Ruben Onsu Cemas Kedekatan Anak-Anaknya dengan Pacar Sarwendah
Key Discussion – Jakarta, Beritasatu.com – Masalah komunikasi yang dipercayakan Sarwendah kepada anak-anaknya dengan Ruben Onsu telah memicu perhatian dan kekhawatiran yang terus menerus dari pihak Ruben. Menurut Kuasa Hukum Ruben, Minola Sebayang, kliennya merasa waspada terhadap hubungan semakin dekat antara anak-anak dengan Giorgio Antonio, mantan kekasih Sarwendah. Hal ini menjadi sorotan karena Minola menilai kehadiran pria yang kerap disapa Gio ini dapat memengaruhi peran Ruben sebagai ayah.
Kekhawatiran Ruben Onsu terhadap Dampak Psikologis
Minola Sebayang mengungkapkan bahwa Ruben sangat khawatir jika pembatasan interaksi dengan anak-anaknya terus berlanjut, mereka mungkin tidak lagi merasakan kehangatan emosional dari ayahnya. “Ruben merasa cemas anak-anaknya tidak mengenal sosok ayahnya, karena kegiatan bersama tidak cukup terjadi,” jelas Minola, seperti yang dilaporkan kanal YouTube Intens Investigasi, Senin (1/6/2026). Dalam penjelasannya, Minola menekankan bahwa Ruben berusaha keras untuk menjaga hubungan baik dengan anak-anaknya, meski saat ini terasa terganggu karena aktivitas Sarwendah.
“Ruben takut anak-anaknya berpikir ayahnya tidak perhatian, padahal Ruben berjuang untuk mereka. Jika hubungan ini tidak segera diatur, anak-anak bisa jadi zalim dan benci kepada ayahnya, lalu menganggap Ruben sebagai orang yang durhaka,” tambah Minola.
Ketakutan Ruben juga berasal dari ketidakjelasan status hubungan antara Sarwendah dan Giorgio Antonio. Meski belum menikah, Minola menyatakan bahwa sosok Gio sudah secara terbuka hadir dalam kehidupan anak-anak, sehingga bisa memperkuat ikatan tersebut. “Ruben ingin membatasi anak-anaknya dekat dengan Gio karena usia mereka masih muda, dan konflik antara orang tua bisa berdampak jangka panjang,” tegasnya.
Status Perceraian dan Upaya Mediasi
Menurut Minola, Ruben telah melakukan langkah-langkah untuk menyampaikan kepeduliannya kepada mantan istrinya. “Ruben selalu menyatakan perlunya mengatur hubungan anak-anak dengan Gio, tapi sampai saat ini masih ada kesalahpahaman. Sarwendah justru membagikan momen bersama anak-anak di media sosial, lalu menyebut Ruben cemburu,” tambahnya.
“Ini bukan sekadar masalah cemburu, tetapi Ruben menakut-takuti bahwa anak-anaknya akan bingung jika hubungan ini berlangsung tanpa batas. Anak-anak masih di bawah umur, jadi mereka membutuhkan pengaruh orang tua yang stabil,” jelas Minola.
Ruben Onsu berharap Sarwendah dapat memahami kekhawatirannya dan mengambil langkah bersama untuk menyelesaikan konflik ini secara kekeluargaan. Menurut Minola, upaya Ruben melibatkan pengiriman surat yang berisi komitmen antara keduanya untuk menjaga keharmonisan dalam mendidik anak-anak. “Surat itu membahas perjanjian perceraian, dan Ruben menunggu respons baik dari Sarwendah agar pertemuan bisa dilakukan secara terbuka,” terangnya.
Peran Media Sosial dalam Memperburuk Situasi
Minola juga menyoroti peran media sosial dalam mempercepat konflik antara Ruben dan Sarwendah. Ia menyebut bahwa postingan Sarwendah yang memperlihatkan keakraban dengan Giorgio Antonio bisa membuat anak-anaknya terbiasa menganggap Gio sebagai pihak yang lebih dekat. “Media sosial jadi alat yang bisa memperkuat kesan bahwa Ruben tidak peduli, padahal sebenarnya ia berusaha memenuhi kebutuhan anak-anak,” ujarnya.
