Special Plan: Pertamina buka beasiswa pelaut untuk dukung operasional armada energi

Pertamina Buka Beasiswa Pelaut untuk Dukung Operasional Armada Energi

Special Plan – Jakarta, Selasa – PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan Program Beasiswa Calon Pelaut sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) maritim yang berkualitas untuk mendukung operasional kapal-kapal energi. Program ini dirancang untuk menciptakan jalur pengembangan SDM pelaut yang siap bertugas. Tidak hanya menyediakan akses pendidikan, program ini juga memberikan peluang karier yang jelas bagi peserta, sehingga mereka dapat langsung terlibat dalam aktivitas operasional armada. Hal ini dijelaskan oleh Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Program Beasiswa Calon Pelaut

Menurut Arif, program ini bertujuan untuk membangun basis tenaga kerja pelaut yang mampu memenuhi kebutuhan Pertamina Patra Niaga. “Kami mengharapkan program ini bisa menjadi pintu masuk bagi calon pelaut yang berkualitas, sehingga mereka siap mengemban tugas sebagai bagian dari operasional kapal energi,” ujarnya. Sebanyak 23 peserta akan dipilih melalui seleksi yang ketat, dan setelah lulus, mereka akan langsung ditempatkan sebagai kru kapal. Arif menegaskan bahwa SDM pelaut nasional sangat vital dalam menjaga keberlanjutan distribusi energi.

“Program ini dirancang untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja pelaut yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja, sehingga bisa berkontribusi secara signifikan pada operasional armada,” kata Arif.

Salah satu alasan program ini dibuka adalah karena peran pelaut dalam rantai pasok energi menjadi semakin strategis. Armada laut berfungsi sebagai penghubung antara titik suplai, kilang, terminal, dan daerah distribusi energi. Dalam konteks Pertamina Patra Niaga, kapal-kapal milik perusahaan ini bertugas mengangkut minyak mentah, produk olahan minyak, bahan bakar beroktan (BBM), serta liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Dengan adanya beasiswa ini, pertamina berharap bisa memperkuat ketersediaan sumber daya maritim yang memadai.

Komposisi Kru Pelaut Nasional

Menurut data Kementerian Perhubungan, Indonesia memiliki sekitar 1,4 juta pelaut yang bekerja di berbagai negara. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia. Komitmen Pertamina Group terhadap penguatan SDM pelaut nasional terlihat dari komposisi kru di armada perusahaan. Dari total 4.368 kru pelaut, sebanyak 4.090 atau 94 persen merupakan Warga Negara Indonesia. Angka ini, menurut Arif, membuktikan bahwa tenaga maritim lokal menjadi tulang punggung dalam menjaga konsistensi operasional distribusi energi.

Kompetensi pelaut dalam menjaga kelancaran distribusi energi tidak bisa dipandang remeh. Mereka bertugas di berbagai kondisi laut, baik dalam kondisi normal maupun ekstrem, sehingga memerlukan keterampilan dan pengalaman yang matang. Dengan adanya program beasiswa, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan ketersediaan pelaut yang profesional dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami memastikan seluruh proses program, mulai dari seleksi hingga pemantauan penerima beasiswa, dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Lembaga pendidikan, jurusan, dan jumlah peserta telah dipetakan sejak awal agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari.

Agus menambahkan bahwa seleksi peserta beasiswa dilakukan secara bertahap untuk memastikan mereka tidak hanya memenuhi standar akademis, tetapi juga memiliki mental dan fisik yang siap menjalani profesi sebagai pelaut. “Proses ini memprioritaskan keandalan dan kompetensi, sehingga mampu menjawab tantangan operasional armada di masa depan,” jelas Agus. Pertamina Foundation mengambil peran penting dalam mengawal program ini, termasuk dalam menyiapkan sistem pembinaan yang komprehensif.

Tata Cara Pendaftaran dan Jadwal Seleksi

Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 akan diawali dengan kegiatan sosialisasi pada 28–29 April 2026. Setelah itu, pendaftaran dibuka selama periode 30 April hingga 22 Mei 2026. Seleksi peserta akan berlangsung hingga akhir Juni, dan pengumuman finalis dilakukan pada 30 Juni 2026. Inaugurasi program sendiri ditetapkan pada 3 Juli 2026, di mana peserta yang terpilih akan dilakukan pelatihan awal sebelum ditempatkan di armada.

Agus juga menyoroti bahwa program ini memiliki dampak luas, baik untuk kebutuhan Pertamina Patra Niaga maupun pengembangan sektor maritim nasional. Dengan melibatkan lembaga pendidikan dan jurusan yang relevan, Pertamina Foundation berharap bisa menciptakan sumber daya manusia pelaut yang berkualitas tinggi. “Program ini adalah langkah konkret untuk membangun kemampuan teknis dan profesionalisme pelaut Indonesia, terutama di bidang energi,” tambahnya.

Selain itu, jadwal seleksi yang terstruktur memastikan peserta memiliki kesempatan yang adil dan transparan. Proses ini melibatkan berbagai tahap, seperti ujian teori, simulasi keterampilan, serta evaluasi kesiapan kerja. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memberikan pelatihan yang berkualitas agar peserta mampu memenuhi standar operasional di armada. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi jembatan ke karier pelaut, tetapi juga memperkuat daya saing SDM maritim Indonesia di tingkat global.

Pertamina juga memandang bahwa pelaut nasional harus terus dikembangkan untuk menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin dinamis. “Dengan adanya program ini, kami berharap bisa menciptakan kru pelaut yang tidak hanya mahir dalam operasional kapal, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan keberlanjutan,” jelas Arif. Penguatan SDM pelaut ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan industri energi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan distribusi yang semakin kompleks.

Program beasiswa ini menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk membangun ekosistem maritim yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan pendidikan formal dan pelatihan praktis, perusahaan berkomitmen untuk mencetak pelaut yang siap mengemban tugas di lingkungan kerja yang ketat. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan partisipasi SDM lokal dalam operasional armada, sejalan dengan visi Pertamina menjadi perusahaan energi yang terdepan di Asia Tenggara.

Dengan jumlah peserta yang terbatas, Pertamina berharap program ini bisa menjadi katalisator untuk meningkatkan kompetensi pelaut di sektor energi. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjamin kualitas pemilihan peserta dan memastikan program ini berjalan lancar sesuai dengan kebutuhan industri. Dukungan dari Pertamina Foundation sangat penting dalam memenuhi target ini.