5 Populer Internasional: Penembakan di Masjid Filipina – Harga Kurban Domba Capai Rp 94 Juta di Gaza
5 Populer Internasional – Dalam 24 jam terakhir, sejumlah peristiwa penting menghiasi pemberitaan internasional. Di Kota Labangan, Filipina, kejadian tragis terjadi saat para jemaah sedang melaksanakan ibadah Maghrib, menjelang perayaan Idul Adha, Selasa (26/5/2026). Sementara di Gaza, warga menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan dasar karena dampak perang dan kenaikan harga yang ekstrem. Harga kurban domba di daerah tersebut mencapai kisaran Rp68,9 juta hingga Rp93,9 juta, jauh melebihi harga sebelum konflik dimulai, yaitu sekitar Rp6,3 juta. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai dua berita populer yang terjadi di dua belahan dunia.
Penembakan di Masjid Filipina: Insiden Berdarah saat Ibadah
Kejadian penembakan brutal di dalam masjid terjadi di Purok Malipayon, Barangay Upper Sang-an, Kota Labangan, Zamboanga del Sur, pada malam hari. Kepolisian setempat menyatakan bahwa dua korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Para penduduk Labangan yang menjadi korban adalah seorang pengusaha berusia 41 tahun dan seorang warga setempat berusia 65 tahun. Kedua individu tersebut merupakan warga lokal yang sedang menunaikan salat di masjid saat serangan terjadi.
“Serangan terjadi sekitar pukul 19.18 waktu setempat. Saat itu, para korban sedang menjalani ibadah salat di dalam masjid sebelum empat pelaku tak dikenal merangsek masuk dan melepaskan tembakan menggunakan senjata api laras pendek serta laras panjang,” ujar Kepala Kepolisian Labangan, Mayor Marlon Mangan-nay, menurut laporan Daily Inquirer.
Insiden ini mengubah suasana khusyuk dalam perayaan Idul Adha menjadi kecaman dan duka yang mengguncang masyarakat Filipina. Sementara itu, di Gaza, kondisi ekonomi memburuk karena konflik yang berkepanjangan, menyebabkan kenaikan harga makanan dan pakaian untuk hari raya. Harga domba sebagai kurban kini melonjak hingga mencapai Rp93,9 juta per ekor, sebuah angka yang signifikan dibandingkan dengan harga normal sebelum perang, yang hanya sekitar Rp6,3 juta.
Kenaikan Harga Kurban Domba di Gaza: Tantangan Ekonomi yang Meningkat
Dalam beberapa hari terakhir, harga domba di pasar Gaza meningkat drastis, mencerminkan tekanan ekonomi yang melanda wilayah tersebut. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di pasar lokal, tetapi juga menyebabkan inflasi yang mengkhawatirkan di berbagai sektor. Domba, yang menjadi bagian dari tradisi kurban Idul Adha, kini dijual dengan harga yang bisa mencapai Rp94 juta per ekor, dibandingkan Rp6,3 juta sebelum konflik. Ini menunjukkan betapa parahnya dampak perang terhadap daya beli masyarakat.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada masyarakat Gaza yang sebagian besar mengandalkan kurban sebagai bagian dari ritual keagamaan. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk bahan makanan dan pakaian untuk hari raya. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan ini adalah ketidakstabilan politik, terbatasnya pasokan barang, serta perlambatan ekonomi akibat perang yang berlangsung lama.
Meski begitu, kegiatan kurban tetap dilakukan sebagai bentuk keimanan dan kebersamaan. Namun, kini kegiatan ini terasa lebih berat karena biaya yang harus dikeluarkan meningkat drastis. Banyak warga memilih untuk membeli domba dengan harga yang lebih tinggi, meskipun ini menguras keuangan mereka. Selain itu, pengusaha lokal juga terdampak oleh kenaikan harga, karena biaya produksi meningkat, sementara permintaan tetap tinggi.
Perbandingan Hari Libur Idul Adha di Berbagai Negara
Idul Adha 2026 menjadi momen penting bagi banyak negara, termasuk Indonesia, yang merayakannya selama dua hari. Namun, di Uni Emirat Arab (UEA), jumlah hari libur mencapai sembilan hari, mencerminkan perbedaan kebijakan dan tradisi dalam merayakan hari raya tersebut. Di beberapa negara, seperti Mesir dan Sudan, hari libur juga dilakukan selama beberapa hari, sedangkan di negara-negara lain, seperti Yordania dan Yaman, kegiatan kurban menjadi bagian dari rutinitas tahunan.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana Idul Adha tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga memengaruhi kegiatan ekonomi dan sosial. Di Filipina, meski kejadian penembakan mengguncang suasana, perayaan tetap berjalan dengan semangat. Sementara di Gaza, perayaan ini dipenuhi tantangan, baik secara spiritual maupun material.
Penembakan di masjid Filipina dan kenaikan harga domba di Gaza adalah dua cerminan peristiwa yang berbeda tetapi sama-sama mencerminkan dampak konflik dan perubahan sosial ekonomi. Dalam kejadian di Labangan, nyawa dua korban hilang dalam kesunyian ibadah, sementara di Gaza, ekonomi masyarakat terpuruk akibat kenaikan biaya kebutuhan dasar. Kedua peristiwa ini mengingatkan betapa kompleksnya isu global yang memengaruhi kehidupan sehari-hari warga di berbagai belahan dunia.