Sebagai ayah yang masih aktif dalam kehidupan anak-anaknya, Ruben merasa perlu menjaga konsistensi dalam membangun hubungan. Ia berharap Sarwendah bisa berkoordinasi lebih baik, sehingga anak-anak tidak terpecah antara kedua orang tua. “Ruben tidak ingin anak-anaknya melihat orang tua yang saling berselisih, karena bisa berdampak pada pengambilan keputusan mereka di masa depan,” tambah Minola.
Masa Depan Anak-Anak dan Harapan Kepada Kedua Orang Tua
Minola menekankan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan kesepakatan bersama dari Ruben dan Sarwendah. “Ruben menunggu keinginan baik dari Sarwendah agar bisa duduk bersama dan membahas cara terbaik dalam mengasuh anak-anak,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa kondisi psikologis anak-anak adalah prioritas utama, dan keduanya perlu bekerja sama untuk meminimalkan dampak negatif.
Sementara itu, situasi ini juga menciptakan ketegangan dalam keluarga. Ruben Onsu dan Sarwendah, yang sebelumnya membangun keharmonisan dalam pernikahan, kini harus berjuang untuk mempertahankan kesatuan dalam mendidik anak-anak. Minola berharap pihak Sarwendah bisa menghormati upaya Ruben dan mengambil langkah bijak untuk memperbaiki komunikasi.
Dalam wawancara lain, Minola juga menyebut bahwa konflik ini tidak hanya melibatkan dua orang tua, tetapi juga anak-anak sebagai pihak ketiga. “Kita harus berpikir jangka panjang, karena masa depan anak-anak akan tergantung pada bagaimana mereka diperlakukan saat ini,” jelasnya.
Konteks Lain dalam Berita Terkait
Sebagai penutup, artikel ini juga membahas berbagai isu lain yang sedang menjadi perhatian publik. Misalnya, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Istana Negara, pemakaman Jenazah Ryamizard Ryacudu di TMP Kalibata, serta puncak perayaan Waisak 2026 di Candi Borobudur. Namun, kisah Ruben dan Sarwendah tetap menjadi sorotan karena dampaknya terhadap keluarga kecil.
Ruben Onsu juga menyebutkan bahwa ia tidak menuntut kepastian 100 persen dari Sarwendah, tetapi hanya harapan agar anak-anak tidak terlalu terpengaruh oleh hubungan antara kedua orang tua. “Ruben ingin anak-anaknya tetap merasa dihargai, meski saat ini ada perbedaan pendapat antara mereka dan Sarwendah,” tutur Minola.
Dengan alasan tersebut, Ruben terus berupaya menyeimbangkan kebutuhan emosional anak-anaknya, sambil menjaga hubungan yang harmonis dengan Sarwendah. Ia yakin bahwa melalui komunikasi yang jelas dan kesepakatan bersama, masalah ini bisa segera mereda.
Situasi ini juga memicu perdebatan di masyarakat, dengan sebagian pihak memihak Ruben dan sebagian lainnya mendukung kebebasan Sarwendah dalam membangun hubungan baru. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan keduanya, dengan pertimbangan terbaik untuk masa depan anak-anak.
Permintaan Ruben untuk Kesadaran Kedua Orang Tua
Minola Sebayang menegaskan bahwa Ruben tidak ingin memperlihatkan sisi negatifnya kepada anak-anak. “Ruben ingin menjaga citra sebagai ayah yang baik, meski saat ini ada perbedaan pandangan,” ujarnya. Ia berharap Sarwendah bisa memahami bahwa kekhawatirannya bukan hanya untuk melindungi anak-anak, tetapi juga untuk menjaga keharmonisan keluarga.
Dengan kata lain, Ruben mengajukan permintaan kepada Sarwendah untuk menjaga ketegangan yang ada dalam bentuk yang tidak mengganggu kesehatan mental anak-anak. “Jika anak-anak tidak bisa berpikir jernih, maka masa depan mereka mungkin terdistorsi,” tambah Minola.
Menurut Minola, langkah Ruben yang terus menerus dalam berkomunikasi dengan Sarwendah menunjukkan komitmen untuk menjaga keluarga.
