Lifestyle

Latest Program: Onyo Minta Sarwendah Lebih Kontrol Ucapan Saat Live di Media Sosial

Onyo Minta Sarwendah Lebih Kontrol Ucapan Saat Live di Media Sosial Latest Program - Jakarta, Beritasatu.com – Sebuah kontroversi terjadi di tengah publik

Desk Lifestyle
Published Juni 9, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Onyo Minta Sarwendah Lebih Kontrol Ucapan Saat Live di Media Sosial

Latest Program – Jakarta, Beritasatu.com – Sebuah kontroversi terjadi di tengah publik setelah Sarwendah, mantan personel grup musik Cherrybelle, mengunggah komentar tajam selama sesi live di TikTok. Ucapan tersebut, yang diduga diarahkan untuk mengejek Ruben Onsu, menimbulkan reaksi yang beragam, termasuk seruan untuk menghentikan konsumsi produk atau jasa sang artis. Selain itu, komentar Sarwendah juga memicu perhatian sang putra, Betrand Peto, atau yang akrab disapa Onyo. Anak sulung dari pasangan tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap perkelahian yang terjadi antara kedua orang tuanya.

Onyo, yang ditemui oleh wartawan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026), mengungkapkan bahwa ia berharap Sarwendah dapat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat, terutama saat tampil di media sosial. “Aku ingin bunda lebih berhati-hati dalam berbicara, karena di depan orang banyak kita harus bisa mengendalikan kata-kata dan menjaga sikap,” jelasnya. Menurut Onyo, ucapan Sarwendah selama siaran langsung tersebut mengakibatkan ketegangan yang berlebihan antara dirinya dan Ruben Onsu.

Aku yakin ini karena ada hasutan dari orang luar yang membuat bunda aku jadi kayakgitu, karena aslinya bunda itu orangnya baik, ayah orangnya baik.

Dalam wawancara tersebut, Onyo mengatakan bahwa emosi ibunya mungkin dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi Sarwendah. “Ini bisa jadi bahan refleksi untuk kita, biar ke depannya bisa lebih dewasa dalam menyampaikan pendapat,” lanjutnya. Menurut Onyo, komentar Sarwendah meski terkesan pedas, tetapi tetap bisa dikontrol dan dipahami dengan baik jika dilakukan secara bijak.

Kontroversi ini terjadi setelah Sarwendah mengunggah video di TikTok yang dianggap menghina Ruben Onsu. Banyak netizen merasa tidak nyaman dengan ucapan tersebut dan mulai menggalakkan kampanye boikot terhadap publikasi yang dilakukan sang ibu. Onyo, yang merasa menjadi korban situasi ini, berharap masyarakat tidak terburu-buru menghukum Sarwendah tanpa memahami konteks lengkap.

Menurut Onyo, tindakan Sarwendah saat live di media sosial memang memicu reaksi keras, tetapi ia yakin bahwa emosi ibunya sedang meluap karena alasan tertentu. “Bunda itu orang yang baik, dan kalau bisa berbicara dengan lebih tenang, mungkin tidak terjadi perdebatan seperti ini,” katanya. Ia juga menekankan bahwa dirinya ingin perseteruan antara kedua orang tuanya bisa segera selesai dan tidak berdampak negatif terhadap hubungan keluarga.

Onyo berharap Sarwendah dapat lebih memperhatikan dampak dari setiap kata yang diucapkannya. Ia menilai bahwa di era digital saat ini, penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi harus disertai dengan pertimbangan matang. “Biar ke depannya, apa yang dibicarakan bunda bisa lebih baik dan tidak menimbulkan konflik,” tambahnya. Menurut Onyo, selain itu, ia juga ingin semua orang bisa belajar dari situasi ini, terutama dalam mengendalikan emosi saat berbicara di depan khalayak.

Kontroversi ini juga menghadirkan beberapa sisi yang berbeda. Di satu sisi, ada pihak yang menyalahkan Sarwendah atas komentarnya, sementara di sisi lain, ada yang mendukung kebebasan berekspresi. Onyo menilai bahwa masyarakat perlu memberikan ruang untuk pengertian, sebelum menetapkan sikap negatif terhadap salah satu pihak. “Kalau bisa, kita berikan kesempatan untuk berbicara dengan tenang dan tidak ada kebencian,” harapnya.

