Bisnis

Industri Keramik Mulai Pulih – Tapi Belum Lampaui Kinerja Kinclong di 2021

Industri Keramik Mulai Pulih – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri keramik nasional mulai menunjukkan tren kinerja pemulihan dengan utilisasi pabrik yang perlahan naik di tengah hantaman kenaikan harga gas industri dan agresifnya keramik impor dari China. Data pada Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menunjukkan, tingkat utilisasi pabrik keramik nasional sejak Januari hingga Mei 2026 mencapai 72 persen. Angka ini merupakan kenaikan luar biasa karena di 2024 utilisasi pabrik hanya 66 persen.

Industri Keramik Khawatir Harga Gas Melonjak, ASAKI: Kondisi Sudah SOS Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto dalam konferensi pers penyelenggaraan Indonesia’s Integrated Building, Design and Property Expo di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 mengatakan optimistis, utilisasi pabrik keramik nasional tahun 2026 ini bisa menembus 73-75 persen. Namun diakui angka tersebut merupakan angka revisi dari target awal yang mencapai 80 persen. Optimisme Edy dilatarbelakangi oleh tren pemulihan positif di tengah dinamika global.

Edy bilang, jika target utilisasi pabrik tembus 75 persen di 2026 ini maka itu akan menjadi prestasi sepertiyang diraih di 2021 dimana pada tahun tersebut merupakan puncak tertinggi utilisasi industri keramik nasional sebelum kemudian merosot hingga titik terendah di 2026 yang hanya 66 persen. "Untuk di 2026 ini kita masih bisa mengejar target dan kami sudah merevisi target awal 80 persen utilisasiya menjadi 73 sampai 75 persen," kata Edy. Edy menjelaskan, permintaan keramik di segmen menengah cenderung meningkat dari 23 persen menjadi 33 persen di 2026 sejalan dengan utilisasi pabrik yang meningkat.

Total tambahab kapasitas produksi keramik nasional tahun 2024 lalu mencapai 73 juta meter persegi dan kemudian tambahan kapasitas meningkat menjadi 90 juta meter persegi hingga 2029 seiring dengan langkah ekspansi yang dilakukan sejumlah pemain keramik nasional. Data Kemenperin, kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini telah mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen di 2025. Genjot Penjualan Lewat Eksibisi Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya mengatakan, penyelenggaraan Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 siap digelar pada 4–7 Juni 2026 diharapkan menjadi pendorong kuat untuk menggenjot kinerja industri keramik nasional.

"Penyelenggaraan edisi 2026 ini diharapkan bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, kami memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti agar seluruh stakeholder dapat berakselerasi dalam satu platform," ungkapnya. Kegiatan ini diharapkan bisa membukan transaksi terbesar bagi industri bangunan dan tata ruang dengan konsep B2B dan B2C.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri keramik nasional mulai menunjukkan tren kinerja pemulihan dengan utilisasi pabrik yang perlahan naik di tengah hantaman kenaikan harga gas industri dan agresifnya keramik impor dari China. Data pada Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menunjukkan, tingkat utilisasi pabrik keramik nasional sejak Januari hingga Mei 2026 mencapai 72 persen. Angka ini merupakan kenaikan luar biasa karena di 2024 utilisasi pabrik hanya 66 persen.

Industri Keramik Khawatir Harga Gas Melonjak, ASAKI: Kondisi Sudah SOS Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto dalam konferensi pers penyelenggaraan Indonesia’s Integrated Building, Design and Property Expo di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026 mengatakan optimistis, utilisasi pabrik keramik nasional tahun 2026 ini bisa menembus 73-75 persen. Namun diakui angka tersebut merupakan angka revisi dari target awal yang mencapai 80 persen. Optimisme Edy dilatarbelakangi oleh tren pemulihan positif di tengah dinamika global.

Edy bilang, jika target utilisasi pabrik tembus 75 persen di 2026 ini maka itu akan menjadi prestasi sepertiyang diraih di 2021 dimana pada tahun tersebut merupakan puncak tertinggi utilisasi industri keramik nasional sebelum kemudian merosot hingga titik terendah di 2026 yang hanya 66 persen. "Untuk di 2026 ini kita masih bisa mengejar target dan kami sudah merevisi target awal 80 persen utilisasiya menjadi 73 sampai 75 persen," kata Edy. Edy menjelaskan, permintaan keramik di segmen menengah cenderung meningkat dari 23 persen menjadi 33 persen di 2026 sejalan dengan utilisasi pabrik yang meningkat.

Total tambahab kapasitas produksi keramik nasional tahun 2024 lalu mencapai 73 juta meter persegi dan kemudian tambahan kapasitas meningkat menjadi 90 juta meter persegi hingga 2029 seiring dengan langkah ekspansi yang dilakukan sejumlah pemain keramik nasional. Data Kemenperin, kapasitas produksi terpasang industri keramik nasional saat ini telah mencapai sekitar 650 juta meter persegi per tahun, dengan tingkat utilisasi produksi yang diperkirakan mencapai 73 persen di 2025. Genjot Penjualan Lewat Eksibisi Presiden Direktur Panorama Media, Royanto Handaya mengatakan, penyelenggaraan Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 siap digelar pada 4–7 Juni 2026 diharapkan menjadi pendorong kuat untuk menggenjot kinerja industri keramik nasional.

"Penyelenggaraan edisi 2026 ini diharapkan bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, kami memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur, dan investasi properti agar seluruh stakeholder dapat berakselerasi dalam satu platform," ungkapnya. Kegiatan ini diharapkan bisa membukan transaksi terbesar bagi industri bangunan dan tata ruang dengan konsep B2B dan B2C.

Aisyah Putri

Aisyah Putri adalah penulis yang berfokus pada topik zakat, amal, dan filantropi dari sudut pandang edukasi publik. Di amalzakat.com, Aisyah menyajikan artikel informatif yang membantu pembaca memahami konsep berbagi, tanggung jawab sosial, serta peran zakat dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menekankan pentingnya literasi informasi agar praktik amal dilakukan secara sadar, tepat, dan bertanggung jawab.