Program Terbaru: Pemprov Bengkulu salurkan 2.000 dosis vaksin rabies

Pemprov Bengkulu salurkan 2.000 dosis vaksin rabies

Di Kota Bengkulu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengadakan distribusi 2.000 dosis vaksin rabies untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut. Distribusi vaksin ini dilakukan bertahap, dengan fokus pada daerah yang rentan terhadap risiko tinggi, demikian kata Abdul Hadi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi.

Alokasi 2.000 dosis vaksin ini merupakan bagian dari 8.000 dosis yang diberikan oleh pemerintah pusat ke provinsi tersebut. Distribusi berlangsung bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan setiap kabupaten dan kota.

“Distribusi vaksin ini bertujuan mengurangi penyebaran rabies, terutama melalui hewan peliharaan yang sering menjadi sumber infeksi, seperti anjing, kucing, dan kera,” ujar Abdul Hadi.

Abdul menegaskan bahwa vaksin dari pusat adalah langkah awal dalam mencapai populasi hewan di seluruh provinsi. Dalam upaya memperluas cakupan vaksinasi, pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan ke pusat.

“Kami berkomitmen untuk menambah stok vaksin. Usulan tambahan akan diajukan kembali agar program vaksinasi ini bisa mencakup lebih banyak wilayah dan populasi hewan,” ujar dia.

Menurut Abdul, vaksin rabies yang diberikan secara gratis bertujuan mendorong masyarakat aktif mengikuti program vaksinasi. Ia juga meminta pemilik hewan peliharaan membawa binatang kesayangan ke petugas kesehatan hewan di daerah masing-masing.

“Pemprov Bengkulu berharap program ini dapat mengendalikan rabies secara lebih efektif, sekaligus melindungi warga dari bahaya penyakit tersebut,” tambah Abdul.

Lebih lanjut, Abdul mengungkapkan bahwa pada 2026, Pemprov telah menyisihkan Rp100 juta dari APBD untuk memperoleh 5.000 dosis vaksin rabies tambahan.

Selain itu, Pemprov juga mendapatkan 19.500 dosis vaksin PMK dari pusat, yang akan didistribusikan ke semua kabupaten dan kota berdasarkan kebutuhan serta jumlah ternak. Meski demikian, daerah dengan risiko tinggi PMK seperti Seluma, Mukomuko, dan Bengkulu Tengah akan menjadi prioritas.