Sementara itu, Sarwendah belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, sejumlah warganet mengungkapkan bahwa kegemparan ini bisa terjadi karena kejadian sebelumnya yang sudah menimbulkan ketegangan. Dalam beberapa kesempatan, Sarwendah dan Ruben Onsu terlibat perdebatan terkait kesehatan, kerja, atau hubungan pribadi. Meski demikian, Onyo mengatakan bahwa ia masih percaya akan hubungan baik antara kedua orang tuanya.

Onyo juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap seruan boikot yang dilakukan sebagian warganet. Ia berpikir bahwa tindakan tersebut terlalu ekstrem, terutama karena Sarwendah masih dalam kondisi emosi yang tidak stabil. “Tolong jangan boikot, karena itu hanya karena bunda sedang tidak terkontrol saja,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin konflik ini berlarut-larut dan mengganggu keharmonisan keluarga.

Menurut Onyo, Sarwendah dan Ruben Onsu sebenarnya memiliki hubungan yang baik, tetapi kejadian ini membuatnya lebih sadar tentang pentingnya komunikasi yang sehat. “Kalau ke depannya, kita bisa saling memahami dan tidak menyalahkan sepenuhnya,” pungkasnya. Dengan adanya insiden ini, Onyo berharap kedua orang tuanya bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi.

Situasi Lain di Dunia Hiburan

Sementara itu, sejumlah berita lainnya juga menjadi sorotan publik. KPK mengungkapkan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Muara Enim, yang diduga terkait proyek pengadaan. Selain itu, Imigrasi sedang mengecek dokumen paspor yang berserakan di BSD. Di sisi hiburan, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada rencana reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Sejumlah atlet juga menjadi sorotan, seperti Janice Tjen dan Aldila yang menjadi unggulan di Libema Open 2026.

Kasus Hanania Travel kembali memanas, dengan Keanu yang membantah menerima uang endorse dari pihak tertentu. Sementara itu, Persija Jakarta kembali memperkuat tim mereka dengan latihan yang dipandu oleh Shin Tae Yong. Di ranah politik, pemerintah sedang menyiapkan penasihat khusus untuk presiden, sementara di sektor ekonomi, Rupiah mengalami penurunan nilai, yang memicu guncangan terhadap perekonomian nasional. Dalam upaya memperkuat diplomasi internasional, pemerintah juga terus berupaya membumikan karya-karya seni seperti “Opera” di lintasan khatulistiwa.

Kontroversi Sarwendah dan Ruben Onsu terus memantik perdebatan di media sosial. Beberapa netizen menilai bahwa kejadian ini menjadi contoh bagaimana emosi bisa memengaruhi komunikasi di dunia hiburan. Sebaliknya, ada pihak yang mendukung Sarwendah karena merasa ia sedang memperjuangkan pendapatnya. Onyo, sebagai pihak yang paling langsung terlibat, berharap masyarakat bisa lebih bersikap adil dan tidak terburu-buru menetapkan sikap negatif terhadap salah satu dari mereka.

Dalam konteks ini, Onyo menyatakan bahwa kejadian di TikTok hanya merupakan bagian kecil dari masalah yang lebih besar. Ia berharap kedua orang tuanya bisa menyadari bahwa media sosial adalah alat yang bisa digunakan untuk berbagi kebaikan, bukan hanya untuk menghina. “Kalau bisa, kita bisa menyampaikan pendapat dengan lebih tenang dan tidak menyakiti perasaan orang lain,” harapnya. Onyo menegaskan bahwa dirinya tetap mendukung kedua orang tuanya, meski dalam beberapa kesempatan mereka saling menyalahkan.

Kontroversi ini juga memicu perdebatan tentang keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial. Banyak yang berpendapat bahwa artis harus lebih hati-hati dalam menyampaikan pendapat, terutama saat berada di panggung publik. Namun, Onyo menilai bahwa Sarwendah berhak meng

Leave a Comment