Lifestyle

Latest Program: Diminta Netizen Bela Sarwendah, Jordi Onsu Beri Jawaban Menohok

etizen Bela Sarwendah, Jordi Onsu Beri Jawaban Menohok Latest Program - Minggu (7/6/2026), konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang kian memanas di tengah

Desk Lifestyle
Published Juni 8, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Diminta Netizen Bela Sarwendah, Jordi Onsu Beri Jawaban Menohok

Latest Program – Minggu (7/6/2026), konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah yang kian memanas di tengah masyarakat mengundang berbagai perdebatan. Situasi ini menarik perhatian publik, termasuk warganet yang meminta dukungan dari pihak ketiga untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Dalam upaya menjawab keinginan netizen, Jordi Onsu, adik kandung Ruben, memilih untuk menunjukkan sikapnya secara langsung melalui siaran di akun TikTok pribadinya.

Dalam tayangan tersebut, Jordi menjelaskan bahwa dirinya tidak akan terlibat dalam urusan pribadi Sarwendah dan Ruben. Ia menanggapi permintaan sejumlah orang yang mengharapkan ia menjadi juru bicara untuk memperjelas isu yang terjadi. “Bantuin Bunda (Sarwendah) klarifikasi, memang saya juru bicara? Sudah adalawyer loh. Lagi dibantuin melulu, kayak program tolong. Gimana sih suka pada bercanda,” ujarnya dalam video yang diunggah ke Instagram @Lambegosiip, dikutip pada hari Minggu tersebut.

“Belajar tidak keposama urusan yang aku enggak perlu tahu. Belajar untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Tidak berkomentar urusan orang lain, aku enggak ikut-ikutan. Jadi enak deh,”

Sikap netral Jordi menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian orang menganggap ia sengaja menjaga jarak dari polemik yang melibatkan mantan pasangan suami istri tersebut, sementara yang lain mengkritik tindakan itu. Komentar-komentar di media sosial bervariasi, ada yang mendukung keputusan Jordi, ada pula yang merasa ia tidak adil. Beberapa netizen menyebut Jordi terlihat “menghindar” dari peran yang diharapkan.

Jordi juga menjelaskan alasan mengapa ia tidak merespons setiap isu terkait kasus Sarwendah. Menurutnya, tidak semua pernyataan atau kontroversi perlu direspons secara langsung. “Justru kalau orang pintar, dia itu merespons dan hanya akan merespons sama satu orang atau satu statement yang merasa pantas dia komentari dan respons. Kalau memang enggak pantas direspons, ngapain? Repot,” tegasnya.

Permasalahan antara Ruben Onsu dan Sarwendah memang telah mencuri perhatian publik dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa laporan menyebutkan bahwa konflik tersebut berawal dari perbedaan pandangan tentang pengelolaan keuangan atau hubungan keluarga. Dengan menjadi anggota keluarga, Jordi tentu memiliki kepentingan dalam menyampaikan pendapat, tetapi ia memilih untuk tidak terlibat secara aktif.

Komentar menohok Jordi dalam siaran langsung menjadi viral di media sosial. Beberapa netizen menilai sikapnya terkesan “melempem” karena tidak membela Sarwendah seperti yang pernah dilakukannya sebelumnya. “Bukannya dahulu dia bela Sarwendah? Wkwkwk. Giliran sekarang, malah sok enggak mau ikut campur, cari selamat bang?” tulis salah satu warganet.

Di sisi lain, ada netizen yang memahami alasan Jordi tidak memperumit situasi. Mereka mengatakan bahwa sebagai anggota keluarga, Jordi perlu mempertimbangkan dampak dari setiap komentar. “Jordi takut kena ikut boikot,” komentar seorang warganet lain. “Jadi, ia memilih diam agar tidak terkena konsekuensi dari opini publik.”

Iklim Media Sosial dan Pengaruh Cancel Culture

Polemik Ruben dan Sarwendah menunjukkan bagaimana media sosial bisa memengaruhi reputasi individu. Dalam konteks ini, Jordi Onsu dilihat sebagai salah satu tokoh yang berpotensi menjadi korban cancel culture jika ia tidak hati-hati dalam menyampaikan pendapat. Netizen bersuara keras, baik mendukung maupun mengkritik, tergantung pada pandangan mereka terhadap kejadian tersebut.

Sikap Jordi yang bersikap netral juga memicu perdebatan tentang keadilan dalam permasalahan ini. Apakah ia benar-benar tidak peduli, ataukah ia sengaja menunggu waktu yang tepat untuk berkomentar? Sejumlah warganet berargumen bahwa sebagai adik Ruben, Jordi memiliki kewajiban untuk berdiri di pihak Sarwendah, terutama setelah terdengar ada isu terkait keuangan keluarga.

Bagaimana mungkin Jordi tidak merespons? Menurutnya, ia memilih untuk tidak terlibat karena menghindari kebingungan atau konflik lebih lanjut. “Karena jika sudah terlibat, berarti akan merespons semua. Tapi kalau hanya merespons yang penting, justru lebih efektif,” jelasnya dalam video yang dibagikan di platform media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa Jordi berusaha menjaga konsistensi dalam menyampaikan pendapatnya.

Momen Viral dan Perubahan Persepsi

Komentar Jordi dalam siaran langsung justru mengubah persepsi publik terhadapnya. Sebelumnya, ia dianggap sebagai pihak yang aktif membela Sarwendah. Kini, pernyataannya dianggap sebagai bentuk penjagaan diri dari tekanan masyarakat. “Jordi jadi jadi netral, tapi justru menarik perhatian lebih banyak,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Beberapa orang mengakui bahwa keputusan Jordi untuk tidak mencampuri urusan pribadi memang bijak. Mereka menyebut bahwa ia telah tumbuh dewasa dan sadar akan dampak dari setiap komentar yang ia keluarkan. “Kalau orang pintar, dia tahu kapan harus diam dan kapan harus berbicara,” komentar netizen yang memahami sikap tersebut.

Di sisi lain, netizen yang tidak setuju dengan sikap Jordi menganggap ia terkesan “berpura-pura” dalam mendukung Sarwendah. Mereka menilai bahwa keputusan untuk tidak ikut campur bisa dianggap sebagai bentuk penghindaran. “Bukan karena enggak peduli, tapi karena takut dihukum sosial,” tulis seseorang di kolom komentar.

Dengan berbagai respons yang beragam, Jordi Onsu kini menjadi subjek diskusi yang hangat. Meski tidak langsung membela Sarwendah, pernyataannya tetap menyentuh berbagai kalangan. Masyarakat mulai menyadari betapa kompleksnya permasalahan yang melibatkan dua tokoh terkenal ini, serta bagaimana media sosial bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk menyampaikan pendapat, bahkan mengubah persepsi orang lain.

Sejumlah orang juga menilai bahwa keputusan Jordi ini bisa menjadi contoh bagaimana pengaruh media sosial semakin besar dalam dunia hiburan. Dalam konteks modern, setiap orang bisa dengan mudah ditarik ke dalam kontroversi, terutama jika ada pernyataan yang dinilai kontroversial. Oleh karena itu, tidak heran jika Jordi memilih untuk bersikap netral agar tidak terjebak dalam dinamika ini.

Komentar-komentar yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana masyarakat secara aktif mengawasi pernyataan publik. Jordi Onsu kini menjadi bahan perdebatan, baik dari pihak yang mendukung maupun menentang. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara pendirian pribadi dan tanggung jawab sosial. Dengan tampil menohok, Jordi justru menambah daya tarik perdebatan tersebut.

Leave a Comment