Hasil Pertemuan: BRIN kembangkan xanthan gum untuk produksi migas yang lebih efisien
BRIN kembangkan xanthan gum untuk meningkatkan efisiensi produksi migas
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang menghasilkan bahan tambahan industri bernama xanthan gum sebagai upaya memperbaiki proses pengolahan minyak serta gas bumi di Indonesia. Dalam acara BRIN Goes To Industry III, Arif Satria, ketua BRIN, menyatakan bahwa penggunaan xanthan gum ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar yang diimpor. “Kita berharap bisa menggantikan produk asing yang saat ini menjadi bagian dari proses produksi,” ujarnya.
Konsumsi minyak dalam negeri mencapai 1,6 juta barel per hari, sehingga tidak boleh sepenuhnya bergantung pada sumber eksternal. Arif menegaskan bahwa BRIN telah menguasai teknologi pembuatan xanthan gum secara mandiri. Hal ini memberi kemungkinan untuk mengembangkan solusi lokal yang lebih ekonomis dan efektif. “Hasil riset tidak boleh hanya tinggal di laboratorium, tetapi harus diterapkan secara luas oleh sektor industri,” tambahnya.
“Jangan sampai riset yang dilakukan BRIN akhirnya hanya menjadi imajinasi, sementara industri tidak membutuhkannya,” kata Arif Satria.
Xanthan gum memiliki peran penting sebagai bahan perekat, penstabil, dan pengatur konsistensi. Fungsi ini sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, terutama pada aktivitas pengeboran minyak. Bahan ini digunakan untuk menjaga fluida tetap stabil, mencegah penyumbatan pada saluran pipa, serta meningkatkan kinerja selama proses produksi.
Produk xanthan gum yang dikembangkan BRIN berbentuk bubuk cokelat keemasan. Bahan ini mudah mengalir, tahan terhadap perubahan kondisi, dan aman digunakan, sehingga cocok untuk diterapkan di berbagai tahap industri. Sifat rheologi yang dimilikinya membuka peluang kolaborasi antara institusi riset dan sektor energi untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong inovasi yang berkelanjutan.


