengakuan sertifikasi halal. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, menjelaskan bahwa diskusi antara kedua negara berfokus pada peningkatan hubungan ekonomi dan kolaborasi khususnya dalam mekanisme registrasi sertifikat halal bagi produk asal Yaman yang akan masuk ke pasar Indonesia. Pertemuan tersebut menjadi dasar untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Yaman, dengan dukungan proses registrasi dan sertifikasi yang efektif serta transparan, sebagai bentuk komitmen menghadirkan kepastian hukum dan perlindungan konsumen.
Langkah strategis dalam harmonisasi standar halal global
Kata Haikal, kemitraan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia harus memiliki sertifikasi halal. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk memastikan standar kualitas produk halal sesuai dengan persyaratan nasional dan internasional. Selain itu, peraturan pemerintah yang berlaku, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024, menegaskan bahwa produk dari luar negeri, termasuk Yaman, wajib melakukan registrasi sertifikat halal melalui BPJPH sebelum beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia.
Proses registrasi ini dianggap sebagai elemen penting dalam sistem jaminan halal nasional, yang mencakup pengawasan terhadap bahan baku, proses produksi, distribusi, dan pengemasan produk. Dengan adanya kerja sama antara Indonesia dan Yaman, Haikal berharap dapat mempercepat prosedur pemeriksaan dan memberikan kepastian bahwa produk halal dari Yaman memenuhi standar kelayakan yang berlaku. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendorong harmonisasi standar halal global,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penguatan ekosistem halal sebagai pilar kemitraan
Haikal menyoroti bahwa kolaborasi ini berdampak signifikan pada ekosistem halal Indonesia. Ia menambahkan bahwa sistem jaminan halal nasional dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen, terutama dalam era perdagangan bebas yang semakin dinamis. “Dengan fondasi regulasi yang kuat dan komitmen bersama, hubungan kedua negara akan terus berkembang secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Haikal juga menjelaskan bahwa upaya ini bertujuan membangun jaringan kerja sama yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada pertukaran produk saat ini. Ia menekankan bahwa kerja sama dalam bidang jaminan halal berpotensi menciptakan peluang ekspor yang lebih besar bagi Yaman, sekaligus memberikan akses yang lebih mudah bagi produsen lokal untuk memasuki pasar internasional. “Kerja sama ini juga memastikan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Yaman, baik untuk kebutuhan perdagangan saat ini maupun pembangunan ekosistem halal yang lebih kuat di masa depan,” ujarnya.
Langkah konkret menuju integrasi sertifikasi halal
Pada kesempatan tersebut, Haikal mengatakan bahwa proses registrasi sertifikasi halal untuk produk Yaman akan dimulai dalam waktu dekat. “Inisiatif ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Yaman, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong integrasi standar halal secara nasional dan internasional,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa BPJPH siap melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Yaman untuk memastikan bahwa seluruh produk yang masuk ke Indonesia telah melewati prosedur verifikasi yang ketat.
Kerja sama antara Indonesia dan Yaman juga berdampak pada pengembangan industri halal di kedua negara. Haikal mengungkapkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pasar utama bagi produk halal Yaman, terutama di sektor pangan, farmasi, dan kosmetik. “Dengan adanya mekanisme registrasi yang lebih efisien, Yaman dapat mempercepat ekspor produk halalnya ke Indonesia, sementara pihak Indonesia memperoleh kepastian bahwa produk tersebut memenuhi kriteria halal,” ujarnya.
Komitmen bersama untuk membangun kepercayaan konsumen
Haikal menyatakan bahwa upaya memperkuat kerja sama bilateral tidak hanya berfokus pada formalitas administratif, tetapi juga mencakup penguatan kepercayaan konsumen. “Proses registrasi dan sertifikasi menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha yang adil, transparan, dan berkelanjutan,” katanya. Ia menjelaskan bahwa BPJPH akan melibatkan pihak Yaman dalam melatih para pekerja bidang halal, seperti inspeksi, pemantauan, dan pengawasan produk.
Proses ini juga diharapkan dapat mempercepat pengakuan produk halal Yaman oleh masyarakat Indonesia, yang semakin menyadari pentingnya kehalalan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. “Dengan sistem yang terstruktur dan standar yang konsisten, konsumen dapat lebih yakin bahwa produk yang mereka beli memenuhi syarat halal,” ujarnya. Haikal menegaskan bahwa BPJPH berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh produk yang terdaftar memiliki prosedur verifikasi yang akurat, sehingga tidak ada produk yang tidak sesuai dengan standar halal masuk ke pasar.
Peran halal sebagai pendorong ekonomi global
Kemitraan antara Indonesia dan Yaman dalam bidang halal dilihat sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekonomi global yang berbasis kehalalan. Haikal menyampaikan bahwa pasar halal di Indonesia terus berkembang, dengan nilai ekonomi yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun. “Dengan peningkatan kerja sama ini, Yaman memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor produknya, sementara Indonesia dapat memperkaya pasar dengan produk yang memiliki sertifikasi halal internasional,” katanya.
Haikal juga memaparkan bahwa BPJPH akan melakukan evaluasi berkala terhadap produk Yaman yang telah terdaftar, untuk memastikan bahwa standar kualitas tetap terjaga. “Kita perlu membangun sistem yang dinamis, tetapi tetap memenuhi prinsip-prinsip dasar halal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan teknologi dalam bidang halal, yang nantinya dapat diterapkan oleh kedua negara untuk meningkatkan daya saing produk mereka di tingkat global.
Dalam kesimpulannya, Haikal berharap kerja sama antara Indonesia dan Yaman dapat menjadi contoh yang baik bagi negara-negara lain dalam membangun kerjasama bilateral di bidang halal. “Ini adalah langkah awal dalam menciptakan ekosistem halal yang lebih kuat, baik untuk Indonesia maupun Yaman,” pungkasnya. Ia yakin dengan kepastian hukum dan perlindungan konsumen yang diberikan, kerja sama ini akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di masa depan.